Atmosfer: Pengertian, Sifat, Lapisan, dan Manfaatnya

Pada materi kali ini kita akan membahas atmosfer bumi. Apakah kamu menyadari bahwa di tata surya kita ada begitu banyak benda langit, tetapi mengapa bumi yang kita tinggali masih terlindung dari tabrakan benda langit dan juga gas atau sinar berbahaya?

Namun dengan gaya gravitasi bumi, benda-benda langit akan tertarik ke planet bumi. Ya, tentu saja bumi kita masih terlindungi, karena bumi memiliki lapisan yang disebut atmosfer. Lalu apa sih atmosfer itu? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Atmosfer

Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi bumi. Udara merupakan salah satu komponen utama dalam kehidupan kita. Semua makhluk hidup akan mati tanpa adanya udara.

Atmosfer mempunyai ketebalan kurang lebih 1000 km dan terbentuk sewaktu bumi ini tumbuh, gas-gas yang terjebak di dalam planetesimal lepas sehingga menyelimuti bola bumi. Lama kelamaan, gas oksigen dilepaskan oleh tanaman pertama di bumi sehingga udara di atmosfer purba tumbuh lebih tebal hingga sekarang ini.

Sifat-sifat Atmosfer

a. Gas penyusun atmosfer

Selain gas di atmosfer, bumi juga terdapat uap air dan debu. Dua gas terbanyak yang terdapat di atmosfer adalah nitrogen (78,08 %) dan oksigen (20,95 %). Untuk lebih lengkapnya lihat tabel berikut.

No Nama gas Simbol Volume (%)
1 Nitrogen N2 78,08
2 Oksigen O2 20,95
3 Argon Ar 0,93
4 Karbondioksida CO2 0,037
5 Neon Ne 0,0018
6 Helium He 0,0005
7 Ozon O3 0,000004
8 Hidrogen H 0,00006
9 Klorofluorokarbon CFC 0,00000002
10 Xenon Xe 0,000009
11 Metana CH4 0,00017

b. Sifat atmosfer

  1. Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak bisa dirasakan, kecuali bentuk angin.
  2. Dinamis dan elastis atau dapat mengembang atau mengerut.
  3. Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi.
  4. Mempunyai berat sehingga memiliki tekanan.

Lapisan-lapisan Atmosfer

Bumi terdiri dari 70% lautan dan 30% daratan. Ia memiliki selubung udara yang meliputinya. Selubung udara ini disebut juga dengan atmosfer. Fungsi atmosfer yaitu sebagai perisai atau pelindung bumi dari pancaran sinar dan panas matahari. Oleh karena itu, lapisan memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung adanya kehidupan di muka bumi.

Urutan Lapisan Atmosfer

Urutan lapisan atmosfer terdiri dari beberapa lapisan berdasarkan ketinggiannya dari permukaan laut. Berikut ini lapisan atmosfer dan penjelasannya.

1. Troposfer

Troposfer merupakan lapisan yang terdekat dari permukaan bumi, tempat terjadinya proses-proses cuaca, seperti awan, hujan, angin, dan proses-proses pencemaran lainnya → (Baca juga: Pencemaran Lingkungan: Pengertian, Macam, dan Cara mengatasinya).

Di daerah khatulistiwa, tebalnya mencapai 15 km semakin ke kutub U dan S bumi, semakin menipis akibat dari rotasi bumi. Pada lapisan ini, tinggi rendahnya suatu tempat berpengaruh terhadap suhu udaranya. Ini mengikuti hukum gradient geothermis, yang merupakan lebih tinggi (untuk setiap kenaikan 1.000 m) dari suatu tempat di permukaan bumi, suhu udaranya akan turun 6 derajat celsius di daerah sekitar khatulistiwa. Batas lapisan troposfer disebut tropopause.

2. Stratosfer

Pada lapisan ini, hukum gradient geothermal tidak berlaku karena kandungan air dan debu hampir tidak ada. Ketebalannya antara 12 km – 50 km. Udara di lapisan stratosfer sangat tipis dan dingin. Beberapa pesawat terbang dan balon cuaca dapat mencapai lapisan stratosfer.

Salah satu karakteristik lapisan stratosfer adalah adanya lapisan ozon (O3). Lapisan ozon adalah lapisan penting bagi bumi. Lapisan ini melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang berasal dari matahari. Akan tetapi, keberadaan lapisan ozon semakin menipis. Jika sinar ultraviolet langsung mengenai bumi, maka ia dapat membunuh semua makhluk hidup yang ada di bumi.

Salah satu penyebab lapisan ini menipis yaitu pemakaian gas freon atau CFC (Chloro Flouro Carbons) pada AC, cat piloxs, lemari es, dan lain-lain. Batas atas lapisan ini disebut lapisan stratopause.

3. Mesosfer

Fungsi Atmosfer

Lapisan mesosfer ini berjarak 50 – 85 km di atas permukaan air laut. Mesosfer memiliki campuran oksigen, nitrogen dan karbondioksida yang sama dengan lapisan dibawahnya. Namun kandungan uap air yang dimilikinya sangat sedikit. Pada lapisan inilah meteor-meteor yang jatuh ke bumi akan terbakar. Batas atas mesosfer terdapat lapisan mesopause.

4. Termosfer

Lapisan termosfer terbentang pada ketinggian 80 hingga 500 kilometer di atas permukaan bumi dan biasa disebut lapisan panas (hot layer). Suhu udara bagian bawah berkisar – 90 derajat Celcius, sedangkan lapisan atas mencapai 500 derajat Celcius, karena molekul oksigen menyerap energi matahari. Pada lapisan termosfer terdapat lapisan ionosfer yang bisa memantulkan gelombang radio yang dapat membantu komunikasi manusia. Di lapisan ini juga terjadi efek cahaya yang disebut aurora.

5. Eksosfer

Eksosfer merupakan lapisan yang terjauh dari permukaan bumi. Ia berada di ketinggian 700 kilometer di atas permukaan bumi. Setelah lapisan eksosfer, adalah angkasa luar. Gaya gravitasi bumi sudah sangat lemah, sedangkan pengaruh angkasa luar semakin kuat.

Manfaat Atmosfer

1. Menyediakan gas-gas yang bermanfaat bagi kehidupan, antara lain sebagai berikut.

  • Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman.
  • Oksigen untuk pernapasan → (Baca juga: Sistem Pernapasan Manusia).
  • Karbondioksida untuk fotosintesis.
  • Neon untuk lampu.
  • Ozon untuk menyerap sebagian radiasi matahari.

2. Melindungi bumi dari kejauhan benda-benda luar angkasa atau meteor. Meteor yang jatuh ke bumi akan bergesekan sehingga terbakar.

3. Mengatur keseimbangan suhu agar tidak terlalu panas pada siang hari dan tidak terlalu dingin pada malam hari.

4. Bisa memantulkan gelombang radio.

Pengaruh Atmosfer terhadap Kehidupan

Di dalam atmosfer terdapat unsur iklim. Iklim menjadi pembatas persebaran flora dan fauna di muka bumi. Iklim telah membatasi budidaya tanaman di muka bumi dan jenis fauna atau dunia hewan yang mampu hidup di suatu tempat secara alami.

Pola iklim yang ada sekarang ini bisa terjadi perubahan baik secara lokal maupun global. Perubahan iklim secara global disebabkan meningkatnya konsentrasi gas. Hasil pembakaran batu bara, minyak bumi, serta gas buangan seperti karbondioksida, metana, dan nitrous oksida akan menyelimuti bumi sehingga radiasi yang berlebihan akan tertahan di bumi (efek rumah kaca). Akibatnya suhu bumi naik dan semakin panas (pemanasan global).

Pengaruh Atmosfer

Akibat yang ditimbulkan dari pemanasan oleh pemanasan global, antara lain sebagai berikut.

  • Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan (antartika) → (Baca juga: 8 Fakta Menarik Antartika).
  • Permukaan air laut naik dan menenggelamkan pulau, membanjiri pantai dan dataran rendah.
  • Meningkatnya risiko kebakaran hutan.
  • Mengeringnya air permukaan sehingga ketersediaan air berkurang.

Perubahan iklim sangat dirasakan penduduk Indonesia akibat dari La Nina, dan El Nino. Setiap 2 – 10 tahun, iklim di Samudra Pasifik Bagian Selatan mengalami perubahan ekstrem.

El Nino (Bahasa Spanyol)

Menyebabkan musim kemarau berkepanjangan di daerah Asia, Australia, dan Afrika, termasuk Indonesia sehingga menyebabkan keterlambatan musim tanam atau gagal panen karena mati.

La Nina

Menyebabkan wilayah Asia termasuk Indonesia mengalami banyak hujan (kemarau menjadi pendek). Pada akhirnya akan mengganggu kegiatan pertanian, terutama pertanian lahan kering.

Leave a Reply