Distribusi: Pengertian, Tujuan dan Fungsinya

Barang hasil produksi tidak mempunyai nilai guna kalau tidak sampai ke tangan konsumen. Tas yang dihasilkan pabrik tidak akan sampai ke tangan konsumen kalau tidak ada yang menyalurkan ke tangan konsumen baik secara perorangan maupun oleh suatu lembaga. Sebagus apapun barang hasil produksi tidak ada gunanya kalau barang tersebut tidak dapat dinikmati konsumen. Barang hasil produksi akan sampai ke tangan konsumen dengan kegiatan yang disebut distribusi.

Baca juga : Konsumsi – Pengertian, Tujuan, Motif, Faktor, dan Perilaku Konsumtif

Pengertian Distribusi

Contoh Distribusi

Distribusi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk menyalurkan barang-barang hasil produksi dari produsen ke konsumen. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa kegiatan distribusi adalah penghubung antara kegiatan produksi dengan kegiatan konsumsi.

Dengan adanya kegiatan distribusi, maka produsen akan lebih mudah dalam memasarkan hasil produksinya, sedangkan di lain pihak konsumen akan lebih mudah dalam mendapatkan barang-barang yang diinginkannya untuk memenuhi kebutuhan.

Baca juga : Kebutuhan Hidup Manusia

Tanpa adanya kegiatan distribusi, maka ada kemungkinan kegiatan produksi dan konsumsi akan terhambat. Hal ini disebabkan tidak meratanya hasil produksi dari para produsen. Dalam arti, tidak setiap daerah dalam menghasilkan seluruh barang yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah tersebut.

Dalam kegiatan distribusi, faktor transportasi memegang peranan yang paling penting, karena apabila sarana transportasi makin lancar, maka pendistribusian barang juga akan makin bisa mencapai sasaran, dan sebaliknya apabila sarana transportasi tidak lancar, maka pendistribusian barang akan terhambat sehingga bisa jadi tidak mencapai sasaran.

Penyaluran barang dari produsen ke konsumen dilakukan oleh distributor. Dristributor memberi manfaat bagi para pelaku kegiatan ekonomi, baik produsen, konsumen, maupun distriburor itu sendiri.

Baca juga: Prinsip Ekonomi – Pengertian, Ciri-ciri, Penerapan, dan Manfaatnya

1. Keuntungan bagi produsen

Dengan adanya kegiatan distribusi, penyaluran barang menjadi lebih mudah dan lebih praktis, karena produsen tidak perlu mendatangi konsumen satu persatu.

2. Keuntungan bagi konsumen

Dengan adanya kegiatan distribusi, konsumen akan menjadi lebih mudah dan praktis dalam mendapatkan barang-barang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan.

3. Keuntungan bagi distributor

Contoh Kegiatan Distribusi

Dengan adanya kegiatan distribusi, maka sudah jelas bahwa distributor akan memperoleh penghasilan atau laba karena jasanya.

Proses pendistribusian barang dari produsen ke konsumen dapat dijelaskan sebagai berikut.

Produsen → Distributor → Konsumen

Di atas dapat diketahui bahwa barang atau jasa dari produsen disalurkan oleh distributor agar sampai kepada konsumen.

Tujuan Kegiatan Distribusi

Pada dasarnya, kegiatan distribusi mempunyai tujuan sebagai berikut:

  1. Menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
  2. Mempercepat penyampaian hasil produksi kepada konsumen.
  3. Melakukan pemerataan hasil produksi, agar jangan sampai ada daerah yang kelebihan persediaan barang, sedangkan di pihak lain ada daerah yang kekurangan barang.
  4. Menjaga kesinambungan produksi.
  5. Memperbesar dan meningkatkan jumlah dan mutu hasil produksi.
  6. Meningkatkan nilai guna barang dan jasa.

Fungsi Distribusi

Fungsi distribusi dapat diartikan sebagai kegiatan-kegiatan yang memastikan barang atau jasa yang disalurkan dari produsen sampai kepada konsumen dengan tepat dan memuaskan.

1. Fungsi Pertukaran

Fungsi pertukaran adalah fungsi kegiatan pemasaran atau jual beli barang atau jasa yang meliputi pembelian, penjualan, dan pengambilan risiko.

a. Fungsi pembelian (buying)

Yaitu usaha memilih dan menentukan barang yang harus dibeli untuk dijual kembali. Dalam fungsi ini ditentukan jumlah pembelian yang tepat kepada siapa barang atau jasa itu dijual.

b. Fungsi penjualan (selling)

Yaitu usaha menyampaikan barang kepada konsumen agar mereka bersedia untuk membeli. Fungsi penjualan meliputi kegiatan memperkenalkan barang, menghitung harga pokok, menghitung biaya penjualan, dan menentukan laba yang diinginkan. Fungsi penjualan menjadi sangat penting karena kelangsungan distribusi tergantung kepada keberhasilan penjualan.

c. Fungsi pengambilan risiko (risk bearing)

Yaitu kesiapan distributor dalam menghadapi risiko dari usahanya. Salah satu cara untuk mencegah atau menghindari risiko yakni dengan mengasuransikan barang kepada perusahaan asuransi.

2. Fungsi Penyediaan Fisik

Contoh Distribusi Semi Langsung

Fungsi penyediaan fisik yaitu fungsi yang berkaitan dengan menyediakan barang dagangan dalam jumlah yang tepat. Fungsi penyediaan fisik meliputi:

a. Fungsi pengumpulan

Yaitu usaha mencari berbagai jenis barang dari sumber yang sama, atau mencari barang dengan jenis yang sama tetapi diperoleh dari berbagai sumber.

b. Fungsi penyimpanan

Yaitu usaha untuk mengatur jumlah persediaan barang supaya bisa terjadi keseimbangan antara penawaran dengan permintaan.

c. Fungsi pemilahan

Yaitu usaha untuk mengelompokkan barang berdasarkan jenis dan mutunya.

d. Fungsi pengangkutan

Yaitu usaha yang dilakukan untuk memindahkan barang dari tempat produsen hingga akhirnya sampai kepada konsumen.

3. Fungsi Penunjang

Fungsi penunjang yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya memberikan fasilitas kepada fungsi-fungsi lain agar kegiatan distribusi bisa berlangsung makin lancar. Fungsi penunjang di antaranya:

a. Fungsi pelayanan

Yaitu usaha yang dilakukan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

b. Fungsi pembelanjaan

Yaitu segala usaha yang berkaitan dengan pengadaan dana, penggunaan dana, sumber dana, dan menetapkan jumlah dana yang dibutuhkan.

c. Fungsi penyebaran informasi

Yaitu usaha yang berkaitan dengan memperkenalkan barang, mencari tahu produsen yang memproduksi barang tertentu, dan menentukan dari sumber mana barang tersebut harus dibelinya.

d. Fungsi koordinasi

Yaitu usaha untuk mengoordinasi semua saluran yang terkait dalam kegiatan distribusi untuk mempermudah dalam pengembangan dan tindak lanjut dari kegiatan distribusi itu sendiri.

Sistem dan Saluran Distribusi

Sistem distribusi adalah suatu cara yang ditempuh produsen dalam menyalurkan barang kepada konsumen. Sistem distribusi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1. Distribusi langsung

Distribusi Langsung

Yaitu proses penyaluran barang dari produsen langsung kepada konsumen, tanpa menggunakan perantara. Dengan kata lain, produsen menjual sendiri hasil produksinya. Misalnya pedagang pempek.

2. Saluran distribusi semi langsung

Yaitu kegiatan menyalurkan barang atau jasa langsung melalui pihak atau toko yang dimiliki produsen itu sendiri. Sebagai contoh, PT Garuda Indonesia menjual tiket jasa angkutan pesawat terbang melalui agen resminya.

3. Saluran distribusi tak langsung

Yaitu proses penyaluran barang dari produsen kepada konsumen dengan melalui para penyalur (distributor). Dalam melakukan saluran distribusi tak langsung, produsen dapat menggunakan perantara seperti agen, koperasi, atau makelar.

Dalam kegiatan penyaluran barang dari produsen kepada konsumen dapat dilakukan dengan menggunakan saluran distribusi pendek maupun saluran distribusi panjang.

Saluran distribusi pendek berarti penyaluran barang secara langsung dari produsen ke konsumen. Sedangkan, saluran distribusi panjang adalah penyaluran barang dari produsen kepada konsumen dengan menggunakan perantara. Panjang dan pendeknya saluran distribusi ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini:

  1. Sifat barangnya.
  2. Luasnya daerah pemasaran.
  3. Jumlah barang yang dihasilkan.
  4. Sarana komunikasi dan transportasi yang tersedia.
  5. Biaya pengangkutan.

Etika Ekonomi dalam Distribusi Barang dan Jasa

Etika ekonomi dalam distribusi barang dan jasa merupakan pedoman bagi pelaksanaanya, di mana di dalamnya berisi asas-asas yang berprinsip pada pemerataan keadilan. Etika ekonomi dalam pendistribusian barang atau jasa meliputi hal-hal sebagai berikut:

Baca juga : Perdagangan Internasional

  1. Terwujudnya pemerataan dan keadilan.
  2. Barang yang didistribusikan adalah barang yang dibutuhkan atau diminati konsumen.
  3. Terhadap barang yang berupa makanan, maka harus ditetapkan tanggal kadaluwarsanya agar jangan sampai konsumen mengonsumsi makanan yang sudah rusak.
  4. Barang dan jasa yang ditawarkan harus jelas tingkat kegunaan dan manfaatnya.
  5. Memberikan jaminan risiko atas barang yang didistribusikan.

Dengan etika ekonomi dalam kegiatan distribusi, maka akan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik produsen, konsumen, maupun distributor.

Leave a Reply