Ekosistem: Pengertian, Komponen, Hubungan, dan Jenis

Dalam materi kali ini mengenai ekosistem, mungkin diantara kalian ada yang sudah mengetahui dan paham mengenai materi ekosistem yang satu ini.

Pernahkah kamu melihat acara televisi yang menceritakan tentang kehidupan hewan di alam liar? Contohnya kehidupan harimau di padang rumput. Di situ terlihat jelas bagaimana cara harimau memburu mangsanya dan bagaimana pula cara mereka berinteraksi dengan lingkungan. Seperti harimau tersebut, semua makhluk hidup selalu membutuhkan makanan dan tempat tinggal. Adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan telah menciptakan sebuah ekosistem.

Pengertian Ekosistem dan Contohnya

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan ekosistem? Ekosistem memiliki komponen-komponen. Apabila suatu makhluk hidup memiliki satuan terkecil berupa sel, maka satuan terkecil dari ekosistem adalah satu makhluk hidup.

Baca juga: Pengertian Makhluk Hidup beserta 8 Ciri dan Klasifikasinya

Makhluk hidup dengan lingkungan merupakan satu kesatuan fungsional yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya disebut ekosistem. Manusia merupakan komponen ekosistem yang dapat berpotensi sebagai penyelamat dan perusak. Tentu kamu dapat memberikan contoh berbagai aktivitas manusia yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan hidup → (Baca juga: Pencemaran Lingkungan – Pengertian, Macam, dan Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan).

Komponen Penyusun Ekosistem

Ekosistem terdiri atas komponen abiotik dan komponen biotik. Komponen biotik ekosistem adalah makhluk hidup yang menyusun suatu ekosistem, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Sedangkan, komponen abiotik merupakan benda-benda tak hidup dalam suatu ekosistem, seperti cahaya, tanah, air, suhu, dan udara. komponen abiotik dan biotik saling memengaruhi.

1. Komponen Biotik

Komponen biotik sangat beraneka ragam. Setiap komponen memiliki peranan tertentu yang membuat kehidupan dalam ekosistem seimbang. Peranan itu berkaitan dengan cara makhluk hidup memenuhi kebutuhan makanannya. Berdasarkan peranannya komponen-komponen biotik dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu produsen (penghasil), konsumen (pemakai), dan dekomposer (pengurai).

a. Produsen (penghasil)

Produsen adalah komponen biotik pada ekosistem yang mampu menghasilkan makanannya sendiri. Makhluk hidup yang mampu menghasilkan makanan sendiri merupakan makhluk hidup yang selnya memiliki klorofil. Makhluk hidup yang memiliki klorofil seperti fitoplankton di perairan sampai tumbuhan tingkat tinggi. Dengan bantuan cahaya matahari, produsen mampu mengubah karbon dioksida dan air menjadi cadangan makanan melalui fotosintesis. Energi yang digunakan dalam fotosintesis diperoleh dari energi matahari, sehingga matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan di bumi. Bakteri yang hidup di lautan dalam dapat mengambil energi dari bahan-bahan kimia yang ada di sekitarnya untuk melakukan kemosintesis. Sehingga bakteri ini juga termasuk produsen.

Baca juga: Kingdom Plantae (Tumbuhan) – Ciri, Klasifikasi, Jenis beserta Contohnya

Proses fotosintesis dan kemosintesis menghasilkan gula sederhana. Gula sederhana ini digunakan untuk menyusun komponen-komponen sel, menghasilkan energi, dan sebagian digunakan sebagai cadangan makanan. Bila produsen dimakan oleh makhluk hidup lain, maka terjadi perpindahan makanan dari produsen ke hewan tersebut. Jadi hanya produsen yang membuat makanan sendiri dan dikatakan bersifat autotrof.

b. Konsumen

Konsumen merupakan kelompok makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannnya sendiri. Kelompok tersebut meliputi hewan, manusia, dan tumbuhan tidak berkrolofil. Untuk memperoleh makanannya, konsumen sangat bergantung pada produsen, baik secara langsung maupun tidak langsung. Karena tidak dapat membuat makanan sendiri dan selalu bergantung pada makhluk hidup lain, maka konsumen bersifat heterotrof.

Konsumen merupakan Komponen Biotik Ekosistem

Di dalam ekosistem, makhluk hidup yang langsung memakan tumbuhan berkedudukan sebagai konsumen tingkat I. Konsumen tingkat satu biasanya diduduki hewan herbivora. Makhluk hidup yang memakan hewan pemakan tumbuhan disebut konsumen tingkat II, biasanya dilakukan hewan karnivora. Makhluk hidup yang memakan konsumen tingkat dua disebut konsumen tingkat III, dan seterusnya. Sebagai contoh, rumput dimakan oleh rusa, rusa dimakan oleh harimau. Rumput adalah produsen, rusa adalah konsumen tingkat I, dan harimau adalah konsumen tingkat II.

c. Pengurai

Pengurai (dekomposer) adalah komponen biotik yang bertugas menguraikan kembali zat-zat makanan yang terdapat pada makhluk hidup yang telah mati. Makhluk hidup yang berperan sebagai pengurai adalah bakteri dan jamur yang bersifat saprofit. Dengan adanya bakteri dan fungi saprofit, hewan dan tumbuhan yang mati dibusukkan. Zat-zat yang menyusun tubuh diuraikan menjadi zat sederhana dan dikembalikan ke lingkungan abiotik. Zat-zat tersebut akan diperlukan tumbuhan untuk melanjutkan kehidupannya. Dengan demikian, di lingkungan kita tidak terjadi penumpukan sampah organik yang berasal dari hewan dan tumbuhan yang telah mati.

2. Komponen Abiotik

Abiotik berasal dari dua kata, yaitu a tidak atau tampa dan biotik yang berarti hidup. Sehingga komponen abiotik ekosistem terdiri dari semua benda tak hidup yang ada di sekitar makhluk hidup. Contohnya air, cahaya, suhu, pH, kelembapan, udara, dan lain sebagainya.

a. Air

Baca juga: Sumber Daya Alam

Air sangat diperlukan oleh makhluk hidup. Air menjadi kebutuhan yang tak tergantikan bagi makhluk hidup. Hal ini karena air berfungsi sebagai pelarut zat-zat yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Contohnya adalah daerah gurun yang kandungan airnya sedikit mempunyai jenis hewan dan tumbuhan yang sangat berbeda dengan daerah hutan hujan tropis. Hewan dan tumbuhan juga beradaptasi untuk menyesuaikan dengan keadaan air di lingkungannya. Contohnya kaktus yang hidup di gurun pasir daunnya mengalami modifikasi menjadi duri untuk mengurangi penguapan. Selain itu, air juga berperan sebagai habitat dari berbagai makhluk hidup dalam ekosistem perairan. Pada ekosistem darat, air berperan dalam menentukan kelembapan udara.

b. Cahaya matahari

Cahaya matahari merupakan sumber tenaga (energi) bagi makhluk hidup di bumi. Cahaya matahari digunakan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Hasil fotosintesis berupa cadangan makanan yang merupakan sumber energi bagi makhluk hidup yang memakannya. Selain itu cahaya matahari juga memengaruhi suhu bumi menjadi sesuai untuk kehidupan berbagai makhluk hidup. Oleh karena itu kamu akan menjumpai kehidupan yang berbeda pada daerah yang banyak mendapat cahaya matahari yaitu daerah tropis, dibandingkan daerah yang sedikit mendapat cahaya matahari yaitu daerah kutub.

c. Suhu

Terkadang kita merasakan hawa yang panas, namun terkadang suatu saat kita juga merasa kedinginan. Semuanya itu disebabkan perubahan suhu. Saat suhu lingkungan naik maka kita akan merasa gerah, namun saat suhu lingkungan turun kita merasa dingin. Suhu lingkungan sangat memengaruhi kehidupan makhluk hidup. Setiap makhluk hidup memerlukan suhu lingkungan tertentu. Maka dari itu perubahan suhu lingkungan akan sangat berpengaruh. Suhu yang sesuai menyebabkan makhluk hidup dapat hidup.

d. pH

pH merupakan derajat keasaman. Lingkungan ada yang memiliki pH asam dan ada yang memiliki pH basa. Beberapa makhluk hidup dapat bertahan hidup dalam keadaan asam, lainnya dalam kondisi netral atau lebih bersifat basa. Umumnya, tanaman peka terhadap perubahan pH.

e. Kelembapan

Kelembapan penting karena dapat memengaruhi kecepatan penguapan air dari permukaan tubuh organisme yang selanjutnya, memengaruhi kemampuannya untuk bertahan terhadap kekeringan.

f. Udara

Udara diperlukan oleh makhluk hidup untuk bernapas, karena di dalam udara terkandung gas karbon dioksida yang diperlukan oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Udara yang bergerak akan menjadi angin. Angin dapat memengaruhi penyebaran beberapa makhluk hidup. Seperti penyebaran bunga dan rumput-rumputan.

g. Tanah

Tanah berperan sebagai tempat hidup berbagai makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Selain itu, di dalam tanah terkandung bahan-bahan mineral yang menyebabkan tumbuhan dapat hidup dengan subur.

Hubungan Antarkomponen Ekosistem

Di dalam ekosistem, antara komponen-komponen terjadi interaksi dalam bentuk hubungan timbal balik. Interaksi tersebut dapat terjadi antara komponen biotik dengan abiotik dan antarkomponen biotik. Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik komponen abiotik dan biotik dalam ekosistem disebut ekologi. Istilah ekologi pertama kali diperkenalkan oleh ahli biologi asal Jerman bernama Ernest Haeckel (1834-1919). Dalam suatu ekosistem hubungan antarkomponen saling memengaruhi dan berlangsung sangat erat. Oleh karena itu kerusakan atau gangguan pada satu komponen dapat menyebabkan kerusakan seluruh ekosistem.

1. Hubungan antara Komponen Abiotik dan Biotik

Beberapa komponen abiotik sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan. Misalnya, suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin akan menghambat pertumbuhan, atau bahkan menimbulkan kematian pada tumbuhan ataupun hewan.

Pengaruh komonen biotik terhadap komponen abiotik misalnya, cacing tanah yang membuat struktur tanah menjadi berongga-rongga sehingga tanah banyak mengandung udara. Udara di dalam tanah selain membantu proses penyerapan zat-zat hara oleh akar tanaman juga menyebabkan hidupnya mikroorganisme tertentu. Misalnya, beberapa jenis bakteri yang menguntungkan tanaman. Tanah yang gembur secara umum merupakan tanah yang cukup udara dan merupakan tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Komponen biotik sangat memerlukan komponen abiotik. Misalnya, makhluk hidup memerlukan oksigen untuk bernapas, tumbuhan hijau memerlukan karbon dioksida, air dan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis.

2. Hubungan Antarkomponen Biotik

Hubungan antarkomponen biotik dapat menimbulkan hubungan timbal balik yang saling memengaruhi satu sama lain. Berikut ini beberapa hubungan antarkomponen biotik.

a. Rantai Makanan

Di dalam komunitas, beberapa populasi saling berhubungan saling berinteraksi. Jika bentuk interaksi tersebut merupakan peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu maka disebut dengan rantai makanan. Misalnya saja di dalam komunitas sawah terdapat padi, tikus, ular, dan burung elang. Padi sebagai tumbuhan hijau disebut produsen, karena padi merupakan sumber makanan bagi herbivora. Di sawah tikus berperan sebagai herbivora atau biasa kita sebut konsumen I, selanjutnya tikus akan dimakan ular, maka ular merupakan karnivora yang juga disebut konsumen II. Jika ular dimakan elang, maka elang merupakan konsumen III. Jadi bisa kita simpulkan urutan rantai makan yaitu Produsen – Konsumen I – Konsumen II – Konsumen III.

b. Jaring-jaring Makanan

Rantai makanan yang satu berhubungan dengan rantai makanan yang lain sehingga membentuk jaring-jaring makanan. Ini terjadi karena satu jenis produsen tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis konsumen I (herbivora). Sebaliknya, satu jenis herbivora tidak selalu memakan hanya satu jenis produsen, dan satu jenis karnivora tidak selalu makan satu jenis herbivora. Misalnya, padi tidak hanya dimakan oleh tikus, bisa saja dimakan burung, belalang atau hewan lainnya. Akibatnya, rangkaian makan dan dimakan dalam suatu ekosistem menjadi sangat kompleks.

c. Piramida Makanan

Piramida Makanan Komponen Biotik Ekosistem

Piramida makanan adalah suatu piramida yang menggambarkan energi dari produsen dan rasio komposisi jumlah biomassa sampai ke konsumen teratas dalam suatu ekosistem. Komposisi biomassa terbesar ditemukan pada produsen yang berada di dasar piramida. Jumlah energi terbesar adalah di dasar piramida. Komposisi energi makin ke atas maka akan semkin kecil, karena selama proses perpindahan energi terjadi penyusutan jumlah energi.

Piramida makanan ada yang mempunyai satu puncak dan ada yang mempunyai lebih dari satu puncak. Piramida makanan terbentuk jika dalam suatu ekosistem hanya ada satu populasi makhluk hidup yang menjadi konsumen tertinggi atau terakhir.

d. Aliran Energi

Energi di alam tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Inilah yang disebut Hukum Kekekalan Energi. Cahaya matahari adalah energi utama di bumi ini. Energi alam berturut-turut mengalami perpindahan dari cahaya matahari, produsen, konsumen, dan pengurai. Energi cahaya matahari oleh produsen diubah menjadi energi kimia pada proses fotosintesis dan disimpan dalam bentuk cadangan makanan.

Sebagian kecil energi yang digunakan di dalam tubuh makhluk hidup, dan sebagian besar hilang sebagai panas yang lepas ke alam bebas. Jika tumbuhan dan hewan mati, maka energi yang terikat dalam senyawa di tubuhnya akan lepas juga, yaitu setelah senyawa itu mengalami perombakan oleh pengurai. Jadi, aliran energi merupakan perpindahan energi satu arah dari cahaya matahari, produsen, konsumen I, konsumen II, konsumen III, dan seterusnya. Pada setiap tingkatan tropik terjadi penyusutan energi.

Jenis-jenis Ekosistem

Jenis-jenis Ekosistem

Ekosistem terbagi menjadi 2 jenis, yaitu ekosistem darat dan ekosistem air.

  1. Ekosistem Air (Akuatik), Contoh: ekosistem air laut, ekosistem air tawar, ekosistem kolam
  2. Ekosistem Darat (Terestrial), Contoh: bioma taiga, bioma gurun, bioma padang rumput, bioma savana, bioma hutan hujan tropis, bioma tundra, bioma hutan gugur.

Demikian pembahasan tentang ekosistem kali ini, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply