Iman kepada Qada dan Qadar

Iman kepada Qada dan Qadar – Setiap manusia diciptakan berbeda satu sama lainnya. Perbedaan tersebut bukan untuk dijadikan bahan mengolok-olok, tetapi untuk disyukuri dan diambil hikmahnya. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sungguh Allah Swt. telah menciptakan manusia dalam bentuk terbaik dari semua makhluk-Nya. Allah Swt. menghendaki semua manusia hidup dalam keadaan kebaikan dan kebahagiaan. Oleh karena itu kita harus berprasangka baik atas semua takdir yang kita terima.

Misalnya, saat kita sakit maka kita terima dengan sabar, segera ikhtiar dengan berobat. Rasulullah saw. mengajarkan kepada kita untuk memperbanyak istigfar dan berdoa supaya diberi kesembuhan.

Mengapa kamu harus memahami pengertian beriman kepada qada dan qadar? Karena dengan pengertian ini akan memperlengkapi untuk menavigasi lautan kehidupan. Mengajarkan tentang penerimaan dan rasa syukur. Untuk lebih kanjut mengenai arti qada dan qadar, yuk simak penjelasannya.

Pengertian Qada dan Qadar

  • Pengertian Qada

Arti Qada menurut bahasa adalah hukum, ketetapan, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan. Qada artinya ketetapan Allah Swt. sejak zaman azali, yaitu zaman sebelum adanya alam semesta, sesuai dengan iradah-Nya (kehendak) tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk.

  • Pengertian Qadar

Arti Qadar menurut bahasa adalah kepastian, peraturan, dan ukuran. Qadar berasal dari kata yuqaddiru, qaddara, taqdiiran, yang berarti penentuan. Adapun pengertian qadar dalam islam adalah perwujudan ketetapan Allah Swt. terhadap semua makhluk dalam kadar dan bentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya.

Qada dan Qadar adalah satu kesatuan, karena qada merupakan ketetapan dari Allah Swt., sedangkan apabila ketetapan itu telah menjadi kenyataan dan dialami oleh makhluk Allah maka itulah yang disebut qadar. Sehingga qada dan qadar sebenarnya tidak dapat diartikan secara sendiri-sendiri karena satu sama lain saling berhubungan.

Iman kepada Qada dan Qadar

Iman artinya percaya, yakin atau meyakini sesuatu. Iman kepada qada dan qadar adalah percaya dan meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini yang berkaitan dengan kehidupan manusia seperti rezeki, jodoh dan kematian; kejadian di alam semesta seperti terbitnya matahari dari timur, turunnya hujan di bulan Desember, senja di sore hari, semua itu merupakan takdir atau ketetapan dari Allah sejak zaman Azali.

Allah Swt. berfirman dalam surah ar-Ra'd ayat 8

ٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَىْءٍ عِندَهُۥ بِمِقْدَارٍ

Artinya: “Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.”

(Q.S ar-Rad: 8)

Iman kepada qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke 6. Sebagai seorang muslim, maka wajib hukumnya untuk percaya dan mengimani qada dan qadar. Selalu berpikir positif bahwa yang terjadi pada dirinya adalah ketetapan dari Allah. Hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan kepadanya. Allah memiliki takdir terbaik bagi setiap hambanya.

Terdapat dalil tentang qada dan qadar dalam Al-Qur’an dan hadis.

Dalil-dalil dari Al-Qur'an. di antaranya:

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

Artinya: “Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.”

(Q.S. al-Hijr[15]: 21)

Dalil-dalil iman kepada qada dan qadar dari hadis

Sabda Nabi muhammad saw. sebagaimana yang terdapat dalam hadis berikut.

Artinya: iman itu, engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan takdir baik dan buruk (qada dan qadar)

(H.R. Muslim)

  • Pengertian Takdir

Takdir adalah ketentuan suatu peristiwa yang terjadi di alam semesta ini yang mencakup semua sisi peristiwa, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat, dan waktunya. Dengan demikian segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini memiliki takdir, termasuk manusia.

Apapun yang telah terjadi pada seseorang, itulah yang disebut takdir dan hal tersebut tidak dapat kita ingkari. Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga beriman kepada qadar yang baik maupun yang buruk” (H.R. Ahmad)

Takdir Muallaq dan Takdir Mubram

Qada dan Qadar sering juga diistilahkan dengan takdir Allah Swt.. Takdir ada yang mutlak berada dalam kuasa Allah Swt. dan tidak bisa dielakkan. Ada pula ketentuan Allah swt. yang dapat berubah melalui usaha makhluk dengan izin Allah swt.. Dengan demikian, takdir dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Takdir Muallaq

Muallaq secara bahasa artinya sesuatu yang digantungkan. Takdir muallaq yaitu ketentuan Allah Swt. yang mencakup peran manusia melalui upaya atau usahanya. Manusia diberi peran untuk berupaya, hasil akhirnya akan ditentukan oleh Allah Swt. Perhatikan firman Allah berikut ini:

…… ۗإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ…..

Artinya: “….Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” (Q.S. Ar-Ra’d[13]: 11)

Keberadaan takdir muallaq menyebabkan manusia harus berusaha untuk menggapai cita-cita. Manusia dapat mengusahakan apa yang diinginkan dengan maksimal yang disertai dengan doa, sedangkan hasil akhirnya tetap menurut kehendak dan izin dari Allah swt.. Allah swt. hanya akan menunda keputusan dan menggantungkannya kepada usaha manusia sendiri.

Berikut ini adalah contoh-contoh takdir muallaq:

1. Kepandaian

Salah satu contoh Takdir Muallaq yaitu Kepandaian

Seseorang yang ingin menjadi pintar maka harus berusaha mencapainya. Upaya-upaya ini termasuk antara lain dengan cara rajin belajar dan disiplin membagi waktu.

2. Kesehatan

Salah satu contoh Takdir Muallaq yaitu Kesehatan

Seseorang yang ingin sehat maka harus berusaha dengan cara berolah raga secara teratur, menjaga pola makan dan nutrisi serta menjaga kebersihan. Jika kamu melakukan upaya ini maka tubuh akan sehat.

3. Kemakmuran

Kemakmuran bisa diraih dengan kreatif, giat belajar, pantang menyerah, hemat dan rajin menabung. Agar seseorang menjadi pandai, sehat, dan hidup makmur maka harus berusaha meraihnya, bukannya pasrah menunggu nasib. Tidak mungkin seseorang menjadi sehat kalau tidak pernah berolah raga, tidak mungkin seseorang menjadi pandai kalau malas belajar, tidak mungkin seseorang menjadi kaya kalau malas bekerja. Jadi meskipun Allah Swt. telah menentukan segalanya, manusia tetap harus berusaha mengubah nasibnya.

2. Takdir Mubram

Arti mubram menurut bahasa yaitu sesuatu yang tidak dapat dielakkan atau sudah pasti. Jadi, takdir mubram adalah ketentuan mutlak dari Allah Swt. yang pasti berlaku dan manusia tidak diberi peran untuk mewujudkannya. Contoh takdir mubram di antaranya ajal, panjang/pendek usia, jenis kelamin manusia, gaya gravitasi, api memiliki sifat panas, bumi berbentuk bulat, kejadian kiamat dan sebagainya. Takdir mubram merupakan ketentuan mutlak dari Allah swt. yang pasti berlaku untuk semua makhluk-Nya. Allah swt. berfirman:

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.’ Bagi setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (Q.S. Yunus [10]: 49)

Penciptaan alam semesta dan seluruh isinya telah ditetapkan oleh Allah swt. dengan ukuran-ukuran tertentu sesuai dengan kehendak Allah swt.. Misalnya yang berkaitan dengan sifat air yang mengalir dari atas ke bawah, planet yang beredar dalam orbitnya, dan berbagai ukuran serta sifat lainnya.

Hikmah Beriman kepada Qada dan Qadar

Allah swt. dan rasul-Nya menempatkan iman kepada qada dan qadar sebagai salah satu rukun yaitu rukun iman yang keenam. Sebagai seorang muslim, kita harus dapat meyikapi qada dan qadar dengan iman yang teguh. Keimanan seseorang tidak akan sempurna apabila tidak beriman kepada qada dan qadar.

Seseorang yang memiliki keyakinan terhadap qada dan qadar merupakan orang yang memiliki ketaatan yang tinggi, sebab ketentuan Allah swt. menyangkut hidup di dunia dan akhirat. Seseorang yang memiliki keimanan kepada takdir Allah swt. akan mendapat beberapa hikmah, antara lain sebagai berikut. Hikmah Iman kepada Qada dan Qadar.

1. Menjauhkan Diri dari Sifat Sombong dan Putus Asa

Orang yang tidak beriman kepada qada dan qadar, jika memperoleh kesuksesan, ia menganggap itu semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Dia juga merasa dirinya hebat. Ketika dia mengalami kegagalan, dia dengan mudah mengeluh dan berputus asa, karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah swt.

2. Memupuk Sifat Optimis dan Giat Bekerja

Manusia tidak mengetahui takdir yang akan terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan baik dan beruntung. Keberhasilan tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh karena itu, orang yang beriman kepada qada dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.

3. Menenangkan Jiwa

Orang yang beriman kepada qada dan qadar senantiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah swt. kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Ketika gagal atau terkena musibah, ia bersabar dan mencoba lagi.

4. Melatih Diri untuk Banyak Bersyukur dan Bersabar

Bersyukur merupakan Contoh Kita beriman kepada Qada dan Qadar

Orang yang beriman kepada qada dan qadar, jika mendapat kesuksesan, maka ia akan bersyukur, karena kesuksesan itu merupakan nikmat Allah swt. yang harus disyukuri. Sebaliknya, jika gagal atau terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut adalah ujian.

Ketentuan iman kepada qada dan qadar, seharusnya memberikan dampak yang positif dalam hidup manusia. Sebagai makhluk, kekuasaan manusia sangat terbatas. Dengan demikian, dalam memenuhi keinginannya tidak cukup mangandalkan kemampuan dan kekuatan dirinya sendiri. Adanya takdir Allah swt. akan menagantarkan sikap yang positif untuk selalu berbaik sangka terhadap ketentuan Allah swt., optimis dalam menjalani hidup, dan tidak mudah berkeluh kesah saat mendapatkan musibah. Pada akhirnya iman kepada qada dan qadar menumbuhkan pribadi yang bertanggung jawab, berani, dan percaya diri.

Leave a Reply