Kebutuhan Hidup Manusia

Keinginan manusia yang harus dipenuhi, dalam ilmu ekonomi disebut kebutuhan. Contoh kebutuhan hidup manusia meliputi kebutuhan lain yaitu minuman, makanan, pendidikan, kesehatan, pakaian, perumahan, rekreasi atau hiburan. Kebutuhan hidup manusia itu bermacam-macam dan jumlahnya tidak terbatas. Artinya, jika suatu jenis kebutuhan dapat dipenuhi, maka akan timbul kebutuhan lain yang lebih tinggi tingkatannya. Oleh karena itu manusia mempunyai sifat selalu ingin meningkatkan kualitas hidupnya, maka manusia selalu bekerja untuk meningkatkan penghasilannya. Kebutuhan hidup manusia dapat terpenuhi jika manusia memiliki suatu pekerjaan. Apa itu kebutuhan? Simak penjelasan mengenai pengertian dan jenis-jenis kebutuhan manusia di bawah ini.

Pengertian Kebutuhan

Manusia mempunyai kebutuhan dan keinginan, lalu apa bedanya kebutuhan dan keinginan?

Kebutuhan adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh kita sebagai manusia, sehingga kita dapat mencapai kebahagiaan (kesejahteraan). Jika ada di antara salah satu dari kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka manusia akan merasa tidak sehat atau kurang sejahtera. Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa kebutuhan adalah sesuatu yang masih ada, karena tanpanya hidup kita menjadi kurang bahagia atau setidaknya kurang sejahtera.

Adapun, keinginan adalah suatu tambahan atas kebutuhan sehingga manusia tersebut akan merasa lebih puas. Namun, jika keinginannya tidak terpenuhi, maka kesejahteraannya sebenarnya tidak berkurang. Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dapat dilihat dari segi fungsinya. Jadi, keinginan bisa dibilang tambahan saja dari fungsi utamanya.

Sebagai contoh, makan adalah kebutuhan pokok. Tidak hanya manusia, setiap makhluk hidup butuh makan. Makan akan memberikan kesehatan dan energi bagi manusia, jadi makan makanan yang bergizi merupakan kebutuhan kita semua. Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi bagi tubuh. Sedangkan untuk memberi rasa yang sedap merupakan fungsi tambahan saja. Jadi, makan makanan yang baik adalah keinginan, bukan kebutuhan. Namun, bukan berarti kita tidak boleh mengonsumsi makanan yang lezat (sedap) ya. Hanya saja kita perlu mempertimbangkannya apakah sesuai dengan kesanggupan kita atau akan menyusahkan kita karena kebutuhan pokok tidak terpenuhi.

Jenis-jenis Kebutuhan Hidup Manusia

Secara umum, kebutuhan manusia dibagi menjadi tiga golongan.

1. Kebutuhan Hidup Manusia Menurut Tingkatannya

Berdasarkan tingkatannya, kebutuhan hidup manusia dibagi menjadi dua, yaitu kebutuhan pokok (primer) dan kebutuhan tambahan.

a. Kebutuhan Primer (pokok)

Makanan merupakan Kebutuhan Pokok
Makanan merupakan Kebutuhan Pokok
Pakaian juga termasuk Kebutuhan Pokok
Pakaian juga termasuk Kebutuhan Pokok

Kebutuhan primer (pokok) adalah kebutuhan hidup manusia yang pemenuhannya tidak dapat ditangguhkan. Karena apabila ditunda akan menggangu kelangsungan hidup manusia. Contohnya: kebutuhan pokok makanan, pakaian, dan perumahan.

b. Kebutuhan Tambahan

Kebutuhan tambahan adalah kebutuhan hidup manusia yang pemenuhannya dapat ditangguhkan. Kebutuhan tambahan dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:

Alat-alat Rumah Tangga merupakan Kebutuhan Sekunder
Peralatan Rumah Tangga termasuk ke dalam Kebutuhan Sekunder
  • Kebutuhan sekunder, disebut juga kebutuhan nomor dua. Kebutuhan ini termasuk kebutuhan penting terhadap benda-benda yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi masih bisa ditangguhkan karena tidak mengancam kebutuhan hidup. Contohnya: alat-alat rumah tangga, seperti televisi, radio, kursi, dan peralatan rumah tangga lainnya.
  • Kebutuhan tersier, adalah kebutuhan yang sifatnya hiburan belaka, boleh dipenuhi ataupun tidak. Misalnya, rekreasi.
  • Kebutuhan mewah, adalah kebutuhan yang sifatnya khusus, yang dapat dipenuhi atau dapat dijangkau oleh orang-orang tertentu. Misalnya, rumah mewah, peralatan rumah tangga yang mewah, mobil mewah, dan sebagainya.

2. Kebutuhan Menurut Waktunya

Kebutuhan menurut waktunya dibagi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut.

  • Kebutuhan yang sekarang, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga, tidak bisa ditunda lagi. Misalnya: minuman, makanan, dan tempat tinggal.
  • Kebutuhan yang akan datang, yaitu kebutuhan yang masih bersifat cadangan saja. Misalnya: pendidikan, deposito, tabungan.

3. Kebutuhan Menurut Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, kebutuhan dibagi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut.

  • Kebutuhan rohani, yaitu kebutuhan dengan hal-hal yang bersifat rohaniah, seperti: agama, kasih sayang, pendidikan, hiburan.
  • Kebutuhan jasmaniah, merupakan kebutuhan yang memiliki bentuk dan berwujud, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan materi atau kebendaan. Misalnya, makanan, minuman, pakaian, perumahan.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Hidup Manusia

Meskipun kebutuhan hidup manusia cukup banyak, tetapi jika di telusuri dengan saksama ternyata setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda. Perbedaan tingkat kebutuhan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.

1. Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi seseorang sangat memengaruhi tingkat kebutuhan. Artinya, orang yang tingkat kebutuhannya tinggi (kaya) dengan orang yang tingkat kebutuhannya rendah (miskin) antara keduanya berbeda dalam memenuhi tingkat kebutuhan, yang kaya cenderung lebih banyak kebutuhannya dibanding dengan yang miskin.

2. Faktor Pendidikan

Tinggi rendahnya pendidikan akan memengaruhi sebuah keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin banyak pula kebutuhan yang harus dipenuhi.

3. Faktor Fisik

Kondisi fisik seseorang akan memengaruhi sebuah keinginan, misalnya orang yang berbadan kurus, gemuk, tinggi, pria maupun wanita, dari perbedaan ini akan menyebabkan perbedaan keinginan. Anak perempuan membutuhkan boneka sedang anak laki-laki membutuhkan mobil-mobilan.

4. Faktor Lingkungan Sosial Budaya

Manusia yang ada di dunia mempunyai karakter dan adat istiadat yang berbeda, misalnya keanekaragaman agama, suku, tempat tinggal, dan bahasa. Ada yang tinggal di pedesaan, perkotaan, di pantai, pegunungan. Perbedaan sosial budaya inilah yang menyebabkan perbedaan keinginan.

Sedangkan, keinginan dalam diri seseorang timbul karena didorong oleh beberapa faktor, antar lain sebagai berikut.

1. Keinginan Manusia untuk Hidup dan Mempertahankan Diri

Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah berusaha mempertahankan keberadaannya dan berusaha mempertahankan dirinya dari hal-hal yang membahayakan dan mengancam keselamatan dirinya. Agar dapat hidup dengan baik, maka timbulah kebutuhan-kebutuhan hidup manusia di antaranya sebagai berikut.

  • Jika manusia lapar, muncul kebutuhan makan
  • Jika manusia sakit, muncul kebutuhan berobat, dsb

2. Keinginan Manusia untuk Berkembang Biak

Setelah dapat mempertahankan kehidupannya, maka manusia berusaha untuk mengembangkan jenis dan keturunannya dengan cara berkembang biak (berketurunan). Dengan adanya generasi yang baru, maka kebutuhan manusia makin lama makin bertambah.

3. Kemajuan Zaman atau Peradaban Manusia

Coba bandingkan jumlah dan macam kebutuhan orang sekarang dengan orang pada zaman bahela. Jika dibandingkan, kebutuhan orang-orang sekarang jauh lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan orang zaman dulu. Dengan makin berkembangnya zaman, maka kebutuhan manusia juga makin bertambah baik dalam jenisnya maupun dalam jumlahnya. Sesuatu pada zaman dulu tidak dibutuhkan sekarang menjadi kebutuhan.

4. Harga diri atau Gengsi

Setelah kebutuhan primer, seperti makan, minum, pakaian dan perumahan dapat dipenuhi, orang akan berusaha memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan harga diri atau gengsinya. Contohnya, untuk dapat tampil menawan, para artis membutuhkan perawatan tubuh dan make up yang teratur.

Bagaimanakah perilaku manusia dalam bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?

Manusia sebagai makhluk ekonomi dan individu yang tidak lepas dari masyarakat sekitarnya. Berdasarkan maksud dan tujuan yang diinginkan, biasanya kerja sama yang dilakukan manusia dalam bentuk sebagai berikut.

1. Kerja Sama untuk Kepentingan Bersama

Perwujudan kerja sama untuk kepentingan bersama ini banyak terdapat dalam kehidupan masyarakat indonesia. Jiwa kebersamaan atau kekeluargaan ini dicerminkan dalam sikap kegiatan atau aktivitas dengan apa yang disebut gotong royong.

2. Kerja Sama yang Menguntungkan

Dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia tidak memiliki kemampuan yang sama. Misalnya, tidak semua orang bisa menjadi PNS, atau bekerja sebagai guru. Karena perbedaan itu menyebabkan kerjasama yang saling menguntungkan.

3. Kerja Sama yang Saling Menghormati dan Tidak Memaksakan Kehendak

Manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan selalu dibatasi norma-norma yang berlaku. Artinya, dalam berusaha memenuhi kebutuhan hidup manusia, tidak dibenarkan memaksakan kehendak, tetapi harus saling menghormati dan menghargai dengan yang lainnya.

Leave a Reply