Konsep Zat: Pengertian, Wujud, Sifat dan Perubahan Zat

Bagi kalian yang duduk di bangku sekolah SMP. Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan konsep zat. Namun, tak jarang dari kalian yang kurang memahami materi yang satu ini. Nah, untuk itu pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lengkap, yuk disimak penjelasannya.

Pengertian Zat

Zat (materi) atau benda adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Sedangkan massa merupakan ukuran yang menunjukan jumlah materi, yang menyusun benda tersebut. Berdasarkan susunannya, materi digolongkan menjadi dua, yaitu:

a). Zat Murni (zat tunggal)

Adalah materi yang seluruh bagiannya mempunyai sifat dan susunan yang sama, atau terdiri dari komponen pembentuk yang sejenis. Zat tunggal dapat berbentuk unsur dan senyawa.

b). Campuran

Campuran adalah gabungan beberapa materi dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia. Sifat asli materi pembentuk campuran ada yang masih dapat dibedakan satu sama lain, ada pula yang tidak dapat dibedakan. Campuran dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Campuran Homogen: zat penyusunnya bercampur secara merata dan biasa disebut sebagai larutan.
  2. Campuran Heterogen: zat-zat penyusunnya tidak bercampur secara merata. Campuran heterogen dibagi dua, yakni Suspensi (campuran dua zat atau lebih yang masih dapat dibesarkan) dan Koloid (campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi).

Wujud Zat

Wujud materi dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Wujud Zat
Wujud Padat, Cair, dan Gas

1. Zat Padat

Merupakan materi yang memiliki bentuk, volume tetap dan tersusun atas partikel-partikel yang rapat dan rapi. Contoh dari zat padat adalah: kaca, logam, kayu dan kertas.

Sifat-sifat zat padat, yaitu:

  1. Bentuknya tetap (tidak dipengaruhi wadahnya)
  2. Volumenya tetap
  3. Memiliki berat
  4. Menempati ruang
  5. Sukar dimampatkan (sukar kompresi), mempunyai massa jenis besar
  6. Gerak partikelnya bergetar (vibrasi)

2. Zat Cair

Merupakan materi yang memiliki bentuk yang berubah-ubah sesuai wadahnya tetapi volumenya selalu tetap dan tersusun atas partikel-partikel yang kurang renggang, dapat mengalir. Contoh dari zat cair, yaitu: air dan minyak.

Sifat-sifat zat cair, yaitu:

  1. Bentuknya berubah-ubah mengikuti wadahnya
  2. Volumenya tetap
  3. Permukaannya selalu datar
  4. Gerakan partikel zat cair yaitu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah
  5. Menekan ke segala arah
  6. Meresap melalui celah-celah kecil
  7. Sulit untuk dimampatkan, mempunyai massa jenis sedang

3. Zat Gas

Merupakan materi yang memiliki bentuk dan volume yang berubah-ubah dan tersusun atas partikel-partikel yang sangat jarang. Contoh dari zat gas, yaitu: oksigen, nitrogen dan argon.

Sifat-sifat zat gas, yaitu:

  1. Mengisi seluruh ruang
  2. Bentuk dan volumenya berubah-ubah
  3. Menempati ruang
  4. Mudah untuk dimampatkan, memiliki massa jenis sedang
  5. Menekan ke segala arah

Sifat Zat

Sifat-sifat materi digolongkan ke dalam sifat fisika dan sifat kimia.

1. Sifat Fisika

Sifat fisika adalah sifat yang berkaitan dengan penampilan atau keadaan fisik materi. Misalnya wujud, titik leleh, titik didih, daya hantar, warna, bau, volume, massa.

Sifat fisika materi dapat digolongkan ke dalam sifat ekstensif dan sifat intensif. Sifat ekstensif merupakan sifat yang bergantung pada jumlah materi. Misalnya massa dan volume. Adapun sifat intensif adalah sifat yang tidak bergantung pada jumlah materi. Misalnya warna, rasa, bau, massa jenis, titik leleh, titik didih, daya hantar, kemagnetan, kelarutan, dan kekerasan. Berikut ini penjelasan mengenai beberapa sifat fisika materi.

  • Massa menunjukan jumlah materi yang menyusun benda.
  • Volume adalah ukuran ruangan yang ditempati materi.
  • Massa jenis adalah hasil bagi antara massa dan volume materi. Secara matematika massa jenis dapat ditentukan dengan rumus: p= Massa : Volume.
  • Titik leleh atau titik beku adalah suhu ketika zat padat berubah menjadi zat cair atau sebaliknya.
  • Titik didih atau titik embun adalah suhu ketika cairan mendidih atau uap mengembun.
  • Daya hantar berhubungan dengan kemampuan materi untuk menghantarkan panas atau arus listrik.
  • Kemagnetan berhubungan dengan kemampuan materi (biasanya logam) untuk dipengaruhi oleh medan magnet.
  • Kelarutan berhubungan dengan kemampuan materi untuk melarut dalam sesuatu pelarut.
  • Kekerasan berhubungan dengan keras lunaknya suatu materi.

2. Sifat Kimia

Sifat kimia adalah sifat yang berkaitan dengan perubahan kimia yang dapat dialami materi tersebut. Semua sifat kimia tergolong sifat intensif, yaitu tidak bergantung pada jumlah materi. Misalnya mudah tidaknya terbakar, berkarat, dan bereaksi dengan zat lain.

Perubahan Zat

Perubahan zat dapat digolongkan ke dalam perubahan kimia dan perubahan fisika.

1. Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang bersifat tetap, karena wujud bendanya yang tidak dapat kembali seperti semula serta menghasilkan zat baru. Misalnya nasi menjadi basi, besi berkarat, buah membusuk.

Perubahan kimia disebut reaksi kimia. Jadi, bereaksi berarti berubah menjadi sesuatu yang baru. Misalnya, para peristiwa perkaratan. Besi dan oksigen (dari udara) bereaksi membentuk karat besi. Selanjutnya, materi yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan), sedangkan hasil reaksi disebut produk. Tidak setiap campuran zat dapat bereaksi. Hal itu bergantung pada sifat zat yang dicampurkan.

Pada umumnya, perubahan kimia (reaksi kimia) terjadi disertai oleh suatu perubahan yang dapat diamati, yaitu sebagai berikut.

  • Perubahan Warna merupakan petunjuk telah terbentuk materi baru. Memudarnya warna pakaian, perubahan warna daun dari hijau menjadi kuning, kertas koran yang menguning, menunjukan telah terjadi perubahan suatu reaksi kimia.
  • Perubahan Suhu, reaksi kimia selalu disertai pelepasan atau penyerapan energi. Reaksi yang melepaskan kalor disebut reaksi eksoterm, contoh eksoterm: pembakaran dan petasan meledak. Sedangkan reaksi endoterm merupakan reaksi yang menyerap kalor, contoh endoterm: perubahan beras menjadi nasi dan fotosintesis.
  • Pembentukan Endapan, reaksi yang menghasilkan endapan adalah reaksi kimia yang menghasilkan zat yang sukar larut dan mengendap.
  • Pembentukan Gas, perubahan yang menandai berlangsungnya reaksi kimia adalah pembentukan gas. Gas hasil reaksi dapat diamati berupa gelembung yang keluar dari campuran pereaksi.

2. Perubahan Fisika

Perubahan fisika adalah perubahan pada benda yang bersifat sementara, karena benda tersebut dapat dikembalikan wujudnya semula. Misalnya perubahan wujud, perubahan bentuk, pelarutan dan perubahan fisika lainnya.

A. Perubahan Wujud Zat

Terdapat tiga wujud materi, yaitu padat, cair, dan gas. Perubahan wujud terjadi karena pemanasan atau pendinginan. Ada enam macam perubahan wujud, yaitu:

Perubahan Wujud Zat
Perubahan Wujud Zat
  1. Mencair yaitu perubahan wujud padat menjadi cair. Contohnya: es saat berubah menjadi air ketika suhunya memanas.
  2. Membeku yaitu perubahan wujud cair menjadi padat. Contohnya: air yang berubah menjadi es ketika dalam suhu dingin.
  3. Menguap yaitu perubahan wujud benda cair menjadi gas. Contohnya: pada saat memasak air, air lama kelamaan akan menjadi uap air.
  4. Mengembun (kondensasi) yaitu perubahan wujud benda gas menjadi cair. Contohnya: titik air pada gelas yang berisi air es yang mencair.
  5. Menyublim yaitu perubahan wujud benda padat menjadi gas. Contohnya: kapur barus yang diletakkan pada udara terbuka, lama-kelamaan akan habis menjadi gas.
  6. Deposisi yaitu perubahan wujud benda gas menjadi padat. Contohnya: proses pembuatan amonium sulfat dan ammonium nitrat.

B. Perubahan Bentuk

Contoh: beras ditumbuk menjadi tepung, membuat meja dari balok kayu.

C. Pelarutan

Contoh: gula pasir dilarutkan dalam air.

D. Perubahan Fisika Lainnya

Contoh: lampu pijar menyala, mencuci pakaian dengan sabun.

Info

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sifat benda antara lain:

a). Pemanasan adalah pemberian panas pada suatu benda. Contohnya: air yang dipanaskan akan berubah manjadi uap air. Pemanasan pada air menyebabkan perubahan wujud dari cair menjadi gas pada air.

Pendinginan dan Pembakaran

b). Pendinginan, contohnya: air yang dimasukan ke dalam ruang bersuhu dingin, seperti lemari es, air akan membeku menjadi es. Peristiwa tersebut menunjukan perubahan wujud dari cair ke padat, dan disebut membeku.

c). Pembakaran, benda yang dibakar, atau mengalami kontak langsung dengan api akan mengalami perubahan sifat benda. Seperti dari bentuk, warna, kelenturan dan bau.

d). Pelapukan dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu:

  • Pelapukan fisika: pelapukan yang terjadi karena faktor cuaca, seperti angin, hujan, kelembaban, ombak laut, suhu, sinar matahari dan lain sebagainya. Contoh pelapukan ini: Batu yang keras akan lapuk karena terus menerus terkena air hujan dan sinar matahari.
  • Pelapukan biologi: pelapukan jenis ini terjadi karena hewan, mikroorganisme, lumut, juga jamur. Contoh pelapukan biologi: kayu yang lama kelamaan hancur karena ditumbuhi lumut.

e). Pembusukan adalah perubahan pada benda hidup, seperti perubahan rasa, warna, dan aroma akibat jamur atau bakteri. Contohnya: buah yang disimpan terlalu lama di udara terbuka, akan menjadi lembek, layu, dan berubah warna dan bau.

Beberapa cara untuk menangani pembusukan pada makanan adalah:

  • Dimasukkan ke dalam ruangan bersuhu rendah, seperti kulkas.
  • Diawetkan dengan menjadikannya manisan atau pengasinan.
  • Dimasak kembali, seperti direbus, dipanggang atau digoreng.

f). Pengkaratan, logam seperti besi dapat mengalami pengkaratan apabila terkena air atau uap air, dibiarkan dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan warna besi berubah dan besi menjadi rapuh.

g). Percampuran adalah perpaduan dua benda dengan sifat yang berbeda atau hampir sama. Misalnya: percampuran air dengan tepung kanji, yang bisa larut dan digunakan sebagai lem. Atau percampuran antar pasir dan semen yang bisa digunakan sebagai campuran untuk bahan bangunan.

Demikian pembahasan kali ini, semoga dengan adanya artikel kami ini dapat berguna dan bermanfaat untuk teman-teman. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply