Konsumsi: Pengertian, Tujuan, Motif, Faktor dan Perilaku Konsumtif

Pendapatan, konsumsi, tabungan, dan investasi memiliki hubungan erat. Semakin tinggi pendapat seseorang semakin tinggi pula konsumsinya. Konsumsi adalah suatu kegiatan guna menghabiskan nilai guna suatu barang, jadi konsumsi merupakan fungsi dari pendapatan siap pakai, di mana pendapatan siap pakai merupakan pendapatan yang diperoleh setelah dikurangi pajak penghasilan.

Kegiatan pokok ekonomi yang akan kamu pelajari pertama adalah konsumsi. Untuk mengetahui mengenai materi yang satu ini, yuk di simak pembahasannya.

Baca juga : Distribusi – Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya

Pengertian Konsumsi

Pengertian Kegiatan Konsumsi

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah konsumsi biasa dikaitkan dengan makanan ataupun minuman yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tertentu. Namun pada dasarnya, tidak hanya terbatas pada makanan dan minuman saja, setiap barang dan jasa yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan itu dapat disebut sebagai barang konsumsi.

Coba perhatikan anggota tubuhmu dari ujung rambut hingga ujung kaki! Hampir seluruhnya membutuhkan barang dan jasa. Rambut membutuhkan sampo, sisir, minyak rambut, jasa tukang cukur, dan topi. Wajah membutuhkan alat-alat kecantikan, obat jerawat dan sebagainya. Mata menggunakan obat tetes mata, vitamin mata, dan sebagainya. Apa lagi? Wah, tentunya dibutuhkan banyak waktu untuk mendaftar barang dan jasa yang diperlukan tubuh kita. Melihat kenyataan tersebut, sekarang kamu tahu pentingnya konsumsi. Manusia tidak mungkin hidup tanpa melakukan kegiatan konsumsi.

Untuk bisa melakukan kegiatan konsumsi, maka seseorang harus melakukan pengorbanan, di mana pengorbanan yang dilakukan bisa berupa uang, tenaga, ataupun waktu. Makin tinggi nilai barang ataupun jasa yang akan dipakai, maka akan makin besar pula pengorbanan yang harus dilakukannya. Orang atau manusia yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.

Menurut ilmu ekonomi, kegiatan konsumsi adalah kegiatan menggunakan, mengambil, ataupun menghabiskan manfaat barang dan jasa yang dihasilkan oleh para produsen, baik secara langsung maupun berangsur-angsur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Berdasarkan pengertian di atas, maka barang konsumsi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Barang yang langsung habis dalam satu kali pakai

Jenis barang yang langsung habis dalam satu kali pakai merupakan barang-barang yang tidak tahan lama. Jadi, apabila sudah digunakan sekali, maka sudah tidak akan bisa digunakan lahi untuk waktu berikutnya. Misalnya, makanan, minuman, bensin, minyak tanah, dan lain-lain.

2. Barang yang dapat digunakan berkali-kali

Jenis barang yang dapat digunakan berkali-kali sampai manfaat dari barang tersebut suatu saat akan habis, sehingga tidak dapat digunakan lagi, merupakan barang-barang yang tahan lama. Jadi secara fisik, bisa saja wujud barang tersebut masih utuh, tetapi bagi kita barang tersebut sudah tidak bermanfaat lagi. Misalnya pakaian, peralatan elektronik, kendaraan bermotor, dan lain-lain.

Tujuan Konsumsi

Menjelaskan Kegiatan Konsumsi

Alasan yang mendorong seseorang melakukan kegiatan konsumsi adalah karena setiap manusia memiliki kebutuhan di mana kebutuhan-kebutuhan tersebut mendesak untuk dipenuhi, terutama untuk kebutuhan pokok. Jika kebutuhan manusia tersebut tidak terpenuhi, maka kelangsungan hidupnya akan terganggu.

Baca juga : Kebutuhan Hidup Manusia

Sedangkan alasan lain yang mendorong manusia melakukan kegiatan konsumsi ialah untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Jadi, tujuan setiap orang untuk melakukan kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhannya, sehingga akan diperoleh tingkat kepuasan yang maksimal atau untuk mencapai kemakmuran dalam hidupnya. Makin tinggi tingkat konsumsi yang dilakukan seseorang, maka bisa dikatakan hidupnya akan makin makmur, karena makin banyak kebutuhan yang dapat terpenuhi.

Konsumsi yang dilakukan oleh setiap orang berbeda-beda, ada yang berdasarkan pada prinsip ekonomi dan ada yang hanya mementingkan kepuasan semata, tanpa memperhitungkan manfaat dari barang yang dibelinya.

Motif Konsumsi

Dalam melakukan kegiatan konsumsi, manusia melakukan berbagai pilihan. Pilihan untuk mengonsumsi barang atau jasa tertentu tidak muncul begitu saja. Pilihan tersebut didorong oleh alasan tertentu. Dengan demikian, motif konsumsi adalah motif yang mendorong manusia dalam melakukan kegiatan konsumsi.

Adanya motif konsumsi paling jelas terlihat pada pilihan konsumsi yang berbeda untuk kebutuhan yang sama. Hal ini tampak pada contoh kegiatan konsumsi makanan yang dilakukan Pak Bagus dan Pak Jaka. Pak Bagus lebih senang makan di restoran mewah yang harganya mahal, sedangkan Pak Jaka lebih senang makan di warung kaki lima yang harganya jauh lebih murah. Tujuan mereka sama, yaitu memenuhi kebutuhan pokok berupa makanan. Akan tetapi pilihan mereka terhadap tempat dan jenis makanan amat berbeda. Berarti, kegiatan konsumsi kedua bapak tersebut dilatarbelakangi oleh motif konsumsi yang berbeda.

Adapun macam-macam motif konsumsi adalah sebagai berikut:

1. Motif untuk mendapatkan keuntungan

Contohnya, Ibu Anisa membeli banyak kain batik di Pasar Karawaci. Kain batik tersebut bukan untuk dipakai Ibu Anisa sendiri, melainkan untuk dijual lagi di butik milik Ibu Anisa yang terletak di sebelah rumahnya. Dari hasil penjualan kain batik tersebut, Ibu Anisa bisa memperoleh keuntungan yang dapat digunakan sebagai tambahan modal.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa motif yang mendorong Ibu Anisa dalam membeli kain batik tersebut adalah untuk mendapatkan keuntungan.

2. Motif ingin dapat pengakuan

Misalnya, Pak Iwan membeli villa mewah di kawasan Milenium. Villa tersebut hanya mampu dibeli oleh para konglomerat. Pak Iwan membeli villa tersebut bukan hanya menjadikannya sebagai tempat istirahat ketika liburan, melainkan untuk mendapat pengakuan dari masyarakat sebagai orang terpandang.

3. Motif ingin menolong orang lain

Contohnya, Ibu Kus membeli barang-barang kebutuhan pokok, obat-obatan, dan perlengkapan tidur dalam jumlah besar. Semua barang yang dibeli Ibu Kus tersebut akan disumbangkan untuk para korban bencana gempa bumi di Lebak. Ibu Kus mengeluarkan sejumlah uang bukan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, melainkan untuk menolong orang lain yang sedang kesusahan dan membutuhkan bantuan.

4. Motif ingin menaikkan kedudukan

Motif Konsumsi

Misalnya, Pak Baroto adalah seorang staf keuangan. Dia mengundang semua jajaran penting di perusahaannya dalam jamuan makan malam. Maksud Pak Baroto mengundang mereka adalah untuk melobi agar Pak Baroto dipromosikan sebagai manajer keuangan.

Dengan demikian, jelas bahwa motif Pak Baroto adalah untuk meningkatkan kedudukannya dalam perusahaan, yaitu menjadi manajer keuangan.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Konsumsi

Pada dasarnya, kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh setiap orang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor tersebut terbagi dalam dua kelompok, yaitu faktor intern dan ekstern.

1. Faktor Intern

Faktor intern adalah faktor yang datang dari dalam lingkungan pribadi seseorang. Faktor intern antara lain pendapatan, motivasi, sikap hidup.

a. Pendapatan

Faktor utama yang memengaruhi seseorang dalam melakukan kegiatan konsumsi adalah pendapatan. Karena seseorang akan mengalami kesulitan untuk melakukan konsumsi jika ternyata dia tidak mempunyai pendapatan atau penghasilan. Apalagi di zaman sekarang ini, di mana sebagian besar barang dan jasa yang kita butuhkan hanya akan bisa kita peroleh dengan cara membeli.

Makin tinggi tingkat pendapatan seseorang, maka akan makin mudah dalam melakukan konsumsi atau sebaliknya, makin rendah tingkat pendapatan seseorang, maka dia akan makin sulit untuk melakukan konsumsi.

Oleh karena itu, agar dapat mencapai tingkat kepuasan yang maksimal, maka dalam melakukan kegiatan konsumsi hendaknya setiap orang harus berdasarkan pada skala prioritas kebutuhan, yaitu dengan mendahulukan untuk mengonsumsi barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.

b. Motivasi

Motivasi seseorang dalam mengonsumsi berbeda-beda. Bagi orang yang ingin menumpuk kekayaan atau ingin dipandang oleh orang lain, dia akan melakukan kegiatan konsumsi lebih banyak.

c. Sikap hidup

Sikap hidup seseorang ada yang hemat dan ada yang boros. Kedua sikap ini sangat memengaruhi kegiatan konsumsi manusia. Apabila dia berperilaku hemat terhadap penghasilannya, maka pola konsumsinya akan teratur dan cenderung kecil. Sebaliknya, tingkat konsumsi seseorang akan besar bila berperilaku boros.

2. Faktor Ekstern

Faktorn ekstern adalah faktor yang datang dari luar lingkungan pribadi seseorang. Faktor-faktor ekstern antara lain harga barang, keluarga, lingkungan, kelas sosial, dan kebudayaan.

a. Harga barang

Pendapatan dan harga barang berhubungan erat dengan kegiatan konsumsi. Deskripsinya, apabila harga barang tinggi sedangkan pendapatan tetap, maka tingkat konsumsi seseorang akan cenderung tetap atau malah berkurang. Sebaliknya, tingkat konsumsi seseorang cenderung meningkat apabila harga barang turun dan pendapatan tetap.

b. Keluarga

Besar atau kecilnya keluarga memiliki makna banyak sedikitnya jumlah anggota keluarga. Banyak sedikitnya jumlah anggota keluarga akan berpengaruh terhadap banyak sedikitnya pengeluaran konsumsi.

c. Lingkungan

Lingkungan masyarakat berpengaruh pula terhadap konsumsi keluarga. Dilihat dari sisi negatifnya, tidak jarang kita menemukan keluarga yang bersaing dalam memiliki harta kekayaan. Dampak dari persaingan dalam pemilikan kekayaan akan mengakibatkan tingginya pola dan tingkat konsumsi.

d. Kelas sosial

Kelas sosial suatu masyarakat akan berpengaruh terhadap kebutuhan yang diinginkan. Oleh karena itu, banyak sedikitnya kebutuhan yang harus dipenuhi akan memengaruhi pola dan tingkat konsumsi masyarakat.

e. Kebudayaan

Di Indonesia terdapat banyak kebudayaan masyarakat. Dipandang dari sisi ekonomi, ada yang berpendapat bahwa kebudayaan masyarakat akan meningkatkan pendapatan bagi daerah itu. Namun, apabila ditinjau dari sisi negatifnya akan berpengaruh terhadap tingkat dan pola konsumsi masyarakat itu sendiri.

Perilaku Konsumtif

Pengertian Konsumsi dan Contohnya

Setiap manusia selalu berusaha mendapatkan penghasilan sebanyak-banyaknya dan berharap penghasilan tersebut dapat digunakan untuk mencapai tujuan jangka pendeknya yaitu memenuhi segala macam kebutuhannya. Sedangkan, tujuan jangka panjangnya adalah meningkatkan kesejahteraan atau paling tidak dapat hidup layak.

Dalam upaya mengejar kehidupan yang layak, perilaku konsumsi setiap manusia berbeda-beda. Ada yang suka membelanjakan seluruh penghasilannya untuk konsumsi dan ada pula yang suka menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung.

Suatu keadaan atau kecenderungan untuk membelanjakan seluruh pendapatan pada barang-barang konsumsi disebut perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif memiliki aspek positif dan aspek negatif.

1. Aspek positif

Aspek positif perilaku konsumtif antara lain:

  • Menjamin keberlangsungan siklus ekonomi, karena bisa menggerakkan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ada di dalamnya.
  • Menjamin keberlangsungan kegiatan konsumsi.
  • Menjamin berlangsungnya kegiatan konsumsi.
  • Menjamin berlangsungya kegiatan distribusi.

2. Aspek negatif

Aspek negatif perilaku konsumtif antara lain:

  • Pemborosan.
  • Tidak memikirkan masa depan.
  • Tidak terpuji dan merugikan diri sendiri.
  • Perilaku konsumtif akan menjadi kebiasaan yang sulit disembuhkan dan sangat berbahaya jika yang melakukannya tidak berpenghasilan lagi.
  • Menimbulkan inflasi.

Pendapatan merupakan hasil kerja seseorang yang berupa gaji atau upah. Dengan memiliki pendapatan, kita dapat melakukan kegiatan konsumsi, tabungan, dan investasi. Setelah mempelajari materi ini kamu dapat memiliki sikap jujur dan berhati-hati dalam pembelanjaan atau penggunaan uang, hemat, gemar menabung.

Leave a Reply