Pentingnya Mengembangkan Kreativitas

Setiap orang memiliki potensi untuk kreatif, karena setiap orang memiliki kreativitas yang terpendam dalam dirinya masing-masing. Mengingat pentingnya berpikir kreatif bagi keberhasilan hidup, maka dari itu kemampuan ini harus ditanamkan sejak dini. Kreativitas dan inovasi tidak akan muncul dengan sendirinya. Kreativitas dan inovasi akan muncul pada diri seseorang setelah ia melalui proses belajar yang tekun dan selalu berusaha berpikir kreatif serta memiliki disiplin yang tinggi. Mengapa mengembangkan kreativitas itu penting? Nah, sebelum itu ada baik nya jika kita mengetahui arti dan ciri-ciri kreativitas terlebih dahulu. Yuk disimak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Kreativitas

Dalam memenuhi kebutuhannya, seseorang perlu kreatif. Manusia dalam hidupnya selalu berusaha memenuhi kebutuhannya yang beragam melalui usaha dan tentunya bantuan orang lain. Namun dalam usahanya memenuhi kebutuhan, selalu muncul berbagai permasalahan, yang salah satu di antaranya yaitu semakin menipisnya persedian sumber daya yang ada. Hal ini mendorong setiap orang untuk melakukan tindakan kreatif dan berinovasi dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya → (Baca juga: Kebutuhan Hidup Manusia).

Mungkin kamu sudah sering mendengar kata-kata kreativitas, misalnya temanmu dapat membuat peralatan seni yang unik daripada alat musik yang lain, lantas kamu mengatakan dia kreatif. Ada juga yang mengatakan jika seseorang rajin bekerja dan mampu melahirkan hal-hal baru dianggap juga mempunyai kreativitas. Jadi, apa yang dimaksud dengan kreativitas? Nah, di bawah ini sudah kami rangkum beberapa pengertian kreativitas menurut para ahli.

  • Menurut John W. Haefele, kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi-kombinasi baru yang bernilai sosial.
  • Menurut Jagues Hadamard yaitu penggabungan ide-ide.
  • Menurut David Campbell yaitu kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya baru, berguna, dan dapat dimengerti.
  • Menurut George J. Seidel yaitu kemampuan untuk terhubung dengan cara yang aneh, tetapi ini merupakan dan mengesankan dasar dari pemanfaatan kreatif kekuatan spiritual manusia dalam bidang apa pun.
  • Menurut Prof Dr. S. C. Utami Munandar dalam bukunya yang berjudul Kreativitas dan Keberbakatan menyebutkan bahwa kreativitas adalah kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru atau memberi gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah.
  • Sedangkan pengertian kreativitas KBBI yaitu kemampuan menciptakan atau sering disebut daya cipta.

Berdasarkan keempat pengertian di atas, ada beberapa kata kunci tentang kreativitas yaitu sebagai berikut.

  • Kombinasi bermakna bahwa kreatifitas dapat dilahirkan dengan kombinasi atau perpaduan beberapa cara atau metode sehingga melahirkan cara atau metode baru yang lebih mudah dimengerti.
  • Lapangan mana pun bermakna bahwa kreatifitas dapat tercipta dari semua bidang atau lapangan mana pun tanpa memandang harus orang pintar, kaya, dan orang-orang tegar.
  • Dapat dimengerti bermakna bahwa kreatifitas itu hasil yang sama, dapat dimengerti, dan dapat dibuat di lain waktu. Jika ditemukan sesuatu yang baru, tetapi tidak dimengerti maka itu belum termasuk kreatifitas.
  • Baru bermakna belum ada sebelumnya. Seseorang dianggap kreatif jika dapat membuat, menciptakan atau melahirkan sesuatu yang baru.
  • Menghubungkan dan mengaitkan bermakna bahwa sesuatu digolongkan kreatifitas jika dapat dikaitkan dan dihubungkan dengan hal-hal sebelumnya.
  • Berguna bermakna mempunyai kegunaan dan dapat dimanfaatkan manusia lebih praktis lebih mudah dari sebelumnya, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, dan mendatangkan hasil yang lebih banyak.

Jadi, dari kata kunci di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian kreativitas secara umum yaitu, kemampuan melakukan kombinasi sumber daya yang menghasilkan barang atau jasa yang sifatnya baru, bermanfaat, dan dapat memenuhi kebutuhan manusia. Lalu apakah inovasi itu? Inovasi adalah pengenalan hal-hal baru atau pembaruan hasil dari sebuah kreativitas. Inovasi bisa juga diartikan sebagai penciptaan sebuah alat atau proses yang merupakan hasil dari penelitian dan eksperimen.

Kreativitas berhubungan erat dengan inovasi, sebab daya inovasi hanya akan berkembang jika seseorang mau berusaha dan belajar untuk menangkap apapun yang terlihat, terdengar, dan terasa, serta memikirkannya secara kritis. Berbagai penemuan yang membawa kemajuan bagi manusia dimulai dari orang-orang yang gemar mengamati.

Ciri-ciri Orang Kreatif

Ciri-ciri manusia kreatif dan inovatif tercermin dari tingkah lakunya dalam melakukan kegiatan sehari-hari, antara lain:

  • Berani menanggung risiko dari setiap tindakan yang dilakukannya
  • Mempunyai daya imajinasi yang lebih tinggi, jika dibandingkan dengan teman-teman sebayanya
  • Tekun, ulet, dan tidak mudah berputus asa
  • Selalu mempunyai disiplin yang tinggi dalam setiap tindakannya
  • Memiliki semangat yang tinggi dan tidak mudah menyerah
  • Memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi

Menurut David Campbell. Ciri-ciri orang kreatif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Ciri-ciri Pokok

Ciri-ciri pokok orang kreatif adalah melahirkan ide, gagasan, cara-cara baru, dan penemuan.

Melatih Kreativitas
  • Setiap orang bisa mendapatkan ide dengan menemukan cara termudah untuk diri sendiri. Misalnya, kalian sukar belajar dengan membaca hanya sekali saja. Dengan mengubah cara belajar, yaitu dengan membaca dan membuat rangkuman berupa tulisan yang mudah dibawa-bawa ternyata lebih mudah menguasai pelajaran. Hal ini berarti menemukan jalan termudah bagi dirinya sendiri.
  • Seseorang dapat melahirkan ide-ide dengan mengubah kekurangan dan kelebihan. Misalnya, seseorang mempunyai kekurangan dari segi fisik badannya seperti cacat mata (buta), ia mempunyai kekurangan pada matanya, tapi ia berlatih bermain musik dengan beberapa peralatan musik yang dimainkan bahkan dapat pula melakukan olah vokal sehingga dapat menjadikan dirinya punya satu kelebihan. Kekurangan pada kebutaan dapat diubah menjadi kelebihan pada saat dia bermain vokal dan bernyanyi.

2. Ciri-ciri yang Memungkinkan

Ciri-ciri yang memungkinkan adalah tindakan untuk mempertahankan ide, gagasan, dan kreativitas yang sudah dihasilkan. Hal ini dapat dilakukan dengan kemampuan bekerja keras, berpikir mandiri, dan pantang menyerah.

  • Kemampuan bekerja keras.

Seseorang yang sudah berhasil memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang layak, jika ditanya apa kiatnya sehingga dapat memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang layak, jawabannya ternyata kemampuan bekerja keras. Drama yang kita nikmati melalui televisi atau film maupun layar lebar diciptakan dengan ide disertai kemampuan kerja keras. Proses pengambilan dengan mendandani para pemain, pengaturan tempat dan waktu, editing, dubing suara, sampai penyajian dalam bentuk siaran di televisi atau pemutaran di layar lebar dikerjakan siang dan malam dengan kerja keras.

  • Pantang Menyerah
Ciri yang Memungkinkan Kreativitas

Pemenuhan kebutuhan sehari-hari memerlukan tindakan kreatif. Tindakan memilih dan memutuskan kebutuhan yang paling mendesak untuk dipenuhi dengan pikiran yang matang merupakan salah satu tindakan kreatif. Namun, perlu diikuti tekad pantang menyerah. Sikap pantang menyerah akan mendorong seseorang bertahan dan mendorong terus maju dalam segala situasi. Misalnya, seorang petani suatu ketika tanamannya terkena hama sehingga panennya hampir separuh menurun. Petani tidak akan pernah menyerah dan mengambil tindakan kreatif dengan meneliti dan memeriksa jenis hama yang menyerang padinya, serta memberantas hama dan menyediakan pupuk. Ternyata hama bisa dibasmi dan hasil panennya meningkat.

  • Berpikir Mandiri

Kreativitas diperoleh dengan berpikir mandiri. Walaupun sebagian orang berhasil dengan meniru perilaku orang lain, tetapi lebih terasa keberhasilan jika melalui pikiran sendiri. Kemandirian berpikir bukan berarti mau menerima gagasan dari orang lain, atau perubahan waktu dan selera, tetapi orang kreatif tetap menerima gagasan orang lain yang benar dan sesuai kenyataan. Misalnya, seorang penjahit pakaian memiliki kemandirian berpikir dengan mampu membuat desain pakaian laki-laki dan perempuan. Gagasan dan pikirannya dituangkan dalam desain jas pakaian laki-laki dan perempuan berupa gambar dan potongan patronnya. Namun, kenyataan memperlihatkan bahwa potongan jas tersebut tidak diminati, maka penjahit pun segera mengubah desainnya menyesuaikan selera pemakai. Penjahit tersebut telah melakukan tindakan kreatif melalui pemikirannya sendiri dan menerima gagasan orang lain sesuai kenyataan yang terjadi pada waktu tersebut.

3. Ciri-ciri Sampingan

Ciri-ciri sampingan yaitu tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga ide-ide yang sudah ditemukan agar tetap hidup dan berlaku sekaligus memengaruhi perilaku orang-orang kreatif. Beberapa orang kreatif memiliki ciri yang kurang peduli dengan orang lain. Ini merupakan akibat sampingan dari para orang kreatif yang menganggap dirinya mampu melakukan terobosan baru tanpa bantuan pihak lain.

Misalnya, Pak Senopati penjual bakso yang sudah banyak dikenal para langganannya, mulai bersifat angkuh dan tidak mau melihat perubahan di sekelilingnya. Suatu ketika, Pak Barudi penjual bakso yang lain, menawarkan harga yang lebih murah dan rasa yang lebih enak sehingga bakso nya lebih laku terjual. Akhirnya sebagian langganan Pak Senopati beralih ke Pak Barudi, Pak Senopati yang memiliki kreativitas, selayaknya tidak menutupi diri untuk mencari tahu penyebab lainnya para langganannya Pak Barudi. Jika melakukan penyelidikan, maka tindakan itu termasuk kreativitas, tetapi jika tidak melakukan, maka termasuk tindakan yang kreatif masuk akibat sampingan yang dimiliki orang-orang yang kreatif.

Orang yang kreatif harus mengembangkan ciri-ciri pokok dan ciri-ciri yang memungkinkan saja, sedangkan ciri sampingan selayaknya dihindari bahkan dihilangkan karena akan menghambat kemajuan seseorang.

Mengapa Mengembangkan Kreativitas itu Penting?

Mengapa Kreativitas itu Penting?

Karena dengan kreativitas yang didukung hal-hal baru, kita akan mampu memecahkan berbagai persoalan termasuk persoalan ekonomi. Berpikir kreatif dan inovatif juga akan membukakan jalan keluar dari segala permasalahan yang dihadapi.

Inovasi dan kreativitas yang terbentuk pada diri seseorang adalah proses pembentukan potensi untuk diri sendiri. Jika setiap orang memiliki kesempatan menghuni lingkungan yang menunjang, dengan kreativitasnya akan mampu mengungkapkan segenap potensi yang dimilikinya. Cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas, yaitu dengan seeing (melihat), doing (melakukan), dan practicing (berlatih).

Untuk mengembangkan kreativitas yang ada dalam diri kita, perlu melihat apa yang ingin kita kerjakan. Misalnya, kalian melihat banyak botol plastik dari kemasan air minum dibuang tanpa dimanfaatkan lagi. Mulai terpikir dan tergerak hati kalian untuk memanfaatkan botol plastik tersebut, dan mengubahnya menjadi beberapa bentuk lain seperti pot bunga, penutup kue, dan sejenisnya. Tindakan ini sudah termasuk kreativitas. Mungkin hasil awal yang diperoleh belum sempurna, tetapi dengan berlatih dan terus melakukan perubahan akan diperoleh bentuk yang diinginkan dan bernilai jual yang tinggi.

Menurut Jordan E. Ayan dalam bukunya yang berjudul Bengkel Kreativitas, diungkapkan bahwa kreativitas dapat dikembangkan dengan cara sebagai berikut:

  • Cari tahu, artinya hendaknya kita selalu bertanya apabila menghadapi permasalahan dan berpikir untuk mencari jalan keluarnya
  • Risiko, artinya kita harus berani untuk menanggung risiko atau berani untuk melawan arus. Melakukan sesuatu yang sifatnya untung-untungan, bahkan siap untuk dijadikan bahan tertawaan bagi orang lain
  • Olah keterbukaan, artinya hendaknya kita selalu bersikap terbuka terhadap hal-hal yang baru dan tidak menutup diri terhadap perkembangan yang terjadi di sekitar kita, meskipun hal baru tersebut bagi kita terasa aneh dan janggal
  • Energi, artinya kita harus selalu bersemangat dalam melakukan segala sesuatu karena dengan dorongan semangat tersebut, maka kreativitas seseorang akan muncul dengan sendirinya.

Jika ketiga cara mengembangkan inovasi dan kreativitas telah dilakukan, maka perlu ditanamkan dalam mentalitas orang-orang kreatif. Julius Candra menjelaskan beberapa mental orang kreatif sebagai berikut.

  • Minat, orang-orang kreatif memiliki keinginan untuk mendalami potensi dari yang sudah ada sebelumnya serta memperbaiki potensinya.
  • Siap mencoba dan melaksanakannnya, orang kreatif bersedia mencurahkan tenaga dan waktunya untuk mencari, melaksanakan, dan mengembangkan.
  • Hasrat, mental orang kreatif memiliki hasrat untuk mengubah hal-hal di sekelilingnya menjadi lebih baik.
  • Konsentrasi, orang kreatif mampu menekuni suatu pekerjaan atau sesuatu yang dilakukannya sehingga dapat menguasai pekerjaannya.
  • Rasa ingin tahu, orang kreatif selalu mempertanyakan sesuatu agar jelas dan berguna untuk perkembangan berikutnya.
  • Kesabaran, orang-orang kreatif memiliki ketelatenan dan kesabaran dalam memecahkan permasalahan secara detail.
  • Mampu bekerja sama, orang kreatif mampu melakukan kerja sama dan bekerja sama dengan orang lain.
  • Berpikir mendalam, orang kreatif berpikir mendalam dan bersikap mengarahkan pemahaman yang lebih utuh.
  • Optimisme, orang kreatif memiliki sikap optimisme, bergairah (antusias), dan percaya diri.
  • Kepekaan, orang kreatif bersikap terbuka, tanggap, dan peka terhadap sesuatu.

Kesimpulan Kreativitas

Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa orang kreatif memiliki kemampuan, kemandirian, dan ide/gagasan yang dapat muncul dari dalam dirinya (internal) maupun di luar dirinya (eksternal). Kreativitas yaitu bertindak secara kreatif yang tidak terpaku pada pemikiran baru saja, tetapi bertindak (melakukan) bukan hanya sekali, melainkan terus-menerus berlatih.

Gagasan kreatif dilakukan untuk membangun kemandirian yang dimulai dari kemampuan menolong diri sendiri. Kemandirian merupakan proses yang tidak muncul secara tiba-tiba. Kemandirian perlu dilatih, dibentuk, dan dikembangkan melalui proses interaksi dan sosialisasi yang dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, sampai pada lingkungan masyarakat. Melalui pendidikan dan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, diharapkan akan membentuk kepribadian yang nantinya akan menentukan kemandirian seseorang.

Kemandirian akan membawa seseorang ke arah kemajuan, juga mendorongnya untuk berprestasi dan berkreasi serta menjadikannya seseorang yang produktif dan efisien, sehingga mampu menghasilkan suatu produk kreatif. Seseorang mandiri dalam setiap tindakannnya dilakukan atas kehendaknya sendiri dan tidak tergantung pada orang lain. Segala sesuatunya dihadapi dengan semangat tinggi dan ketelatenan. Seseorang mandiri juga mempunyai rasa percaya terhadap kemampuan sendiri dan memperoleh kepuasan dari usaha yang dilakukannya.

Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply