Pengertian Makhluk Hidup beserta 8 Ciri dan Klasifikasinya

Halo teman-teman kali ini kami akan membahas materi tentang makhluk hidup, ciri-ciri dan klasifikasi (pengelompokan) nya, beberapa penjelasan dilengkapi dengan gambar agar mudah dipahami.

Pengertian makhluk hidup secara umum adalah organisme yang memiliki kemampuan untuk bergerak, bernapas, berpindah tempat, tumbuh, berkembang biak serta merespon terhadap lingkungannya.

Baca juga: Ekosistem – Pengertian, Komponen, Hubungan, dan Jenis

Ciri-ciri Makhluk Hidup

1. Memerlukan Makanan atau Nutrisi

Ciri-ciri makhluk hidup yang pertama yaitu Makan. Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan air untuk kelangsungan hidupnya serta memperbaiki bagian tubuh yang rusak. Makhluk hidup dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu Manusia, Hewan dan Tumbuhan. Dari ketiga jenis makhluk tersebut, saling berintertaksi satu dengan yang lainnya. Misal, manusia membutuhkan makanan yang bersumber dari hewan dan tumbuhan. Hewan memakan hewan lainnya atau tumbuhan lain agar dapat bertahan hidup. Sementara tumbuhan umumnya membuat makanannya sendiri, proses pembuatan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan disebut proses fotosintesis.

Proses Fotosintesis pada Makhluk Hidup Tumbuhan

Info: proses fotosintesis terjadi pada tumbuhan yang memiliki zat hijau daun (klorofil). Fotosintesis membutuhkan bahan-bahan seperti: air(H2O), karbondioksida (CO2), klorofil dan cahaya matahari. Hasil dari proses fotosintesis adalah glukosa (zat gula) dan oksigen (O2). Rumus fotosintesis bisa dijabarkan sebagai: Air + Karbondioksida + Cahaya + Klorofil = Glukosa + Oksigen. Tempat berlangsungnya fotosintesis yaitu, bertempat di jaringan palisade dan jaringan spons.

2. Dapat Bergerak

Ciri-ciri makhluk hidup umumnya dapat bergerak. Dengan bergerak, manusia dan hewan dapat berjalan, berlari, melompat dan sebagainya. Ini disebut juga gerak aktif. Manusia bergerak dan berpindah tempat dengan kaki dan tangan, sedang hewan berpindah tempat menggunakan kaki, tangan, perut, sirip dan sayap. Sementara itu, tumbuhan hanya dapat bergerak ditempat dan tidak dapat berpindah tempat, atau biasa disebut gerak pasif.

3. Dapat Bernapas

Baca juga: Sistem Pernapasan Manusia

Ciri-ciri makhluk hidup ketiga yaitu dapat bernapas. Bernapas adalah mengambil oksigen dan karbondioksida, serta uap air. Di dalam tubuh, oksigen digunakan untuk membakar zat makanan sehingga dihasilkan energi (tenaga) dan zat sisa karbondioksida. Setiap makhluk hidup mempunyai cara dan alat pernapasan yang berbeda-beda. Manusia dan hewan yang hidup di darat biasanya menggunakan paru-paru, sedangkan hewan di air umumnya menggunakan insang. Sementara tumbuhan mengambil oksigen dari udara melalui mulut daun (stomata) dan batang (lentisel).

4. Tumbuh dan Berkembang

Ciri-ciri makhluk hidup yaitu dapat tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran, volume, dan massa, karena adanya pertambahan jumlah sel akibat pembelahan sel. Bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke keadaan semula). Perkembangan merupakan perubahan atau penyempurnaan struktur dan fungsi organ tubuh yang menyertai proses pertumbuhan. Pertumbuhan manusia dimulai sejak terjadi pembuahan (terbentuknya zigot), zigot secara bertahap akan membelah berulang-ulang sampai akhirnya terbentuk embrio. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia yaitu embrio – bayi – anak-anak – remaja (pubertas) – dewasa – masa tua.

5. Berkembang Biak atau Bereproduksi

Ciri-ciri makhluk hidup selanjutnya yaitu berkembang biak. Makhluk hidup melakukan perkembangbiakan untuk melestarikan jenisnya. Cara perkembangbiakan dibagi menjadi 2 macam, yaitu generatif (seksual/kawin) dan vegetatif (aseksual/tak kawin) dengan menggunakan tunas, umbi dan geragih (pada tumbuhan) dan membelah diri (pada hewan).

6. Peka terhadap Rangsang atau Iritabilitas

Ciri-ciri makhluk hidup umumnya peka terhadap rangsang. Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menerima dan menanggapi rangsang dari lingkungan yang disebut iritabilitas. Manusia dan beberapa jenis hewan memiliki alat indra untuk memberikan respon terhadap rangsangan rangsangan tersebut. Tumbuhan tidak memiliki alat indra tetapi peka terhadap rangsangan tertentu, seperti sentuhan, air dan cahaya. Respon tumbuhan terhadap rangsangan contohnya daun putri malu yang menutup ketika disentuh.

7. Mengeluarkan Zat Sisa

Proses pengeluaran zat-zat dari tubuh dibedakan menjadi 3 yaitu defekasi, eksresi dan sekresi. Defekasi adalah proses pengeluaran zat sisa hasil pencernaan makanan yang tidak berguna bagi tubuh, yang disebut feses. Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi. Eksresi dikeluarkan bersama urine. Sekresi proses pengeluaran zat (getah) oleh kelenjar yang berguna bagi tubuh.

8. Adaptasi

Ciri-ciri makhluk hidup yang terakhir yaitu Mampu beradaptasi. Adaptasi yaitu cara menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, ada 3:

  1. Adaptasi morfologi yaitu, penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contoh: selaput jari kaki bebek untuk berenang .
  2. Adaptasi fisiologi yaitu, penyesuaian fungsi alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contoh: sel darah merah manusia bertambah saat dipegunungan.
  3. Adaptasi tingkah laku yaitu, penyesuaian tingkah laku makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contoh: bunglon mengubah warna tubuh sesuai habitatnya.

Pengelompokan atau Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi makhluk hidup adalah kegiatan pengelompokan makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok tertentu. Tahapan klasifikasi yaitu, identifikasi – pengelompokan – pemberian nama takson. Dalam upaya untuk mempermudah mengenal dan mempelajari keanekaragaman makhluk hidup dilakukan pengelompokan (klasifikasi). Ilmu yang mempelajari pengelompokan makhluk hidup disebut Taksonomi. Dapat dikelompokan berdasarkan bentuk dan ukurannya, tempat hidupnya, tingkah lakunya, kegunaanya dan sebagainya.

A. Tata Nama Spesies

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Sistem Klasifikasi Gambar dari AdobeStock

Klasifikasi makhluk hidup mempunyai tingkatan-tingkatan yang disebut takson. Terdapat 7 takson dalam sistem klasifikasi yaitu kingdom – divisi (tumbuhan/filum (hewan) – kelas – ordo – famili – genus – spesies. Urutan ini disusun berdasarkan ciri paling umum hingga paling khusus. Carolus Linnaeus (Bapak Taksonomi) memberi nama tiap jenis makhluk hidup dengan menggunakan bahasa Latin. Kata pertama merupakan nama genus dan penulisannya diawali dengan huruf kapital. Kata kedua merupakan ciri jenis dan ditulis dengan huruf kecil. Contohnya nama ilmiah cempaka adalah Michelia champaca (Michelia menunjukan nama genus dan champaca merupakan ciri jenis).

B. Kunci Determinasi

Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan kunci determinasi memuat sejumlah keterangan untuk mengindentifikasi atau menentukan kelompok organisme berdasarkan ciri yang dimilikinya. Daftar keterangan disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan sehingga sering disebut Kunci dikotom.

C. Klasifikasi Makhluk Hidup Menurut Whittaker

Pada tahun 1969, klasifikasi makhluk hidup menurut R.H Whittaker menjadi lima kingdom berdasarkan susunan sel, caranya memenuhi makanan, dan tingakatannya, yaitu:

Klasifikasi Lima Kingdom
Klasifikasi Lima Kingdom Gambar dari AdobeStock

1. Monera

Kingdom Monera termasuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup. Ciri-ciri umum kingdom monera yaitu bersel satu, prokariotik (nukleus tidak dilindungi membran inti), ada yang bersifat heterotrof dan autotrof, serta memiliki kemampuan berpindah tempat. Monera dibedakan menjadi dua yaitu bakteri dan alga biru.

Sebagian besar bakteri tidak dapat berfotosintesis sehingga pada umumnya bersifat heterotrof. Bentuk tubuhnya spirilium, basil, kokus, dan vibrio. Contoh bakteri, di antaranya Lactobacillus, Rhizobium, dan Clotridium.

Alga biru mempunyai klorofil dan pigmen fikosianin sehingga dapat berfotosintesis. Berdasarkan bentuknya, alga biru ada yang tersusun dari sel-sel bola yang bergerombol atau berbentuk benang. Contoh alga biru, di antaranya Nostoc, Anabaena, Gleocapsa.

2. Protista

Kingdom protista termasuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup. Cirinya yaitu bersel tunggal (sebagian bersel banyak), eukariotik; (dilindungi membran inti); dan sebagian besar bersifat autotrof, protista dibedakan menjadi protista mirip jamur, protozoa dan ganggang.

Protista mirip jamur dibedakan menjadi kelompok jamur lendir (Myxomycotina) dan jamur air (Oomycotina). Fase vegetatif jamur lendir mirip amoeba.

Tubuh ganggang (protista mirip tumbuhan) mengandung pigmen, terutama klorofil sehingga dapat berfotosintesis. Ganggang tergolong tumbuhan talus (tidak dapat dibedakan bagian akar, batang, dan daunnya). Berdasarkan zat warna paling dominan yang dikandungnya, ganggang dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:

  • Chlorophyta/ganggang hijau (contoh: Spirogyra)
  • Crysophyta/ganggang keemasan (contoh: Vaucheria)
  • Phaeophyta/ganggang coklat (contoh: Sargassum, Ulva)
  • Rhodophyta/ganggang merah (contoh: Eucheuma, Gellidium – keduanya dapat dijadikan agar-agar).

Protozoa (protista mirip hewan) ada yang hidup bebas di air tawar (sebagai zooplankton) dan ada pula yang bersifat parasit. Berdasarkan alat geraknya protozoa dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:

  • Rhzopoda – bergerak dengan kaki semu (contoh: Amoeba, Foraminifera – petunjuk adanya sumber minyak bumi)
  • Flagellata – bergerak dengan bulu cambuk (contoh: Euglena, Trypanosoma)
  • Ciliata – bergerak dengan rambut getar (contoh: Paramecium, Stentor)
  • Sporozoa – tanpa alat gerak (contoh: Plasmodium – penyebab malaria).

3. Fungi (Jamur)

Kingdom fungi termasuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup. Ciri-ciri jamur berupa eukariotik; tubuh berupa talus yang tersusun atas benang- benang bercabang (hifa); bersifat heterotrof; berkembang biak secara vegetatif (spora) dan generatif (pertemuan dua miselium). Fungi terdiri dari 4 divisi, yaitu:

  • Zygomycotina (Rhizopus oryzae (membuat tempe))
  • Ascomycotina (contoh: Penicillium motatum (membuat antibiotik), Saccharomyces cerevisiae (membuat roti dan tape))
  • Basidiomycotina (contoh: Volvariella volvacea (jamur merang), Auricularia polytrica (jamur kuping))
  • Deuteromycotina (Trichophyton, Epydermophyton).

4. Plantae (Tumbuhan)

Kingdom plantae yang termasuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup. Memiliki ciri, antara lain multiseluler; eukariotik; berdinding sel selulosa; dan berklorofil (bersifat autotrof). Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh (lumut/Bryophyta), dan tumbuhan berpembuluh (tumbuhan paku/Pteridophtya dan tumbuhan biji/Spermatophyta).

Baca juga: Kingdom Plantae

5. Animalia (Hewan)

Kingdom animalia juga termasuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup. Dunia hewan dibagi menjadi dua kelompok yaitu, Invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan Vertebrata. Agar lebih jelasnya lihat gambar di bawah.

Klasifikasi Hewan
Klasifikasi Hewan Gambar dari AdobeStock

Info : Heterotrof adalah organisme yang tidak bisa menghasilkan makanannya sendiri, sedangkan Autotrof adalah organisme yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan makanannya sendiri.

Demikianlah pembahasan kali ini, semoga dengan adanya artikel kami ini dapat berguna dan bermanfaat untuk teman-teman. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply