Sistem Tata Surya Kelas 6

Materi Sistem Tata Surya (Rangkuman)

Bagikan Materi Ini

Dalam ilmu astronomi, tata surya kita hanyalah satu sistem dari beberapa sistem lain yang ada dalam alam semesta. Tiap-tiap tata surya tersebut memiliki anggota, susunan, serta karakteristik tersendiri yang mungkin saja berbeda dengan tata surya lainnya. Misalnya saja, planet bumi yang kita tinggali ini, bersama-sama dengan planet lainnya berada dalam satu sistem tata surya dimana Matahari yang menjadi pusatnya.

Matahari memberikan sinar dan suhu yang merupakan sumber kehidupan, sekaligus sumber energi bagi tata surya. Itulah mengapa sehingga tata surya kita ini disebut dengan sistem tata surya Matahari (solar system).

Pengertian Tata Surya

Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang mengelilingi Matahari sebagai pusat edarnya. Tata surya terletak di galaksi Bimasakti (Milkyway). Tata surya berputar mengelilingi pusat galaksi.

Benda-benda langit anggota tata surya, diantaranya sebagai berikut.

  1. Matahari sebagai pusat tata surya.
  2. Delapan buah planet dengan orbit berbentuk elips, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Selain itu, ada beberapa planet kerdil yang berada di luar orbit planet, misalnya Pluto.
  3. Komet, asteroid, meteorid, dan satelit.

Ada beberapa teori tentang pembentukan tata surya, antara lain, teori nebula, teori planetisimal, teori bintang kembar, teori kondensasi, dan teori pasang surut bintang.

Susunan Tata Surya

Materi Tata Surya Kelas 7

A. Matahari

Matahari adalah pusat tata surya, yang merupakan bintang yang paling dekat dengan Bumi. Bintang adalah benda langit yang dapat menghasilkan dan memancarkan cahaya sendiri. Matahari merupakan bola gas panas dengan suhu permukaan sekitar 6.000 K dan diameternya 1,4 juta km. Massa jenisnya 1,41 g/cm3. Gas dominan penyusun matahari adalah hidrogen dan helium. Energi Matahari berasal dari reaksi fusi atom-atom hidrogen menjadi helium. Gaya gravitasi Matahari menyebabkan benda-benda langit berada pada orbit masing-masing dalam mengelilingi Matahari.

B. Planet

Planet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan lintasan tertentu dan bergaris tengah lebih dari 4000 km. Planet tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya dari Matahari.

Berdasarkan letaknya, planet dibedakan menjadi dua yaitu :

  • Planet dalam (inferior): lintasan orbit planet dalam berada di sebelah dalam sabuk asteroid, anggotanya Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
  • Planet luar (superior): lintasan orbit planet luar berada di luar sabuk asteroid, anggotanya Jupiter, Uranus, Saturnus, dan Neptunus.

Menurut Hukum Kepler I, setiap planet bergerak dalam orbit berbentuk elips mengitari Matahari dengan Matahari terletak pada salah satu titik fokus elips.

Urutan Planet dari Matahari

1. Merkurius

Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan Matahari dan memiliki diameter 4.862 km sehingga merupakan planet terkecil. Jarak planet Merkurius dengan Matahari sekitar 58 juta km. Merkurius membutuhkan 88 hari untuk berputar mengelilingi Matahari satu kali. Karena letaknya yang cukup dekat dengan Matahari, permukaan Merkurius banyak terdapat kawah-kawah besar.

Merkurius terlihat paling terang dari Bumi dan kadang-kadang menampakkan diri sebagai titik kecil saat Matahari terbenam atau fajar menyingsing. Suhunya di siang hari mencapai 430 derajat Celsius, tetapi di malam hari mencapai -170 derajat Celsius. Merkurius tidak memiliki satelit.

2. Venus

Venus terletak antara orbit Merkurius dan orbit Bumi, memiliki garis tengah sekitar 12.100 km dan merupakan planet terdekat dengan Bumi. Ukurannya yang hampir sama dengan Bumi membuatnya disebut sebagai Bumi kembar. Dengan jarak 108 juta km dari Matahari, Venus membutuhkan waktu 225 hari untuk sekali berevolusi mengelilingi Matahari.

Suhu permukaan Venus dapat mencapai 480 derajat Celsius sehingga sangat kering. Venus merupakan planet putih yang bercahaya terang, tampak indah dan cemerlang. Planet ini tampak menjelang Matahari terbit atau beberapa saat sesudah Matahari tenggelam. Orang menamakannya bintang fajar atau bintang timur atau bintang kejora.

3. Bumi

Bumi merupakan satu-satunya planet di tata surya yang memiliki kehidupan, serta permukaannya terdiri dari lautan dan daratan. Permukaan bumi akan terlihat berwarna hijau kebiru-biruan, jika dilihat dari angkasa luar. Bentuk bumi bulat dan bergaris tengah 12.750 km. Jarak Bumi dengan matahari sekitar 150 juta km dan 2/3 luas permukaan Bumi ditutupi lautan.

Bumi memiliki lapisan udara atau atmosfer. Kandungan atmosfer terdiri dari gas, yaitu oksigen dan nitrogen. Jenis gas lain tidak terlalu besar volumenya. Atmosfer melindungi bumi dari sinar radiasi matahari yang membahayakan benda-benda langit yang tertarik oleh gaya gravitasi bumi. Lapisan atmosfer juga menjaga suhu bumi di siang hari tidak terlalu panas dan pada malam hari tidak terlalu dingin. Bumi memiliki satu satelit, yaitu Bulan.

4. Mars

Keadaan Mars hampir mirip dengan bumi sehingga para ahli menyelidiki apakah di mars terdapat kehidupan. Planet Mars berwarna kemerah-merahan dan memiliki garis tengah sekitar 6.780 km. Jaraknya dengan matahari sekitar 228 juta km dan membutuhkan waktu 687 hari untuk mengelilingi matahari. Permukaan Mars juga kering seperti venus.

Mars memiliki lapisan atmosfer yang tipis. Di antara Mars dan Jupiter terdapat kumpulan benda langit kecil yang disebut asteorid atau planetoid. Suhu Mars tidak terlalu tinggi, pada siang hari maksimal -13 derajat celsius dan pada malam hari -80 derajat celsius. Mars mempunyai dua satelit, yaitu Demos dan Fobos, dan sebuah gunung Olympus yang tingginya dua kali tinggi gunung Everest.

5. Jupiter

Jupiter merupakan planet terbesar dalam tata surya dan berwarna kekuning-kuningan. Garis tengahnya 11 kali diameter Bumi atau sekitar 143.000 km. Dengan jarak 778 juta km dari Matahari, Jupiter membutuhkan 12 tahun untuk mengelilingi matahari.

Atmosfer Jupiter banyak mengandung gas hidrogen dan helium. Karena batas permukaan jupiter dan atmosfernya yang kurang jelas, Jupiter menyerupai bola gas yang amat besar. Jumlah satelit Jupiter ada 16 dan yang terbesar adalah Ganymeda.

6. Saturnus

Saturnus termasuk planet nomor dua terbesar dalam tata surya. Saturnus dikelilingi sebuah cincin raksaksa yang terdiri dari debu-debu dan partikel-partikel kecil berwarna kekuning-kuningan. Memiliki garis tengah 120.000 km dan jaraknya 1.428 juta km dari Matahari. Untuk berevolusi, Saturnus membutuhkan waktu 29,5 tahun. Saturnus memiliki 21 satelit dan yang terbesar adalah Titan. Suhu permukaan Saturnus cukup dingin, sekitar -145 derajat celsius.

7. Uranus

Uranus memiliki garis tengah sekitar 51.118 km. Jarak Uranus dengan Matahari kira-kira 2.869 juta km. Uranus mengelilingi Matahari sekali edar membutuhkan waktu sekitar 84 tahun. Arah rotasi Uranus berlawanan dengan planet lain. Permukaan Uranus selalu diliputi awan tebal. Suhu permukaan planet tersebut mencapai -180 derajat celsius. Uranus memiliki lima belas buah satelit dan yang terbesar adalah Ariel.

8. Neptunus

Jika dilihat menggunakan teleskop, Neptunus tampak berwarna kehijau-hijauan. Neptunus memiliki jarak dengan Matahari sekitar 4.495 juta km dan garis tengahnya 48.600 km. Suhu permukaannya lebih dingin dari Uranus, yaitu sekitar -190 derajat celsius. Untuk sekali berevolusi, Neptunus membutuhkan waktu 165 tahun. Keadaan Neptunus kurang banyak diketahui. Satelit Neptunus ada dua, yaitu Triton dan Nereid.

Berikut ini perbandingan ciri tiap planet.

Nama planetDiameter (km)Volume (… x vol. bumi)Massa kgMassa jenis g/cm3Jarak ke Matahari (km)Kala rotasiKala revolusi
Merkurius4.8780,0553,3 x 10235,357,9 juta59 hari88 hari
Venus12.1000,874,88 x 10245,2108 juta243 hari224 hari
Bumi12.75815,98 x 10245,52150 juta24 jam365,25 hari
Mars6.7870,156,4 x 10233,95228 juta24,6 jam687 hari
Jupiter142.8001.3171,9 x 10271,33778 juta9,9 jam11,9 tahun
Saturnus120.5007655,69 x 10260,691,4 milyar10,7 jam29,5 tahun
Uranus51.200678,7 x 10251,22,9 milyar17 jam84 tahun
Neptunus49.500581,02 x 10261,644,5 milyar16,1 jam164,9 tahun
Tabel perbandingan planet yang ada di tata surya

C. Komet

Komet

Komet memiliki garis edar yang sangat lonjong sehingga periode kemunculan komet sangat lama, ada yang 3 tahun sekali, 11 tahun sekali, bahkan komet Haley muncul 76 tahun sekali. Komet terdiri atas bagian inti, kepala, dan ekor, sehingga sering disebut bintang berekor. Ekor komet selalu menjauhi Matahari karena terdorong oleh angin Matahari.

D. Asteroid dan Meteroid

Asteroid adalah batu-batuan yang lintasan orbitnya berada di antara Mars dan Jupiter. Ukurannya lebih kecil dari planet. Meteorid adalah pecahan komet yang hancur yang beredar sesuai orbit komet yang hancur tersebut. Sebagian meteorid dapat memasuki atmosfer planet, termasuk atmosfer Bumi karena pengaruh gaya gravitasi. Meteorid yang masuk ke atmosfer Bumi disebut meteor, dan yang dapat mencapai Bumi disebut meteorit (bintang jatuh).

E. Satelit

Satelit adalah benda langit pengiring planet. Satelit melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu berputar pada porosnya, berputar mengelilingi planet, dan bersama planet berputar mengelilingi Matahari. Semua planet memiliki satelit, kecuali Merkurius dan Venus. Bumi memiliki satu satelit yaitu Bulan; Mars memiliki 2 satelit; Jupiter memiliki 50 satelit; Saturnus memiliki 53 satelit; Uranus memiliki 27 satelit; dan Neptunus memiliki 13 satelit.

Peredaran Bumi-Bulan terhadap Matahari

Bumi berputar pada porosnya (berotasi) dari barat ke timur selama 23 jam 56 menit, yang disebut satu hari Matahari. Rotasi Bumi menyebabkan terjadinya hal-hal berikut ini.

  1. Adanya siang dan malam.
  2. Perubahan waktu di tempat yang sama.
  3. Perbedaan waktu di tempat yang berbeda.
  4. Gerak semu harian benda langit dari timur ke barat.
  5. Bumi menggembung di daerah khatulistiwa dan pepat di daerah kutub.
  6. Perubahan arah angin di daerah khatulistiwa.

Bumi beredar mengelilingi Matahari (berevolusi) selama 365,25 hari, yang disebut satu tahun Matahari. Bumi berevolusi dengan kemiringan poros Bumi 23,5° terhadap ekliptika (bidang edar Bumi terhadap Matahari). Revolusi Bumi dan kemiringan porosnya menyebabkan terjadinya hal-hal berikut ini.

  1. Pergantian musim, terutama di daerah lebih dari 60° Lintang Utara (LU) ataupun Lintang Selatan (LS).
  2. Gerak semu tahunan Matahari dari 23,5° LU ke 23,5° LS dan sebaliknya.
  3. Perbedaan lama waktu siang dan malam terutama di daerah yang jauh dari khatulistiwa.
  4. Perubahan rasi bintang yang tampak di Bumi.

Bulan adalah satelit Bumi. Jarak Bulan ke Bumi adalah 384.000 km. Bulan tidak memiliki atmosfer. Bulan melakukan 3 gerak sekaligus, yaitu berotasi, berevolusi terhadap Bumi, dan bersama Bumi berevolusi terhadap Matahari. Waktu revolusi Bulan terhadap Bumi adalah 27 1/3hari, yang disebut Bulan Sideris. Dari Bulan baru hingga Bulan baru berikutnya waktunya 29 1/2hari, yang disebut Bulan Sinodis.

Revolusi Bumi dan Bulan terhadap Matahari menyebabkan terjadinya hal-hal berikut.

Gerhana Matahari
Gerhana Matahari

a. Gerhana Matahari, yaitu saat Matahari-Bulan-Bumi berada pada satu garis lurus sehingga sinar Matahari yang menuju Bumi terhalang oleh Bulan.

Gerhana Bulan
Gerhana Bulan

b. Gerhana Bulan, yaitu saat Matahari-Bumi-Bulan berada pada satu garis lurus sehingga sinar Matahari yang menuju bulan terhalang oleh Bumi.

c. Pasang naik dan pasang surut air laut, terjadi karena pengaruh gaya tarik Matahari dan gaya tarik Bulan terhadap air laut.

Perbedaan sinar Matahari yang mengenai separuh bagian Bulan yang menghadap Bumi menyebabkan adanya empat fase Bulan, yaitu Bulan tidak tampak, Bulan sabit, Bulan lonjong, dan Bulan purnama.

Fase Bulan
Fase Bulan

Nah, itu tadi merupakan pembahasan kita kali ini yaitu mengenai materi sistem tata surya dan anggota tata surya. Jika kamu masih belum paham, kamu bisa melihat video di bawah ini perjalanan ke seluruh planet yang ada di tata surya.

Leave a Reply