Mengenal Jamur

Mengenal Jamur dan Peranannya dalam Kehidupan

Pernahkah Anda memakan tempe? Tempe berasal dari bahan baku kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus stolonifer. Jamur memiliki banyak jenis dan manfaatnya masing-masing. Namun, banyak jamur juga berbahaya bagi manusia. Apa saja kerugian dan manfaat dari jamur? Dan sebutkan ciri-ciri jamur! Anda akan mempelajari selengkapnya dalam materi kali ini.

Ciri-ciri Jamur

Ciri-ciri Jamur

Jamur merupakan organisme eukariot. Anggotanya ada yang multiseluler dan ada pula yang uniseluler. Jamur tidak mempunyai klorofil yang berfungsi dalam fotosintesis, sehingga tidak memiliki jaringan-jaringan yang terspesialisasi seperti halnya tumbuhan dan tidak dapat membuat makanan sendiri.

Baca juga : Kingdom Plantae – Ciri, Klasifikasi, Jenis, beserta Contohnya

Jamur bersifat heterotrof, memperoleh makanan dari organisme lain dengan cara mengeluarkan enzim yang memecah makanan menjadi molekul sederhana, sehingga dapat diserap oleh sel-sel jamur. Cara hidup jamur dibedakan menjadi tiga macam, yaitu secara parasit, saprofit, dan mutualisme. Sebagian besar anggota kingdom jamur hidup secara saprofit, mendapatkan dari makhluk hidup yang telah mati atau makanan bahan organik yang membusuk.

1. Struktur Tubuh Jamur

Jenis-jenis Jamur

Sel jamur mempunyai dinding sel yang tersusun atas karbohidrat dan protein yang disebut kitin. Jamur multiseluler mempunyai berbagai morfologi atau bentuk tubuh yang bermacam-macam, ada yang seperti bulat, setengah lingkaran, kuping, ataupun payung. Jamur multiseluler memiliki sel-sel memanjang seperti benang-benang yang disebut hifa. Hifa akan membentuk cabang-cabang seperti anyaman yang disebut miselium.

Macam-macam Jamur

Miselium ini ada yang berdiferensiasi membentuk alat reproduksi, yang disebut miselium generatif. Hifa pada jamur ada yang bersekat (hifa septa) dan ada pula yang tidak bersekat. Dalam hifa yang tidak bersekat, inti selnya menyebar di sitoplasma. Hifa jamur tidak bersekat ini disebut juga hifa senositik. Selain itu ada pula hifa khusus. Pada jamur parasit. Hifa pada jamur ini berfungsi menyerap makanan dari inangnya. Hifa ini dinamakan hifa haustoria.

2. Reproduksi Jamur

Reproduksi pada jamur dapat secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual pada jamur uniselular dilakukan dengan cara pembentukan tunas dan pembelahan sel (fragmentasi). Sedangkan untuk jamur multiselular dengan pembentukan konidiospora atau sporangiospora. Pembentukan spora berfungsi untuk menyebarkan spesies dalam jumlah besar. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual yang haploid (n), berupa askospora, basidiospora, atau zigospora. Spora seksual diproduksi melalui singami, yaitu penyatuan sel atau hifa yang berbeda jenisnya. Dalam proses singami terjadi dua tahap, yaitu kariogami (penyatuan inti sel) dan plasmogami (penyatuan sitoplasma sel).

Klasifikasi Jamur

Jamur diklasifikasikan berdasarkan cara reproduksinya menjadi tiga divisi, yaitu sebagai berikut.

1. Zygomycota

Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Zygomycota adalah sebagai berikut.

  • Biasa hidup sebagai saprofit.
  • Miselium bercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga terlihat seperti pipa atau buluh.
  • Dinding sel terdiri atas kitin, tidak memiliki zoospora sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang tersebar kemana-mana.
  • Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari sporangium yang telah pecah. Beberapa hifa akan tumbuh dan ujungnya membentuk sporangium. Sporangium berisi spora. Spora yang terhambur inilah yang akan tumbuh menjadi miselium baru.
  • Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa betina dan hifa jantan. Hifa jantan adalah hifa yang menerima isi selnya. Perkembangbiakan ini dilakukan dengan gametangium yang sama bentuknya (hifa jantan dan hifa betina) yang mengandung banyak inti. Selanjutnya, gametangium mengadakan kopulasi.

Contoh jamur ini adalah Rhizopus stolonifer atau disebut juga jamur tempe. Jamur tersebut digunakan dalam proses pembuatan tempe.

2. Ascomycota

Ciri-ciri jamur yang termasuk dalam divisi Ascomycota adalah sebagai berikut.

  • Mempunyai hifa yang bersekat-sekat.
  • Dinding sel terdiri atas kitin dan dapat hidup sebagai saprofit, parasit, atau bersimbiosis.
  • Berkembang biak dengan membentuk spora di dalam selnya (kantung kecil) yang disebut askus. Pembentukan askus inilah yang menjadi ciri Ascomycota.
  • Perkembangbiakan secara aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan konidium, fragmentasi, dan pertunasan.

Contoh jamur ini adalah jamur Neurospora, di Jawa Barat dikenal sebagai jamur oncom untuk membuat oncom. Aspergillus wentii digunakan untuk mengubah amilum dan selulosa menjadi glukosa dalam pembuatan kecap dan tauco.

3. Basidiomycota

Ciri jamur Basidiomycota adalah sebagai berikut.

  • Memiliki basidium.
  • Memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati.
  • Bentuk jamur ini ada yang seperti payung, kuping, dan setengah lingkaran.
  • Tubuh buah Basidiomycota terdiri atas tudung (pileus), bilah (lamella), dan tangkai (stipe).
  • Reproduksi pada jamur ini terjadi secara aseksual dan secara seksual. Reproduksi secara aseksual menghasilkan konidia. Adapun secara seksual terjadi dengan cara perkawinan antara hifa yang berbeda jenisnya.

Contoh jamur divisio ini adalah jamur merang (Volvariella volvaceae) dan jamur kuping (Auricularia polytricula). Kebanyakan jamur dari divisi Basidiomycota ini dapat dikonsumsi, namun beberapa jamur dapat pula mematikan.

Peranan Jamur bagi Kehidupan

Peranan Jamur dalam Kehidupan

1. Jamur yang Merugikan

Beberapa jamur yang merugikan antara lain sebagai berikut.

  • Pneunomia carinii, menyebabkan penyakit pneumonia pada paru-paru manusia.
  • Albugo, merupakan parasit pada tanaman pertanian.
  • Candida sp., penyebab keputihan dan sariawan pada manusia.
  • Jamur Claviceps purpurea dari divisio Ascomycota, dapat menyebabkan penyakit pada perbungaan tanaman gandum.
  • Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus, yang mampu membusukkan makanan dengan menghasilkan racun.

2. Jamur yang Menguntungkan

Beberapa jamur yang menguntungkan antara lain sebagai berikut.

  • Khamir Saccharomyces, berguna sebagai fermentor dalam industri keju, roti, dan bir.
  • Penicillium notatum, berguna sebagai penghasil antibiotik.
  • Higroporus dan Lycoperdon perlatum, berguna sebagai dekomposer.
  • Jamur shitake (Lentinulla edodes), jamur kuping (Auricularia polytricha), dan jamur merang (Volvariella volvaceae) berguna sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
  • Rhizopus dan Mucor, berguna dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.
  • Pilobolus, berperan sebagai dekomposer yang menguraikan sampah organik berupa kotoran hewan dan jamur kuping di kayu.
FYI

Saat ini terdapat sekitar sepuluh jenis jamur konsumsi yang banyak dibudidayakan masyarakat seperti jamur merang, jamur kuping, jamur tiram, jamur lingzhi, jamur shiitake, jamur kancing (champignon), jamur hiratake, jamur enoki, jamur hiratake dan lain-lain.

Nah, setelah mempelajari materi di atas kita jadi tahu jenis-jenis jamur ya. Ternyata sebagian di antaranya bermanfaat dalam kehidupan. Bahkan banyak pengusaha yang beromzet jutaan rupiah hanya berbisnis jamur tiram. Mereka berhasil membudidayakan jamur karena mengerti betul bagaimana jamur berkembang biak dan seperti apa habitat tumbuhnya.

One comment

  1. Saya jadi tahu jenis jamur dan Peranannya dalam Kehidupan

Leave a Reply