Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara

Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Indonesia – Dasar negara merupakan bagian terpenting dari suatu negara karena untuk menentukan gambaran dari tujuan suatu bangsa dan sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan. Negara yang tidak memiliki dasar negara berarti bahwa negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara sehingga tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas. Agar suatu negara kuat, serta tidak mudah roboh dan hancur diperlukan pondasi atau dasar negara yang kuat karena mengingat permasalahan negara yang luas.

Dasar negara dan ideologi negara indonesia adalah Pancasila. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai materi pancasila, ikuti materinya berikut ini.

Baca juga : Sikap Positif Terhadap Pancasila

Sejarah Perumusan Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara

Perumusan pancasila diawali dalam sidang BPUPKI pertama yang diadakan pada 29 Mei – 1 Juni 1945. BPUPKI yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wediyodiningrat ditugaskan untuk menginvestigasi/menyelidiki serta mengumpulkan bahan-bahan penting dalam persiapan kemerdekaan indonesia yang independen, serta merancang UUD.

Dalam perjalanannya, BPUPKI mengadakan dua kali persidangan. Sidang pertama BPUPKI membahas asas dan dasar negara Indonesia merdeka. Dalam sidang tersebut terdapat tiga yang memberikan pidatonya mengenai dasar negara Indonesia merdeka, yaitu Mohamad Yamin, Dr. Supomo, dan Ir. Soekarno.

Sejarah Perumusan Pancasila

a. Mohamad Yamin

Mohamad Yamin menyampaikan gagasannya tentang dasar negara, pada tanggal 29 Mei 1945. Secara lisan dalam pidatonya “Asas Dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia”, Mohamad Yamin mengusulkan rumusan dasar negara sebagai berikut.

  1. Peri kebangsaan
  2. Peri kemanusiaan
  3. Peri ketuhanan
  4. Peri kerakyatan
  5. Kesejahteraan sosial

Mohamad Yamin juga menyampaikan rumusan dasar negara secara tertulis, isinya adalah sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan persatuan Indonesia
  3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia

b. Dr. Supomo

Masih dalam sidang pertama BPUPKI, pada tanggal 31 Mei 1945, Dr. Supomo menyampaikan konsep dasar negara Indonesia merdeka yang dapat diikhtisarkan sebagai berikut.

  1. Paham negara persatuan. Negara persatuan adalah negara yang mengatasi segala golongan dan perseorangan.
  2. Hubungan negara dan agama. Dalam negara persatuan, urusan agama terpisah dari urusan negara. Setiap warganya bebas memeluk agama yang disukainya.
  3. Sistem badan permusyawaratan. Kedudukan kepala negara dalam negara kesatuan sangat penting karena ia harus menjadi pemimpin negara yang sejati. Ia harus bersatu jiwa dengan rakyat seluruhnya.
  4. Sosialisme negara. Negara yang berdasarkan persatuan menerapkan sistem ekonomi sosialisme. Perusahaan-perusahaan yang penting diurus negara sendiri. Negara bersifat kekeluargaan dalam bidang ekonomi. Sistem tolong menolong dan sistem koperasi hendaknya dipakai sebagai salah satu dasar ekonomi negara Indonesia.
  5. Hubungan antarbangsa. Negara indonesia yang didasarkan pada semangat budaya asli Indonesia itu sendiri, dan negara asia timur raya.

c. Ir. Soekarno

Pada tanggal satu juni 1945, di depan sidang BPUPKI Ir. Soekarno mengusulkan dasar negara Indonesia merdeka yakni, pancasila. Istilah ini diperoleh dari petunjuk temannya yang ahli bahasa. Rumusan dasar negara Indonesia itu adalah sebagai berikut.

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial, dan
  5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Setelah melalui proses pembahasan dan musyawarah yang panjang maka BPUPKI mengambil keputusan untuk menyepakati pancasila sebagai nama dasar negara Indonesia merdeka. Namun, rumusan sila-silanya masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Dalam sidang pertama BPUPKI yang berlangsung pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 itu kata sepakat tentang dasar negara Indonesia merdeka belum dicapai. Oleh karena itu, sebelum masa reses, BPUPKI membentuk panitia kecil berjumlah sembilan orang di bawah pimpinan Ir. Soekarno. Panitia ini dikenal dengan nama panitia sembilan, anggotanya adalah sebagai berikut.

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Moh. Hatta
  • Muhammad Yamin
  • Achmad Soebardjo
  • A.A Maramis
  • Abdul Kadir Muzakkir
  • KH. Wachid Hasyim
  • Agus Salim
  • Abikusno Tjokrosuyoso

Pada tanggal 22 Juni 1945, panitia sembilan berhasil membuat rumusan tentang maksud dan tujuan pembentukan dasar negara Indonesia merdeka. Naskah Mukadimah yang ditandatangani oleh panitia sembilan tersebut kemudian diberi nama Piagam Jakarta atau Jakarta Carter oleh Muhammad Yamin. Piagam Jakarta berisi perumusan falsafah negara Indonesia, yang isinya sebagai berikut.

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada tanggal 10 Juli 1945 sampai dengan tanggal 17 Juli 1945, BPUPKI menyelenggarakan sidang kedua dengan agenda sebagai berikut.

  1. Membahas rancangan pembukaan hukum dasar
  2. Merumuskan rancangan hukum dasar

Selain itu BPUPKI juga membentuk panitia yang dinamakan panitia perancang undang-undang dasar. Panitia ini diketuai oleh Ir. Soekarno, yang anggotanya terdiri atas:

  1. A.A Maramis
  2. Otto Iskandardinata
  3. Purboyo
  4. H. Agus Salim
  5. Maria Ulfa Santosa
  6. KH. Wachid Hasyim
  7. P. A. Husein Djayadiningrat
  8. Achmad Subardjo
  9. Prof. Dr. R. P. Singgih
  10. Supomo
  11. Latuharhary
  12. Sartono
  13. Wuryaningrat
  14. dr. Sukiman
  15. Susanto Tirtiprojo
  16. Tan Eng Hoat
  17. Parada Harahap
  18. Wongsonegoro

Pada tanggal 11 Juli 1945, panitia ini menyetujui isi pembukaan undang-undang dasar yang diambilkan dari isi piagam Jakarta. Akhirnya, pada tanggal 16 Juli 1965 anggota sidang berhasil membuat Mukadimah dan Rancangan Undang-Undang Dasar 1945. BPUPKI dibubarkan pada tanggal 9 agustus 1945, Setelah menyelesaikan tugasnya. Setelah BPUPKI dibubarkan dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Pada sidang PPKI yang pertama, rancangan undang-undang dasar negara yang merupakan hasil kerja BPUPKI dibahas dan untuk disahkan menjadi undang-undang dasar negara RI merdeka. Para pejuang menyadari bahwa kita harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Mereka juga sepakat mengadakan perubahan dalam rancangan undang-undang dasar, seperti yang sudah diuraikan dalam Bab IV tentang sila pertama dalam rumusan Piagam Jakarta. Sila pertama semula berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dengan alasan untuk menjaga persatuan bangsa dan kesatuan seluruh wilayah indonesia, menggapai usul dari wakil-wakil Indonesia bagian timur.

Pengertian Pancasila sebagai Satu Kesatuan yang Bulat dan Utuh

pancasila png

Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dari ketuhanan yang maha esa, peri kemanusiaan, kebangsaan, kedaulatan rakyat, dan keadilan sosial. Latar belakang digunakannya pancasila sebagai Ideologi negara dapat ditemukan dengan mempelajari Pembukaan UUD 1945.

a. Pengertian Pancasila

Istilah pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti asas atau dasar.

Pancasila adalah lima asas (prinsip) atau lima dasar (landasan) atau dapat juga diartikan sebagai dasar falsafah masyarakat / bangsa Indonesia yang terdiri atas lima sila, dimana sila merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ir. Soekarno mengungkapkan bahwa pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia yang sudah ada sejak dahulu dan turun-temurun. Sementara itu menurut panitia sembilan pancasila lima asas (prinsip) yaitu ideologi negara sehingga kelima asas (prinsip) tersebut adalah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

Rumusan pancasila yang resmi dapat terdapat dalam pembukaan UUD 1945 alinea empat. Dalam pembukaan disebutkan rumusan pancasila. (Isi pancasila 1-5)

Sistematika tata tulis dan pengucapan pancasila ditegaskan dengan intruksi Presiden No. 12 Tahun 1968, yaitu sebagai berikut.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerkyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b. Pancasila dan ideologi-ideologi lain

1. Komunisme

Komunisme adalah konsep yang berupaya menghapuskan milik perseorangan dan menggantinya dengan hak milik bersama yang dikendalikan (dikontrol) oleh negara. Komunisme yaitu bersifat atheisme, yaitu tidak mengakui Tuhan. Tentu saja ajaran ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.

2. Liberalisme

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan paham liberalisme? Paham liberalisme adalah suatu paham yang melihat manusia sebagai makhluk bebas dan merdeka. Paham liberalisme menganut paham sekuler, yaitu paham yang memisahkan masalah agama dari urusan negara dan pemerintah, negara tidak mencampuri urusan agama. Agama menjadi urusan pribadi setiap warga negara. Negara terpisah dengan agama. Warga bebas memiliki agama, tetapi juga bebas tidak memiliki agama. Dalam negara liberalisme, kepentingan warga negara lebih utama dari pada kepentingan negara. Negara yang menganut ideologi liberalisme kebanyakan adalah negara-negara barat, seperti Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, Belanda dan Italia.

3. Sosialisme

Paham sosialisme adalah paham yang mengutamakan kepentingan warga negaranya. Dalam negara sosialis, kepentingan negara didahulukan dari kepentingan warga negara. Kebebasan atau kepentingan warga negara dikalahkan untuk kepentingan negara. Jadi, negara yang paling utama, sedangkan kepentingan warga negara nomor dua. Kekuasaan negara sangat besar, sedangkan kekuasaan warga negara kecil.

Kehidupan agama pada negara sosialis juga terpisah dengan negara. Paham sosialisme dianut oleh Rusia, Korea Utara, Cina, dan Vietnam.

4. Fasisme

Paham fasisme memandang bangsanya paling tinggi dan menganggap rendah harkat, martabat, dan derajat bangsa atau negara lain. Dengan kata lain paham fasisme mengarah pada sikap eksklusivisme, yaitu sikap yang suka menganggap negaranya memiliki kedudukan paling tinggi di antara bangsa-bangsa lain. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila.

Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara

Nilai-nilai Pancasila

1. Nilai-nilai Pancasila sebagai Dasar Negara

Pancasila digunakan sebagai dasar atau landasan berdirinya negara karena dapat memenuhi keinginan semua pihak, dapat mempersatukan bangsa Indonesia dari berbagai suku, adat, agama, dan lain-lain. Dasar negara pancasila sangat lengkap, memberi keinginan atau kebutuhan bangsa Indonesia seperti kehidupan berketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Pembukaan UUD 1945 yang memuat nilai-nilai pancasila di dalamnya mengandung empat pokok pikiran yaitu sebagai berikut.

  • Pokok pikiran pertama, negara Indonesia adalah negara persatuan yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini mencerminkan sila ketiga.
  • Pokok pikiran kedua, negara bertujuan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam rangka mewujudkan negara berkewajiban, memajukan, kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Ini mencerminkan sila kelima.
  • Pokok pikiran ketiga, negara berkedaulatan rakyat berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan. Negara kita berkedaulatan rakyat dengan sistem pemerintahan demokrasi yang kita sebut demokrasi pancasila. Ini mencerminkan sila keempat.
  • Pokok pikiran keempat, negara berdasarkan ketuhanan yang maha esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hal mengandung arti bahwa negara Indonesia menjunjung tinggi keberadaan semua agama dalam pergaulan hidup negara. Hal ini mencerminkan sila pertama dan kedua.

Pancasila memiliki peranan penting dalam negara Indonesia. Salah satu fungsi pancasila adalah sebagai dasar negara atau dasar falsafah negara karena dalam negara Indonesia digunakan sebagai berikut.

  1. Dasar untuk mengatur negara.
  2. Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang berlaku di negara Indonesia yang kemudian melahirkan sumber-sumber hukum lainnya. Sumber hukum ini adalah dasar untuk lahirnya peraturan lain.
  3. Mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara serta merupakan pandangan hidup yang telah mengakar dalam kepribadian bangsa. Sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegaraan. Dalam sejarah Indonesia tampak bahwa meskipun pancasila dituangkan dalam rumusan yang berbeda, namun dalam tiga UUD yang pernah digunakan di Indonesia, yaitu dalam mukadimah UUD 1945, mukadimah konstitusi RIS, dan mukadimah UUD Sementara Republik Indonesia, pancasila tetap tercantum di dalamnya.
  4. Pancasila selalu tercantum dalam pembukaan UUD yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Hal ini merupakan bukti bahwa pancasila memang dikehendaki sebagai dasar falsafah negara.
  5. Pancasila digunakan sebagai sumber ketertiban sosial, menjadi sumber ketertiban bagi segala kehidupan kita, baik sebagai perseorangan maupun dalam ikatan kelompok, ikatan organisasi, partai politik, dan menjadi sumber ketertiban negara dan ketertiban hukum, serta menjadi pedoman yang dilaksanakan oleh pemerintah, semua aparatnya, dan setiap pejabat dalam melaksanakan kekuasaan serta tugasnya.

2. Nilai-nilai Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Nilai-nilai pancasila diklasifikasikan sebagai nilai-nilai kerohanian yang mengandung nilai-nilai lain yang harmonis dan lengkap, baik nilai etis maupun nilai religius, nilai yang penting (vital), nilai fisik (material), nilai-nilai kebenaran (kenyataan). Nilai-nilai pancasila sebagai Ideologi bersifat objektif dan sujektif.

Berikut adalah penjelasan sifat objektif pada nilai-nilai.

  1. Rumusan sila-sila itu sendiri menunjukan adanya sifat-sifat abstrak, umum, dan universal.
  2. Esensi dari sila akan tetap sepanjang kehidupan masyarakat Indonesia, baik dalam adat kenegaraan, keagamaan, kebiasaan, serta dalam kehidupan kebudayaan.
  3. Pancasila terkandung dalam pembukaan UUD 1945 sebagai prinsip dasar negara sehingga menjadi sumber semua sumber hukum di Indonesia.
  4. Pembukaan UUD 1945 (yang mengandung jiwa pancasila) tidak dapat diubah secara hukum oleh siapa pun, termasuk MPR dari hasil pemilihan umum.
  5. Pembukaan UUD 1945 yang mengandung makna pancasila tidak dapat diubah karena kemerdekaan merupakan karunia Tuhan.

Nilai-nilai bersifat subjektif terkandung maksud bahwa keberadaan nilai-nilai pancasila bergantung pada bangsa Indonesia sendiri. Hal ini dapat dijelaskan karena:

  1. Nilai-nilai tersebut timbul dari bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia sebagai penyebab adanya nilai-nilai tersebut.
  2. Nilai-nilai ini adalah pandangan hidup masyarakat Indonesia sehingga mereka adalah identitas nasional yang diyakini sebagai sumber nilai-nilai kebaikan, keadilan, kebenaran, dan kearifan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  3. Di dalam pancasila ada nilai-nilai spiritual (kerohanian), yaitu nilai-nilai kebaikan, kebenaran, keadilan, kearifan, etika, estetika, dan nilai-nilai religius yang sesuai dengan hati nurani rakyat Indonesia karena didasarkan pada kepribadian bangsa.

Pancasila sebagai sumber negara mengandung tiga unsur nilai, yaitu sebagai berikut.

1. Nilai Dasar

Nilai dasar merupakan isi dari sila-sila yang bersifat universal sehingga dalam nilai dasar ini tergantung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar.

2. Nilai Instrumental

Nilai instrumental adalah kebijakan, arahan, strategi, target, dan institusi untuk pelaksanaannya.

3. Nilai Praktis

Nilai praktis merupakan nilai yang dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara nyata.

3. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Setiap Bunyi Pancasila

Setiap sila mengandung nilai-nilai luhur. Berikut adalah nilai-nilai tekandung dalam setiap sila.

Sila ke Sumber nilai Pancasila Nilai yang terkandung
Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Ketakwaan
2. Keimanan
3. Saling mengargai antarpemeluk agama
4. Menjaga toleransi
5. Negara menjamin kebebasan setiap untuk beribadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing
Sila II Kemanusiaan yang adil dan beradap 1. Menghargai orang lain
2. Saling tenggang rasa
3. Menjunjung tinggi HAM
4. Prinsip persamaan harkat dan martabat sebagai hamba Tuhan
Sila III Persatuan Indonesia 1. Menjaga persatuan dan kesatuan
2. Cinta tanah air/nasionalisme
3. Rela berkorban
Sila IV Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 1. Musyawarah untuk mencapai mufakat
2. Mendahulukan kepentingan negara dan masyarakat
3. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
4. Menegakkan nilai kebenaran dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat
5. Menghargai pendapat orang lain
Sila V Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia 1. Setiap rakyat Indonesia diperlakukan dengan adil dalam segala bidang
2. Keseimbangan antara hak dan kewajiban rakyat Indonesia
3. Saling membantu terhadap sesama
4. Menghargai hasil karya orang lain
5. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia
6. Sikap hidup sederhana dan bekerja keras
Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila

Sikap yang pernah kamu lakukan dalam mempertahankan Ideologi dan Dasar Negara Pancasila, coba sebutkan pada kolom komentar. Setelah kamu mempelajari materi tentang Ideologi di sebuah negara adakah yang masih belum kamu pahami dari materi di atas?.

Leave a Reply