Pencemaran Lingkungan: Pengertian, Macam, dan Cara Mengatasinya

Pencemaran lingkungan – Pertumbuhan penduduk yang pesat juga menyebabkan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Hal ini mendorong manusia untuk senantiasa mencukupi kebutuhannya. Namun demikian, kegiatan manusia tersebut mengakibatkan terganggunya keseimbangan alam dengan menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Baca juga: Sumber Daya Alam – Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Pencemaran Lingkungan

Contoh Pencemaran Lingkungan
Salah satu contoh pencemaran lingkungan

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan? Pencemaran adalah peristiwa masuknya zat-zat atau unsur lain yang mengganggu keseimbangan lingkungan dan merugikan makhluk hidup. Pencemaran biasa juga disebut sebagai polusi. Sesuatu yang menyebabkan adanya polusi atau pencemaran disebut sebagai polutan.

Polutan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

  1. Merusak untuk sementara waktu, tetapi ketika bereaksi dengan zat-zat lingkungan tidak ada lagi kerusakan.
  2. Merusak dalam jangka waktu lama. Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Namun, dalam jangka panjang, Pb bisa terakumulasi dalam tubuh ke tingkat yang merusak.

Penyebab pencemaran lingkungan bermacam-macam, kebanyakan berasal dari kegiatan manusia. Berikut ini beberapa penyebabnya.

  1. Limbah rumah tangga.
  2. Limbah pertanian.
  3. Limbah industri.
  4. Limbah minyak.
  5. Limbah radioaktif.

Jika polutan jumlahnya dalam satu ekosistem melebihi batas normal, bisa menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak sesuai dengan fungsinya. Akibat yang akan terjadi adalah adanya kerusakan lingkungan yang menggangu dan merugikan kehidupan makhluk hidup.

Menurut Undang-Undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982, pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, serta komponen lain ke dalam lingkungan, atau perubahan tatanan lingkungan oleh aktivitas manusia atau oleh proses alami sehingga kualitas lingkungan turun ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak lagi berfungsi sesuai dengan tujuannya.

Macam-macam Pencemaran Lingkungan

Pencemaran lingkungan memiliki banyak macam dan jenisnya. Jika dilihat dari sifat zat pencemarnya, dapat dibedakan menjadi 3 macam. yaitu:

1. Pencemaran Biologis

Adalah polusi yang disebabkan oleh berbagai jenis mikroba atau mikroorganisme, seperti Slalmonella thyposa, Entamoeba coli, dan Eschericia coli. Mikroba adalah organisme yang ukurannya sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroba-mikroba tersebut dapat memicu menimbulkan wabah penyakit.

2. Pencemaran Fisik

Adalah pencemaran yang disebabkan oleh benda cair, benda padat, maupun gas → (Baca juga: Konsep Zat – Padat, Cair, dan Gas). Misalkan air yang datang secara tiba-tiba dalam skala yang sangat besar, dapat menyebabkan banjir, maka air dikatakan sebagi fisik.

3. Pencemaran Kimiawi

Adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat-zat kimia. Biasanya yang banyak terjadi di lingkungan masa kini adalah limbah industri. Misalnya zat-zat logam berat yang terdapat dalam limbah industri (timbal atau air raksa). Atau bisa juga senyawa-senyawa non-logam seperti senyawa nitrat, asam sulfat, dan zat-zat lain yang dapat mempengaruhi lingkungan dan mengalami kerusakan.

Polusi di golongkan menjadi 4 jenis. Berikut jenis-jenis pencemaran lingkungan menurut tempat terjadinya.

4. Pencemaran Air

Pencemaran Air

Adalah masuknya bahan pencemar (polutan) ke lingkungan berair. Polutan tersebut dapat berasal dari limbah industri, baik industri makanan, minuman, logam, obat-obatan, dan lain-lain. Polutan juga berupa limbah rumah tangga dan limbah minyak.

Sekitar 70% permukaan bumi adalah air, hanya 3% nya berupa air tawar. Air tawar inilah yang merupakan sumber bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Apabila terjadi pencemaran, maka hal itu akan mengancam keberhasilan hidup manusia dan makhluk lain.

  • Limbah Industri. Contohnya: zat-zat logam berat, air raksa, kadmium dan timbal.
  • Limbah Industri makanan dan minuman. Contohnya: dalam industri pengalengan buah, produksi minyak goreng, pengalengan ikan. Berbeda dengan limbah industri, limbah ini banyak menghasilkan limbah yang kaya bahan organik.
  • Limbah Pertanian. Tumbuhnya alga yang sangat cepat sehingga menutup permukaan air, dan mengalami tumbuhan di dalamnya untuk melakukan fotosintesis. Selain itu, juga bisa dari pupuk pestisida yang terlalu banyak digunakan dan larut ke saluran pengairan, sehingga organisme dalam air bisa mati.
  • Limbah Rumah Tangga. Terdiri dari limbah padat (kertas, plastik, botol, kaleng), dan limbah cair (air buangan deterjen, sabun dan bahan lain yang tidak terpakai dan larut ke dalam air pembuangan). Tidak saja sungai dapat tercemar, namun meningkatnya limbah padat dapat menimbulkan penumpukan pada pintu air dari hal ini dapat mengakibatkan banjir.
  • Limbah Minyak. Tumpahnya minyak yang mungkin terjadi karena kebocoran baik tanpa disengaja, dapat mengganggu biota yang hidup dalam air maupun di sekitarnya.

5. Pencemaran Air Tanah

Air tanah adalah air tawar yang ditemukan di bawah permukaan tanah. Banyak masyarakat yang sumber kebutuhan airnya berasal dari air tanah. Akibat pengelolaan air limbah yang tidak baik, banyak air tanah yang tercemar oleh limbah.

Limbah rumah tangga yang dialirkan bebas di atas permukaan tanah, akan merembes ke dalam tanah. Limbah itu akan disaring dan didaur ulang oleh tanah. Kemampuan tanah untuk menyaring dan mendaur ulang limbah, terbatas.

Bila limbah yang dibuang ke tanah lingkungan telah melebihi kemampuan tanah untuk menyaring dan mendaur ulang maka limbah akan terus mengikuti aliran air tanah. Bila masyarakat sekitar membuat sumur atau sumur pompa maka tidak menutup kemungkinan air sumur tersebut ikut tercemar. Apabila dikonsumsi oleh manusia, akan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

6. Pencemaran Udara

Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah peristiwa masuknya bahan atau zat asing, energi, dan komponen lainnya ke dalam atmosfer yang menyebabkan terganggunya keseimbangan atmosfer. Dalam keadaan normal atmosfer atau udara memiliki komposisi seperti pada tabel berikut.

No. Komponen udara Persentase
1. Nitrogen 78,09
2. Oksigen 21,94
3. Argon 0,93
4. Karbon dioksida 0,032
Tabel komposisi udara bersih dan kering

Namun jika terjadi polusi, maka susunan keadaan normal. Hal ini akan mengganggu kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi. Zat-zat pencemar udara antara lain debu, asap, gas, buangan hasil pembakaran bahan bakar fosil (karbon monoksida (CO)), karbon dioksida (CO2), Sulfur Oksida (SO2), Nitrogen Oksida (NO, NO2, NOx)), senyawa asam (HCI, H2S, HF), CFC (Chlorofluorocarbon) dan beberapa partikel logam seperti Pb, As, Zn, dan Cu.

  • Asap dan debu. Mempunyai efek langsung pada fungsi mata dan saluran pernapasan manusia. Ketika debu masuk mata, maka mata akan terasa perih dan memerah, sedangkan ketika asap terhirup hidung, maka hidung terasa panas dan dada menjadi sesak. Asap tebal hasil pembakaran yang terkumpul di atmosfer dapat menggangu pandangan dan menghambat cahaya matahari.
  • Karbon monoksida (CO). CO banyak dihasilkan dari hasil pembakaran kendaraan bermotor. Gas CO hasil pembakaran kendaraan bermotor sangat berbahaya bagi manusia. Gas CO yang terhirup akan beredar dalam darah dan berikatan dengan hemoglobin darah akibatnya terjadi keracunan gas CO yang ditandai pusing-pusing, gangguan saraf, dan pingsan.
  • Karbon dioksida (CO2). CO2 terbesar merupakan hasil pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan bara. CO2 menyebabkan terjadinya efek rumah kaca, karena CO2 yang berlebih di atmosfer akan membentuk lapisan, sehingga cahaya matahari tidak dapat dipantulkan. Hal tersebut menyebabkan peningkatan suhu bumi.
  • Sulfur oksida (SOx). SOx dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar fosil dan letusan gunung berapi. Bila senyawa ini bertemu dengan air maka akan membentuk senyawa asam.
  • CFC (Chlorofluorocarbon). CFC digunakan pada peralatan rumah tangga seperti AC dan kulkas. CFC amat ringan, apabila lepas ke atmosfer dan bertemu dengan ozon akan menipis dan menyebabkan lubang pada lapisan atmosfer. Apabila terdapat lubang ozon, maka radiasi sinar ultraviolet matahari tidak dapat disaring dan menyebabkan kanker kulit.

7. Pencemaran Tanah

Tanah yang subur adalah tanah yang kaya humus, zat organik, unsur hara, dan cukup air. Di tanah yang suburlah proses kehidupan tumbuhan, hewan, dan mikroba tanah berjalan dengan baik. Bila ada komponen yang masuk ke dalam tanah sehingga mengganggu keseimbangan ekologi tanah maka terjadilah pencemaran tanah.

Biasanya pencemaran tanah disebabkan oleh limbah industri, hujan asam, limbah rumah tangga, dan tumpahan minyak. Benda-benda yang mencemari tanah pada umumnya berupa kertas, kaleng, kantong plastik, baterai bekas, pestisida serta senyawa racun dan kimia lainnya.

Berdasarkan sifatnya, polutan-polutan tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam (biodegradable). Contohnya kayu, kertas, bahan sisa makanan, sampah-sampah dedaunan.
  • Polutan yang tidak dapat dipecah oleh proses alami (nonbiodegradable). Contohnya gelas, pestisida, radioaktif, dan logam toksik. Bahan yang tidak terurai tersebut akan tetap berada pada lingkungan hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Sehingga akan menggangu keseimbangan ekosistem.

8. Pencemaran Suara

Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising secara terus-menerus. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). Sumbernya adalah suara lalu lintas, suara pesawat terbang, mesin pabrik, dan suara gaduh lainnya. Kekuatan suara berbagai kegiatan berbeda-beda.

Suara dianggap sebagai pencemar jika suara yang tidak diinginkan memasuki lingkungan manusia, sehingga mengganggu aktivitas manusia. Bahkan suara yang terlalu keras dapat merusak fungsi telinga.

Dampak Pencemaran Lingkungan

Dampak Pencemaran Lingkungan

Pencemaran memberikan dampak pada lingkungan. Secara umum, pencemaran mempunyai dampak pada lingkungan, yaitu sebagai berikut.

1. Terjadinya Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca terjadi karena banyaknya karbon dioksida pada atmosfer. Dalam jumlah yang banyak di atmosfer, gas karbon dioksida menghalangi pantulan panas matahari yang mengenai bumi ke atmosfer. Peristiwa ini disebut efek rumah kaca (green house effect).

Pembakaran bahan bakar minyak bumi, batu bara, dan kebakaran hutan baik karena perbuatan manusia atau secara alami adalah penyebab kenaikan kadar karbon dioksida dalam atmosfer. Gas ini juga dihasilkan dari macam-macam pembakaran.

Semakin banyak pembakaran, semakin banyak terbentuk karbon dioksida. Kemudian karbon dioksida akan terkumpul di atmosfer bumi. Selain karbon dioksida, gas lain yang juga menimbulkan efek rumah kaca adalah metana dan CFC.

Efek rumah kaca dapat menaikkan suhu udara secara global sehingga dapat mengubah pola iklim di seluruh dunia. Peristiwa kenaikan suhu global, menyebabkan mencairnya es kutub. Bila es mencair maka permukaan laut akan naik. Keadaan ini memengaruhi keseimbangan ekosistem sehingga membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

2. Hujan Asam

Hujan asam disebabkan oleh oksida nitrogen dan oksida belerang dalam jumlah banyak di atmosfer. Oksida nitrogen dan belerang tersebut akan bercampur dengan uap air di atmosfer. Kemudian bila hujan atau salju turun ke bumi, maka terjadilah hujan atau salju yang bersifat asam.

Akibat hujan asam yang terus menerus (dalam waktu yang lama) menyebabkan tanah, sungai, danau, dan perairan tawar menjadi asam. Selain itu hujan asam, akan merusak tumbuh-tumbuhan, mematikan mikroorganisme tanah, dan biota yang hidup di air tawar. Bila hal ini terjadi terus-menerus akhirnya akan memengaruhi kehidupan manusia sendiri.

Selain dampak secara umum pencemaran juga memiliki dampak pada manusia. Menurut WHO, tingkat polusi didasarkan pada tingkat polutan dan waktu (lamanya) kontak.

Dampak tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3 sesuai akibatnya, sebagai berikut:

  • Polusi yang mulai menyebabkan iritasi/gangguan ringan pada panca indra dan tubuh serta telah mengakibatkan kerusakan ekosistem lainnya. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang mengakibatkan mata tidak nyaman.
  • Pencemaran yang sudah mengganggu reaksi tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya, polusi Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang mengakibatkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
  • Pencemaran yang tingkat zat-zat pencemarnya sangat besar sehingga menyebabkan gangguan dan penyakit atau kematian di lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

3. Penipisan Lapisan Ozon

Lapisan ozon adalah selimut atmosfer bumi. Lapisan ini mencegah radiasi ultraviolet dari sinar matahari. Akibat dari Polusi CFC, banyak partikel ozon terikat oleh radikal klor dari CFC. Selanjutnya, penipisan lapisan ozon terjadi dan kemungkinan pembentukan lubang lapisan ozon. Hal ini menyebabkan intensitas sinar ultraviolet sampai ke permukaan bumi meningkat tajam. Akibatnya timbul penyakit mematikan oleh pengaruh sinar ultraviolet yang sangat besar.

Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan

Berikut ini usaha-usaha yang dapat dilakukan.

1. Mengatasi Pencemaran Air

Pencemaran air oleh limbah rumah tangga dalam bentuk sampah dan air limbah, dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Membuat tempat penampungan limbah yang berupa air buangan
  • Membuat tempat pembuangan sampah
  • Membuat lubang untuk memuang sampah selanjutnya, ditimbun dengan tanah
  • Memanfaatkan sampah untuk dibuat pupuk (kompos)

Pada limbah pertanian, pencemaran air dapat dicegah dengan cara:

  • Pengaturan terhadap penggunaan pupuk buatan (yaitu menggunakan pupuk hanya pada saat tanaman tumbuh, tidak memupuk lahan kosong, tidak memupuk ketikan hujan, dan tidak membuang sisa pupuk ke sungai dan danau).
  • Mencegah limbah pertanian agar tidak mengalir ke sungai dan danau
  • Menggunakan pestisida yang mudah diuraikan oleh alam
  • Menanam tanaman pertanian yang kebal terhadap serangga hama
  • Menggunakan metode (cara) lain selain menggunakan pestisida (misalnya dengan biological control).

Pencemaran air oleh limbah industri dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara pembuangan limbah industri yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem. Setiap pabrik harus memiliki penampungan limbah. Limbah pabrik kemudian diproses atau diolah. Dengan demikian bahan dari limbah yang berupa zat-zat beracun dapat dihilangkan. Pencemaran air oleh logam yang berasal dari industri dapat dicegah atau diatasi dengan cara menaman tumbuhan sejenis alang-alang di sekitar perairan tempat pembuangan limbah.

Pencemaran air oleh limbah minyak dapat dicegah atau ditanggulangi dengan cara menghindari kebocoran minyak di laut baik oleh kapal tanker maupun pengeboran minyak lepas pantai. Namun apabila kebocoran terjadi maka minyak dibersihkan dengan cara bioremediasi. Bioremediasi adalah penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan polusi. Selain itu pembersihan minyak di laut juga dapat dilakukan dengan cara membuat penghalang mekanik sehingga air laut yang tercemar minyak tidak mencapai pantai. Kemudian dilakukan penyedotan terhadap tumpahan minyak tersebut.

2. Mengatasi Pencemaran Udara

Polusi udara dapat disebabkan oleh beberapa polutan, antara lain CO2, CO, NO2, SO2, CFC dan asap. Oleh karena itu, pencegahan dan penanggulannya dapat dilakukan berdasarkan sumber polutannya.

Sumber polutan berupa karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara mencegah penebangan hutan untuk lahan pertanian mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, misalnya dengan mencari sumber alternatif pengganti bahan bakar minyak, dan memperluas daerah penghijauan dan reboisasi

Polusi oleh CFC dapat ditanggulangi dengan cara mengurangi penggunaan CFC. Sehingga kehancuran lapisan ozon dapat dikurangi. CFC dapat berada di atmosfer dalam jangka waktu yang sangat lama. CFC membutuhkan waktu sekitar seratus tahun agar bisa hilang.

Polusi udara oleh asap ditimbulkan oleh kegiatan manusia. Polusi oleh asap dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara mencegah pembakaran bahan-bahan beracun di udara terbuka, mencegah terjadinya kebakaran hutan, dan menggunakan bahan bakar yang sedikit menggunakan asap.

3. Mengatasi Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah yang ditimbulkan oleh pestisida. Pencegahan dan penanggulangannya dengan cara menggunakan pestisida sesuai dengan aturannya. Sedangkan penanggulangan pencemaran oleh limbah industri, yaitu pabrik harus memiliki tempat penampungan dan pengolahan limbah.

4. Mengatasi Pencemaran Suara

Pencemaran suara dapat dicegah dan diatasi, antara lain dengan cara berikut.

  • Tidak membunyikan televisi, tape, atau radio terlalu keras.
  • Tidak membangun bandara di dekat pemukiman penduduk.
  • Tidak membangun pabrik di dekat pemukiman penduduk.
  • Para tenaga kerja pabrik yang berada pada lingkungan suara yang keras, dianjurkan menggunakan peredam suara di telinga.

Makhluk hidup membutuhkan lingkungan untuk tempat hidupnya. Karena makhluk hidup tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Lingkungan tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Sekian pembahasan mengenai pencemaran lingkungan. Semoga bermanfaat..

One comment

  1. Sebagian orang masih acuh dalam menjaga kelestarian lingkungan, padahal sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup makhluk hidup.

    Maka dari itu menjaga kelestarian lingkungan perlu ditanamkan sejak dini.

Leave a Reply