Peran dan Fungsi Badan Usaha

Kali ini kami ingin melanjutkan materi badan usaha pada pembahasan sebelumnya. Badan usaha untuk mencapai tujuannya, perlu menentukan fungsi-fungsi yang akan memperlancar kegiatan usaha. Fungsi-fungsi badan usaha yaitu fungsi pembelanjaan, fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi personalia, dan fungsi administrasi.

Baca juga: Badan Usaha – Pengertian, Bentuk, dan Jenis Badan Usaha

Berikut macam-macam fungsi badan usaha beserta penjelasannya.

1. Fungsi Produksi

Salah satu fungsi badan usaha yaitu Fungsi Produksi

Fungsi badan usaha yang pertama yaitu fungsi produksi. Fungsi ini menetapkan barang dan jasa apa, bagaimana cara menghasilkan, dan bagaimana pekerja dibagi dan ditempatkan pada pekerjaan produksi agar sesuai dengan tujuan dan keinginan badan usaha. Jadi, fungsi produksi ini berusaha mempertahankan kelangsungan produksi dan memikirkan bagaimana pekerjaan itu dapat dilaksanakan dengan cara yang cepat, aman, dan murah, dalam arti bahwa produksi dapat diselesaikan pada waktunya dengan biaya yang se-ekonomis mungkin.

2. Fungsi Pembelanjaan

Fungsi badan usaha yang kedua yaitu fungsi pembelanjaan. Fungsi ini berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Baik segi likuiditas, soliditas, maupun solvabilitas badan usaha. Di samping itu, fungsi ini juga mengatur keuangan perusahaan baik ke luar maupun ke dalam.

3. Fungsi Pemasaran

Fungsi badan usaha selanjutnya yaitu Fungsi Pemasaran

Fungsi badan usaha selanjutnya yaitu fungsi pemasaran. Fungsi ini berhubungan dengan masalah marketing product, yaitu bagaimana cara memperoleh barang, apakah barang dibeli dengan tunai atau kredit, mana yang paling menguntungkan, bagaimana penyimpanan barang yang sudah dihasilkan agar terjamin, serta berhubungan dengan masalah penjualan hasil. Penjualan sebagai ujung tombak suatu bisnis untuk mendapatkan pemasukan atau pendapatan, maka bagian penjualan sebaiknya lebih aktif dalam memasarkan dan memperkenalkan barang.

4. Fungsi Personalia

Fungsi Personalia

Fungsi badan usaha yang keempat yaitu fungsi personalia. Fungsi ini menangani faktor-faktor produksi tenaga kerja dengan semua jenis permasalahannya, sehingga faktor tersebut dapat secara bersamaan dipindahkan ke arah tercapainya tujuan badan usaha. Fungsi personalia ini menyangkut masalah penerimaan tenaga kerja, pendidikan dan seleksi, upah atau jaminan sosial, penyelidikan terhadap metode kerja, penempatan tenaga kerja, dan promosi. Jadi, berdasarkan fungsi ini pengusaha berusaha agar para tenaga kerja yang ada senang bekerja di tempat kerja itu, berprestasi tinggi, loyal, dan mempunyai rasa kebanggaan bekerja di perusahaan itu.

5. Fungsi Administrasi

Fungsi Administrasi

Fungsi badan usaha yang terakhir yaitu fungsi administrasi. Fungsi ini melakukan pencatatan semua hal yang berkaitan dengan kegiatan badan usaha, sehingga dari catatan yang dibuatnya, setiap saat semua hak dan kewajiban badan usaha dapat diketahui. Pada suatu badan usaha yang besar, kegiatan administrasi itu dilaksanakan pada bagian tata usaha, bagian keuangan, bagian kepegawaian atau personalia, bagian perlengkapan, bagian perencanaan, bagian pabrik atau bengkel, bagian statistik, bagian penjualan, bagian gudang, bagian pengawasan, dan lain-lain.

Biasanya badan usaha yang ingin maju dan memenangkan persaingan serta manaikkan prestise, menggabungkan beberapa badan usaha. Penggabungan badan usaha disebut dengan konsentrasi badan usaha. Konsentrasi badan usaha adalah penggabungan badan usaha dengan tujuan mengatasi persaingan yang dapat membahayakan badan usaha tersebut dan memperkuat posisinya.

Konsentrasi badan usaha ini dapat berupa konsentrasi vertikal, yaitu konsentrasi badan usaha hilir sampai hulu. Misalnya, perusahaan perkebunan kapas bergabung dengan perusahaan kain, benang, perusahaan tekstil, dan perusahaan garmen. Dapat pula berbentuk konsentrasi horizontal, yaitu konsentrasi yang menghasilkan barang yang sejenis. Misalnya, konsentrasi dari para perusahaan sepatu.

Jenis konsentrasi badan usaha sebagai berikut:

1. Trust, adalah penggabungan (fusi) dari beberapa perusahaan yang bergabung menjadi satu baik modal maupun badan hukum.

  • Trust horizontal adalah kombinasi dari beberapa perusahaan kecil sehingga menjadi besar.
  • Trust vertikal adalah gabungan dari industri hulu sampai industri hilir.
  • Trust pararel merupakan gabungan dari beberapa perusahaan yang sejenis menjadi satu.

2. Kartel, adalah kerja sama antara beberapa perusahaan sejenis, masing-masing tetap memakai nama perusahaannya sendiri.

3. Holding company, adalah gabungan dari perusahaan kecil karena dimiliki oleh lebih seperdua sahamnya oleh perusahaan besar.

4. Concern, adalah gabungan dari badan usaha atau perusahaan untuk sementara waktu dengan mengadakan persetujuan dari beberapa perusahaan, di mana tiap anggota (perusahaan) masih berdiri.

Badan usaha dalam kehidupan perekonomian sangat besar peranannya, bahkan merupakan penggerak perekonomian bangsa. Beberapa peran badan usaha dan perusahaan dalam menggerakkan dan menunjang perekonomian nasional, di antaranya:

1. Sebagai Produsen Barang dan Jasa yang Dibutuhkan Masyarakat

Badan usaha dan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa memainkan peran penting dalam memenuhi semua kebutuhan masyarakat → (Baca juga: Kebutuhan Hidup Manusia).

2. Sebagai Sumber Penghasilan atau Pendapatan Masyarakat

Badan usaha dan perusahaan adalah wadah yang berfungsi sebagai mata pencaharian bagi masyarakat sehingga merupakan sumber pendapatan atau penghasilan bagi masyarakat.

3. Sebagai Penyedia Lapangan Pekerjaan serta Pendukung dan Penunjang Pendidikan

Badan usaha dan perusahaan selalu membutuhkan tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran. Selain itu dapat pula mendukung dan menunjang pendidikan dengan cara memberikan bantuan pendidikan berupa bea siswa kepada pelajar maupun mahasiswa.

4. Sebagai Sumber Pendapatan Negara

Peran Badan Usaha yaitu Sebagai Sumber Pendapatan Negara

Badan usaha dan perusahaan memperoleh laba akan menjadi salah satu sumber pendapatan negara. Melalui usaha-usaha yang dilakukannya, akan banyak sekali barang dan jasa yang dihasilkan sehingga manambah produksi nasional. Peningkatan produksi nasional akan membuka peluang kerja, yang berarti menyerap banyak tenaga kerja sehingga pada akhirnya dapat membantu pemerintah memperlancar perekonomian nasional dan meningkatkan pendapatan negara.

5. Sebagai Agen Pembangunan Perekonomian Nasional

Badan usaha dan perusahaan yang menanamkan modalnya dari beberapa bidang usaha akan memberikan peluang untuk membangun perekonomian nasional.

Baca juga: Perdagangan Internasional

Semakin banyak badan usaha dan perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis, semakin besar kemungkinannya untuk mengembangkan ekonomi negara.

Leave a Reply