Perdagangan Internasional

Tahukah kamu apa yang dimaksud Perdagangan Internasional? Perdagangan Internasional merupakan kegiatan pertukaran barang atau jasa yang terjadi atas dasar kesepakatan bersama antara satu negara dengan negara yang lainnya. Negara-negara di dunia belum mampu memproduksi semua barang dan kebutuhan sendiri, baik negara maju maupun berkembang harus bekerja sama. Ini mendukung untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diselesaikan oleh negara itu sendiri.

Contoh perdagangan internasional, Indonesia belum mampu menghasilkan alat transportasi seperti pesawat terbang. Untuk itu negara kita mengimpor dari negara-negara maju. Tetapi Indonesia mengekspor banyak produk alami (hasil alam) ke negara tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, perdagangan memiliki peran yang sangat penting. Sekarang hampir mustahil bagi suatu negara untuk memenuhi kebutuhan hidup warganya tanpa melakukan perdagangan dengan negara-negara asing. Pada pembahasan kali ini mengenai materi perdagangan internasional. Uraian selengkapnya meliputi hal-hal berikut.

Baca juga: Badan Usaha – Pengertian, Bentuk, dan Jenisnya

Pengertian Perdagangan Internasional

Pengertian Perdagangan Internasional

Tidak ada negara yang mampu memenuhi semua kebutuhan negaranya sendiri. Hal tersebut karena ada barang tertentu yang tidak mereka produksi. Barang yang dihasilkan suatu negara berbeda dengan barang yang dihasilkan oleh negara lain. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya pertukaran barang antara satu negara dengan negara lainnya. Transaksi yang menjual barang ke luar negeri disebut ekspor, sedangkan negaranya disebut eksportir. Sebaliknya negara yang mendatangkan barang dari negara lain dikenal dengan istilah impor, sedangkan negaranya disebut importir.

Perdagangan internasional adalah suatu interaksi antarnegara dalam bentuk jual-beli barang maupun jasa atas dasar kesepakatan bersama. Perdagangan internasional bukanlah hal yang baru saja dimulai, tetapi sudah ada sejak abad pertengahan. Proses ini kemudian menjadi perdagangan antarnegara atau kegiatan ekspor-impor. Perdagangan internasional memegang peranan penting karena adanya keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, atau pun skill. Perdagangan memungkinkan terjadinya hal-hal berikut.

  1. Jual-beli atau tukar menukar barang dan jasa antarnegara.
  2. Kerja sama di bidang ekonomi antarnegara di seluruh dunia.
  3. Dampaknya pada pengembangan impor dan ekspor serta NPI/Neraca Pembayaran Internasional atau Balance of Payment suatu negara.
  4. Perluasan dan pertukaran penggunaan teknologi, membuatnya lebih cepat untuk pertumbuhan ekonomi negara-negara yang ada.
  5. Pergerakan sumber daya melalui batas negara, baik sumber daya manusia, sumber daya alam, maupun sumber daya modal.

Teori Perdagangan Internasional

Ada sejumlah tokoh yang mengemukakan teori mengenai terjadinya perdagangan internasional. Diantaranya tokoh tersebut yaitu David Ricardo dan Adam Smith.

David Ricardo mengusulkan teori mengenai perdagangan internasional yang disebut Teori Keunggulan Komparatif (Theory of Comparative Advantage). Menurut David Ricardo keunggulan komparatif suatu negara jika negara tersebut bisa menghasilkan jasa atau barang secara efisien dan lebih murah daripada negara lain.

Selain itu Adam Smith mengemukakan teori yang disebut Teori Keunggulan Mutlak (Theory of Absolute Advantage). Menurut teori ini, suatu negara dikatakan mempunyai keunggulan absolut (mutlak) dibandingkan negara lain jika negara tersebut dapat menghasilkan jasa atau barang yang tidak bisa diproduksi oleh negara lain.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Perdagangan disebabkan oleh sejumlah faktor pendorong yang mengharuskan suatu negara untuk bekerja sama. Tanpa adanya sumber daya dari negara lain tiap negara tidak bisa memenuhi segala kebutuhan negaranya sendiri, tetapi dapat berasal dari sumber daya alamnya, sumber daya manusia pemodalan, dan dalam hal teknologi. Berikut beberapa faktor pendorong timbulnya perdagangan internasional.

1. Adanya Pasar Bebas

Kebebasan atau liberalisme sudah mulai ditanamkan dalam perdagangan internasional. Siapa saja berhak meningkatkan dan memperluas pasarnya untuk menjualbelikan produk lintas negara. Pasar bebas dibutuhkan untuk meningkatkan kerja sama antarnegara yang berpeluang menambah pendapatan negara. Kebebasan ekonomi menjadi pemicu bagi individu dan kelompok untuk bersaing dalam meningkatkan pasar dan menambah produksi.

2. Adanya Perbedaan Kondisi Geografis

Setiap negara memiliki keadaan geografis berbeda dengan negara lain yang menyebabkan perbedaan pada sumber daya yang dihasilkan. Sebagi contoh, dahulunya rempah-rempah terbesar di beberapa negara Barat. Setiap negara tidak bisa sepenuhnya memenuhi sumber daya yang dibutuhkan, sehingga perlu dipertukarkan dengan negara lain.

3. Peningkatan Perkembangan Teknologi dan Informasi

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Saat ini untuk berinteraksi dengan negara lain tidak harus bertatap muka. Ini karena semua komunikasi sekarang dapat dilakukan melalui teknologi informasi berbasis internet. Berkembangnya peralatan digitalisasi dan komunikasi telah menyebabkan masing-masing negara untuk meningkatkan produksinya agar dipasarkan ke negara lain dengan asumsi, bahwa negara tersebut tidak dapat memenuhi jasa atau barang tersebut.

4. Adanya Perbedaan Teknologi

Tidak hanya perbedaan sumber daya alamnya saja, tetapi perbedaan sumber daya manusianya juga dapat menyebabkan perbedaan kemampuan dalam hal teknologi. Perbedaan teknologi ini memungkinkan bagi negara-negara untuk hanya memproduksi barang mentah agar diekspor ke negara lain, sehingga dapat diproses dan diimpor kembali ke negara mereka dengan harga yang lebih mahal. Begitu juga sebaliknya, jika suatu negara hanya memajukan teknologi tanpa sumber daya alam, maka ia akan membutuhkan bantuan dari negara lain. Inilah adalah peran perdagangan internasional yang berguna untuk saling menguntungkan.

5. Menghemat Biaya

Perdagangan internasional dianggap mampu menghasilkan pasar dengan pendapatan yang lebih banyak dan jangkauan yang lebih luas daripada jika hanya diproduksi dalam negeri saja. Dengan demikian, produksi dalam skala besar tentunya dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi. Adapun bentuk-bentuk perdagangan internasional adalah sebagai berikut.

  • Perdagangan bilateral adalah perdagangan yang dilakukan antardua negara.
  • Perdagangan regional adalah perdagangan yang dilakukan oleh negara-negara dalam kawasan tertentu, seperti Negara Uni Eropa dan ASEAN.
  • Perdagangan multilateral adalah perdagangan antarnegara tanpa dibatasi kawasan tersebut.

Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Hubungan antarnegara tidak selalu berjalan dengan lancar. Seringkali ada banyak hambatan untuk melakukan perdagangan internasional. Beberapa kendala ini berasal dari dalam maupun luar negeri, hambatannya adalah sebagai berikut.

1. Perbedaan Kurs Mata Uang antara Negara Pengimpor dengan Pengekspor

Adanya perbedaan mata uang antara satu negara dan lainnya seperti rupiah dan dolar AS dapat mengurangi secara signifikan dalam pembayaran perdagangan internasional. Selain nilainya yang berbeda, juga tidak setiap orang amerika mau dibayar dengan rupiah, demikian juga sebaliknya.

2. Adanya Kebijakan Impor yang Dilakukan Suatu Negara

Dengan kebijakan impor yang diberlakukan oleh satu negara akan membatasi dan menghambat impor barang ke negara lain, karena setiap negara akan berusaha melindungi produk dalam negeri. Misal adanya kuota impor atau larangan impor terhadap barang-barang tertentu.

3. Perbedaan Bahasa Antara Negara Pengekspor dengan Pengimpor

Adanya perbedaan bahasa antara negara-negara pengimpor dengan pengekspor bisa menghambatnya. Misalnya, antara Negara Indonesia dengan Negara Filipina, baik importir maupun eksportir harus saling berkomunikasi dan saling mengetahui maksud dan keinginannya. Jika ada hambatan dalam komunikasi, transaksi perdagangan antar kedua pihak sulit.

4. Adanya Pengenaan Bea Masuk yang Tinggi

Guna melindungi produksi dalam negeri dari produk luar negeri, maka setiap negara akan melakukan tindakan. Salah satunya dengan mengenakan bea masuk yang tinggi terhadap produk luar negeri yang masuk ke dalam negeri. Hal ini dapat menghambat perdagangan antar negara.

5. Adanya Perbedaan Ketentuan atau Peraturan

Setiap negara memiliki aturan dan ketentuan sendiri untuk mengatur perdagangan dengan negara lain. Tentu saja aturan antarnegara berbeda. Ini bisa menghambat perdagangan internasional, karena negara-negara pengekspor harus mematuhi aturan yang ada di negara pengimpor, dan sebaliknya. Sebagai contoh, Indonesia sebagai eksportir tekstil ke Amerika Serikat, harus mematuhi aturan perdagangan yang ada di Amerika.

6. Adanya Organisasi Ekonomi yang Mementingkan Negara Anggotanya

Banyak organisasi ekonomi, baik internasional maupun regional, telah dibentuk untuk melindungi kepentingan mereka dan memberikan manfaat bagi para anggotanya. Ini bisa menjadi penghambat bagi negara lain yang bukan anggota dalam melakukan perdagangan internasional. Misalnya MEE dan ASEAN, tentu saja perdagangan atau kebijakan ekonomi yang dikeluarkan akan menguntungkan dan memprioritaskan anggotanya. Seperti pengenaan tarif impor yang tinggi pada negara-negara yang tidak tergolong anggota, sementara anggota sendiri dikenakan tarif impor yang cukup rendah, bahkan dikecualikan.

7. Proses dan Prosedur Ekspor Impor yang Panjang dan Lama

Banyaknya persyaratan harus dipenuhi oleh importir dan eksportir serta lamanya prosedur dan proses impor ekspor yang harus dilalui bisa menjadi hambatan dalam perdagangan internasional.

8. Tidak Amannya Suatu Negara

Apabila negara tidak aman, para pedagang akan beralih ke negara yang lebih aman. Dalam kondisi yang lebih aman, pedagang lebih bersedia melakukan perdagangan internasional.

Jenis Perdagangan Intrernasional

Terdapat beberapa jenis perdagangan internasional yang dilakukan antarnegara maupun sekelompok negara. Berikut beberapa jenisnya.

 Jenis Perdagangan Internasional

1. Ekspor

Ekspor adalah aktivitas memasarkan atau penjualan produk/barang-barang dalam negeri ke luar negeri. Sistem dari pembayaran, kuantitas, dan kualitas produk serta persyaratan-persyaratan penjualan produk lainnya sudah disepakati atau di setujui oleh kedua belah pihak, pihak eksportir, dan pihak importir. Terdapat dua cara untuk melakukan ekspor, yaitu ekspor tanpa L/C (barang dapat dikirim melalui izin Departemen Perdagangan) dan ekspor biasa (melalui peraturan yang berlaku). Misalnya Indonesia mengekspor dua jenis komoditas, yaitu migas dan non-migas. Migas contohnya seperti minyak bumi dan gas alam. Non migas contohnya seperti hasil kerajinan, pertanian, industri, dan lain-lain.

2. Impor

Adapun Impor adalah kegiatan mendatangkan atau memasukkan barang-barang dari luar negeri. Impor dibedakan menjadi tiga macam, yaitu barang baku indsutri, barang utama dan barang lain. Aktivitas ini dikerjakan oleh perorangan atau lembaga yang biasa disebut importir. Kegiatan impor ini dapat memiliki konsekuensi negatif bagi perekonomian negara. Oleh karena itu, negara melakukan batasan-batasan untuk impor guna menjaga produsen-produsen yang ada di dalam negeri. Secara umum barang-barang impor diklasifikasikan menjadi 3 golongan, yaitu sebagai berikut.

  • Barang konsumsi, seperti AC, televisi, pakaian, mobil, dan sebagainya.
  • Bahan baku dan bahan penolong, seperti benang, kapas, dan sebagainya.
  • Barang modal, seperti mesin-mesin, kapal laut, kereta api, dan sebagainya.

2. Pertukaran Barang

Sekarang Pertukaran barang (Barter) dengan barang masih kerap dilakukan dalam perdagangan internasional. Jenis termasuk barter beralih (switch barter), barter langsung (direct barter), bay back barter, dan counter barter.

3. Konsinyasi

Konsinyasi adalah penjualan dengan pengiriman barang ke luar negeri yang belum ada pembeli tertentu di luar negeri. Penjualannya dapat dilakukan melalui bursa dagang atau pasar perdagangan melalui lelang.

4. Package Deal

Perdagangan yang dilakukan melalui trade agreement (perjanjian perdagangan) dengan negara lain.

5. Border Crossing

Perdagangan timbul dari dua negara yang saling berdekatan untuk memudahkan penduduknya saling melakukan transaksi. Perdagangan internasional menjadi agenda penting dari suatu negara bukan hanya sekedar keuntungan komersial saja, tetapi juga dari segi kerja sama antarbangsa.

6. Penyelundupan

Penyelundupan adalah bisnis yang bertujuan memindahkan kekayaan dari satu negara ke negara lain tanpa memenuhi peraturan yang berlaku. Penyelundupan merupakan kegiatan buruk dan termasuk kriminalitas.

Perbedaan Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri

No. Aspek Perdagangan Dalam Negeri Perdagangan Luar Negeri
1. Jangakauan Wilayah Satu wilayah negara Menjangkau beberapa negara
2. Cara Pembayaran Satu macam uang Bermacam-macam uang (Valuta Asing)
3. Sistem Distribusi Sebagian besar sistem distribusi langsung Sistem distribusi tidak langsung
4. Peraturan yang Berlaku Menggunakan aturan satu negara sendiri Aturan dari berbagai negara yang terlibat
5. Tingkat Persaingan Kurang ketat karena bersaing hanya di dalam negeri Lebih ketat karena bersaing dengan berbagai negara
6. Biaya Angkutan Lebih murah karena dalam satu negara Lebih mahal karena jangkauannya beberapa negara
Tabel perbedaan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri

Manfaat Perdagangan Internasional

Negara pengimpor dan pengekspor mendapat manfaat dari perdagangan internasional. Negara pengekspor memperoleh pasar dan negara pengimpor memperoleh kemudahan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan.

Baca juga: Peran dan Fungsi Badan Usaha

Adanya perdagangan internasional juga membawa manfaat yang cukup luas bagi perekonomian suatu negara. Manfaat tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Kebutuhan Setiap Negara Akan dapat Terpenuhi

Walaupun Indonesia juga penghasil minyak bumi, tetapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih kurang, sehingga untuk memenuhi kekurangan tersebut kita membeli atau mengimpor minyak dari negara anggota OPEC, seperti Arab Saudi.

2. Negara Pengekspor Akan Memperoleh Devisa

Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, salah satunya adalah batu bara. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, batu bara dijual atau diekspor ke negara lain, seperti Jepang. Dengan mengekspor batu bara Indonesia mendapatkan pembayaran yang berupa devisa.

3. Menciptakan Spesialisai dan Efisiensi

Spesialis produksi artinya pengkhususan pada produksi tertentu. Misalnya Indonesia sebagai negara agraris yang tanahnya subur, tentu akan lebih terspesialisasi dalam produk pertanian untuk diekspor ke negara-negara dengan tanah yang kurang subur. Adapun jepang, ekspornya lebih khusus dalam hal teknologi, seperti mesin industri, elektronik, dan mobil ke negara-negara berkembang, seperti Indonesia. Hal tersebut karena Jepang lebih unggul di bidang teknologi dan SDM.

4. Mendorong Kegiatan Ekonomi Suatu Negara

Dengan perdagangan internasional, hasil produksi dalam negeri bisa kita ekspor, sehingga bisnis dan industri di dalam negeri bisa berkembang dengan baik. Demikian juga apabila kita mengimpor barang-barang modal seperti mesin-mesin industri, maka akan dapat mendorong perkembangan dunia perindustrian di dalam negeri.

5. Dapat Meningkatkan Hubungan Persahabatan Antarnegara

Manfaat Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional bisa memperkuat persahabatan antarnegara dalam bentuk kerja sama antarnegara yang berkaitan di berbagai bidang, contohnya budaya, sosial, pertahanan keamanan, politik dan lain-lain.

6. Mendorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Dengan perdagangan internasional mendorong negara pengekspor untuk meningkatkan imu dan teknologinya supaya meningkatnya mutu hasil produksinya. Negara berkembang akan mencoba secara bertahap mengurangi ketergantungan pada negara-negara maju melalui penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Keberadaan perdagangan internasional berdampak negatif pada negara-negara yang melaksanakannya, yaitu sebagai berikut ini.

  1. Adanya persaingan yang tidak sehat.
  2. Banyak industri kecil yang kurang mampu bersaing menjadi gulung tikar.
  3. Timbulnya penjajahan ekonomi oleh negara yang lebih maju.
  4. Adanya ketergantungan suatu negara dengan negara lain.
  5. Adanya pola konsumsi masyarakat yang meniru konsumsi negara yang lebih maju.
  6. Terjadinya kekurangan tabungan masyarakat untuk investasi. Ini terjadi karena masyarakat menjadi konsumtif.

Kesimpulan

Setelah kita mempelajari materi di atas dapat kita simpulkan bahwa perdagangan antarnegara memiliki ruang lingkup, yaitu sebagai berikut.

  • Pergerakan jasa dan barang dari satu negara ke negara lain.
  • Transfer modal melalui investasi asing dari luar negeri ke negeri tersebut.
  • Pergerakan pekerja dari satu negara ke negara lain.
  • Transfer teknologi dengan mendirikan pabrik di negara lain.
  • Penyajian informasi tentang kepastian keberadaan pasar dan bahan baku.

Suatu negara tidak akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri terlepas dari lingkungan, kesejahteraan masyarakat, maupun sosial budaya. Jalinan persahabatan antara negara-negara makin baik karena saling membutuhkan satu sama lain.

2 Comments

  1. Materinya bagus. Lebih bagus lagi kayaknya jika dibuatkan videonya. Ini akan lebih menarik minat peserta didik

Leave a Reply