Mengenal Rangka Manusia: Fungsi dan Beberapa Gangguannya

Sistem Rangka Manusia dan Fungsinya beserta Beberapa Gangguannya – Cobalah amati postur tubuh teman-teman yang ada di kelas kalian! Tentu berbeda-beda, bukan? Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Setiap orang memiliki postur tubuh yang berbeda karena memiliki ukuran rangka yang berbeda pula. Ada yang posturnya tinggi, sedang, atau agak tinggi.

Manusia dapat berdiri tegak karena adanya rangka. Rangka manusia tersusun dari berbagai macam bentuk tulang. Tulang-tulang saling bersambungan dan tersusun secara teratur membentuk rangka.

Jenis-jenis Rangka

  1. Rangka dalam atau disebut dengan endoskeleton. Contoh makhluk hidup yang mempunyai rangka dalam adalah: kucing, anjing dan tentu saja manusia.
  2. Rangka luar atau eksoskeleton. Contoh makhluk hidup yang memiliki rangka luar adalah: kepiting dan udang.

Rangka Manusia

Gambar Rangka Manusia
Gambar rangka manusia tanpa keterangan

Tahukah kamu, bahwa saat lahir tubuh kita dipenuhi dengan tulang-tulang? Setidaknya ada 270 tulang yang membentuk susunan kerangka manusia saat ia dilahirkan. Jumlah ini kemudian menyusut menjadi sekitar 206 tulang saat mencapai usia dewasa, sebagai hasil dari beberapa tulang yang bergabung.

Fungsi Rangka Manusia

Tulang pada manusia memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.

  • Memberikan bentuk pada tubuh dan menopang tubuh.
  • Melindungi organ dalam, tengkorak melindungi otak, tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru.
  • Tulang sebagai tempat melekatnya otot rangka sebagai sistem gerak aktif.
  • Tulang berfungsi sebagai tempat pembentukan sel-sel darah tepatnya pada jaringan lunak pada bagian tengah tulang.

Struktur Rangka Manusia

Gambar Rangka Manusia Lengkap
Gambar rangka manusia lengkap dengan keterangan

Susunan rangka manusia terdiri dari:

1. Tulang sejati (keras)

Berasal dari tulang rawan melalui proses osifikasi (penulangan), yaitu matriks tulang diisi dengan kalsium fosfat sehingga tulang menjadi keras. Tulang keras dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

a. Tulang panjang atau tulang pipa

Bentuknya seperti pipa, bulat, panjang dan dibagian tengahnya terdapat rongga besar. Rongga pada tulang pipa ini berisi sumsum kuning. Sumum kuning ini banyak mengandung lemak dan dapat berfungsi sebagai cadangan makanan.

Pada ujung-ujung tulang pipa yang menggembung, di dalamnya terdapat rongga-rongga kecil yang berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah. Contoh dari tulang pipa adalah: tulang lengan, tulang paha dan tulang ruas jari.

b. Tulang pendek

Tulang ini berbentuk bulat dan pendek. Di dalamnya terdapat rongga-rongga kecil berisi sumsum merah. Contoh dari tulang ini adalah: tulang pergelangan tangan dan kaki, ruas-ruas tulang belakang, dan tulang tempurung lutut.

c. Tulang pipih

Berbentuk pipih dan gepeng. Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel-sel darah. Tepatnya di dalam rongga-rongga kecil di dalamnya, dimana terdapat sumsum merah. Contoh dari tulang pipih adalah: tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk, tulang panggul dan tulang-tulang tengkorak.

2. Tulang Rawan

Dibentuk oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit) dan bahan dasar (matriks) yang mengandung zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapur sehingga tulang rawan bersifat lentur (elastis). Tulang rawan dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

  • Tulang rawan hialin, terdapat di dinding trakea dan permukaan persendian.
  • Tulang rawan elastis, terdapat di hidung dan daun telinga.
  • Tulang rawan fibros, terdapat di antara ruas-ruas tulang belakang dan lutut.

Perkembangan Tulang

Perkembangan tulang dimulai ketika masih berada di dalam kandungan. Ketika masih janin, tulang tersusun dari tulang kartilago atau tulang rawan. Secara bertahap, tulang rawan tersebut akan berkembang menjadi tulang keras. Namun, ada beberapa tulang rawan yang tidak berkembang hingga tua nanti, misalnya pada tulang telinga, tulang hidung, tulang persendian, dan lain-lain. Proses pengubahan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi.

Bagian-bagian Kerangka Manusia

Kerangka tubuh manusia tersusun atas rangka aksilar dan rangka apendikular. Penjelasannya sebagai berikut.

1. Rangka Aksilar

Rangka aksilar meliputi rangka kepala (tengkorak) dan rangka badan.

a. Rangka kepala (tengkorak)

Rangka Kepala Manusia

Berfungsi untuk melindungi otak. Rangka ini terbagi dua, yaitu tengkorak otak dan tengkorak muka. Yang termasuk rangka kepala antara lain: tulang dahi, tulang pelipis, tulang hidung dan tulang rahang.

b. Rangka badan

Berfungsi untuk melindungi jantung, paru-paru, hati dan organ dalam lainnya. Rangka badan meliputi: tulang leher, tulang dada, tulang selangka, tulang belikat, tulang lengan atas, tulang belakang, tulang rusuk, tulang gelang panggul dan tulang paha.

  • Tulang belakang (collumna vertebralis), memiliki 33 ruas total tulang penyusunnya dengan yang terdiri atas 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang, dan 4 ruas tulang ekor.
  • Tulang dada (sternum), terdiri atas bagian hulu (manubrium sterni), bagian badan (corpus sterni), dan tulang taju berbentuk runcing (processus xyphoideus).
  • Tulang rusuk (costae), pada manusia terdiri atas tiga macam tulang, yakni tulang rusuk sejati berjumlah 7 pasang, tulang rusuk palsu berjumlah 3 pasang, dan tulang rusuk melayang berjumlah dua pasang.

2. Rangka Apendikular

Rangka apendikular meliputi sebagai berikut.

a. Tulang gelang bahu

Tulang gelang bahu terusun atas 4 buah tulang, yakni sepasang tulang belikat (scapula) dan sepasang tulang selangka (kalvikula).

b. Tulang gelang panggul

Tulang panggul terdiri atas sepasang os ilium (tulang usus), sepasang tulang belikat, sepasang os ischium (tulang duduk), dan sepasang os pubis (tulang kemaluan).

c. Rangka anggota gerak

Rangka ini berfungsi untuk membantu pergerakan manusia. Rangka anggota gerak terdiri atas sebagai berikut.

  • Anggota gerak atas, bagian-bagian rangka tangan (gerak atas): tulang lengan atas (pangkal lengan), tulang pengumpil, tulang hasta, dan ruas-ruas jari tangan.
  • Anggota gerak bawah, berupa kaki yang terdiri atas tulang femur, tulang kering, tulang betis, patela, tarsal, metatarsal, dan phalanges.

Pemeliharaan Kesehatan Rangka

Supaya kuat dan sehat, tulang membutuhkan zat-zat berikut:

  1. Zat Fosfor. Zat ini berfungsi untuk memperkuat tulang. Fosfor dapat diperoleh dari makanan sereal kacang-kacangan.
  2. Vitamin D. Zat ini dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Kekurangan vitamin D, dapat menyebabkan gangguan penyakit pada tulang, yakni rakhitis, atau tulang lemah. Vitamin ini diperoleh dari susu, kuning telur, hati. Proses pembentukan vitamin D juga sangat terbantu oleh sinar matahari pagi.
  3. Zat kapur. Zat ini dibutuhkan tulang agar kuat dan tidak mudah keropos. Zat kapur diperoleh tulang dari makanan susu dan kacang-kacangan.

Gangguan dan Kelainan Rangka Manusia

1. Riketsia

Riketsia adalah kondisi tulang kaki tumbuh membengkok yang terjadi pada anak-anak. Riketsia disebabkan karena tulang kekurangan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium dan fosfor, sehingga proses pengerasan tulang terganggu. Hal ini akan mengakibatkan struktur tulang menjadi lebih lunak dan mudah membengkok.

Penyembuhan dan pencegahan dari penyakit tersebut adalah dengan menambahkan kalsium, fosfor, dan vitamin D dalam menu makanan, terutama pada usia anak-anak. Kebutuhan vitamin D dapat diperoleh dari makanan, suplemen, atau sumber alami dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi hari.

Melalui paparan sinar matahari pagi selama 10-15 menit, sinar matahari dapat membantu tubuh mengaktifkan kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Hal ini akan menambah kalsium dan fosfor dalam darah.

2. Osteoporosis

Gangguan atau kelainan pada Rangka Manusia

Osteoporosis terjadi akibat kualitas kepadatan tulang menurun. Hal ini menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah retak. Tulang akan terus beregenerasi dari waktu ke waktu. Ketika masih usia anak-anak, tulang tumbuh dan mampu memperbaiki diri dengan cepat. Namun, pada rentang usia 16-18 tahun, tulang perlahan-lahan akan berhenti tumbuh, sedangkan massa tulang akan terus bertambah hingga usia akhir 20-an. Secara perlahan kepadatan tulang akan makin berkurang.

Hal tersebut akan menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Cara mencegah penyakit ini, kalian harus rajin berolahraga untuk menambah kepadatan tulang. Melakukan latihan kekuatan tulang seperti push up. Tarikan yang dilakukan otot tendon terhadap tulang dapat meningkatkan kekuatan tulang. Selain itu, pola makan sehat juga memengaruhi kekuatan tulang.

3. Fraktura

Struktur tulang sangat kuat dan lentur, meski demikian tulang dapat patah jika mengalami benturan yang keras misalnya ketika terjadi kecelakaan. Kondisi tulang yang patah disebut farktur tertutup dan fraktur tebuka. Fraktur tertutup adalah kondisi patah tulang yang tidak sampai menembus kulit. Adapun fraktur terbuka adalah kondisi patah tulang yang sampai menembus kulit.

4. Lordosis

Merupakan kelainan tulang punggung membengkok ke belakang, dikarenakan kebiasaan tidur yang pinggangnya diganjal bantal.

5. Kifosis

Merupakan kelainan tulang punggung membengkok ke depan, dikarenakan kebiasaan duduk atau bekerja dengan posisi membungkuk.

6. Skoliosis

Merupakan kelainan tulang punggung membengkok ke samping. Hal ini dapat terjadi pada orang yang menderita sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa miring dan mengakibatkan tulang punggungnya menjadi miring.

Setelah mempelajari materi kerangka manusia menambah wawasan kita serta memiliki rasa tanggung jawab, misalnya dengan menjaga kesehatan sistem rangka manusia. Semoga bermanfaat..

Leave a Reply