Memahami Sistem Pencernaan Manusia dan Beberapa Gangguannya

Sistem Pencernaan Manusia – Tentu kalian pernah merasa lapar bukan? Manusia memiliki metabolisme yang membuat tubuhnya merasa lapar, kemudian memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui aktivitas makan.

Setiap bahan makanan tersebut mengandung zat-zat nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, sebelum sari-sari makanan tersebut diserap terdapat proses pencernaan makanan yang berlangsung kompleks.

Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan sejumlah organ dan kelenjar di dalam tubuh. Setiap bahan makanan mengandung suatu zat tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh. Misalnya, tubuh membutuhkan energi dalam dari karbohidrat, sehingga manusia mengonsumsi nasi.

Terdapat berbagai macam zat lain yang dibutuhkan oleh tubuh selain karbohidrat. Guna memahami mengenai sistem pencernaan manusia dan fungsinya, marilah pelajari materi berikut dengan serius dan penuh semangat!

Pengertian Sistem Pencernaan Manusia

Makanan merupakan sumber energi utama bagi tubuh makhluk hidup. Makanan sebelum diserap oleh tubuh harus melalui rangkaian proses pencernaan terlebih dahulu.

Makanan diproses dalam tubuh melalui empat tahapan yakni ingesti, digesti, absorpsi, dan defekasi. Ingesti merupakan proses memasukkan makanan ke dalam mulut, digesti merupakan proses pencernaan, absorpsi merupakan proses penyerapan, dan defekasi merupakan proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Pencernaan makanan adalah proses memecah makanan menjadi molekul yang lebih kecil sehingga mudah diserap oleh tubuh melalui pembuluh darah. Molekul makanan tersebut akan masuk ke dalam sel melintasi membran sel.

Molekul-molekul yang tidak yang tidak digunakan dan dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan dari tubuh melalui sistem ekskresi berupa keringat dan urine. Makanan yang tidak tercerna akan dibuang melalui rektum dalam bentuk feses.

Terdapat dua proses pencernaan pada manusia, yakni:

1. Pencernaan Mekanik

Terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi dengan bantuan lidah.

Penjelasannya:

Pencernaan mekanik melibatkan otot-otot dinding lambung yang berkontraksi sehingga makanan akan bercampur menjadi bubur.

2. Pencernaan Kimiawi

Terjadi di dalam mulut, usus, dan lambung dengan bantuan enzim. Enzim sendiri adalah zat kimia yang membantu proses pencernaan.

Penjelasannya:

Pencernaan kimiawi melibatkan zat HCI, ataupun enzim-enzim (lipase, renin, dan pepsin). Proses yang terjadi di dalam lambung berkisar antara 3-4 jam. Selanjutnya makanan akan masuk ke dalam usus halus, yang terdiri atas usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap. Mineral dan vitamin tidak mengalami pencernaan dan bisa langsung diserap oleh usus halus.

Organ Pencernaan Manusia

Urutan Sistem Pencernaan pada Manusia
Gambar organ penyusun sistem pencernaan manusia

Sistem pencernaan pada manusia terdiri dari organ pencernaan utama berupa saluran pencernaan manusia dan organ pencernaan tambahan.

Bila kamu menemukan soal seperti ini → Sebutkan alat alat pencernaan manusia beserta dengan fungsinya. Maka inilah jawaban yang tepat.

1. Mulut

Mulut merupakan tempat awal masuknya makanan ke dalam tubuh manusia. Di rongga mulut terdapat lidah, air ludah, dan gigi yang membantu proses pencernaan.

a. Gigi

Gigi berperan untuk menghancurkan dan menghaluskan makanan yang masuk ke dalam mulut dengan cara dikunyah. Gigi pada manusia dewasa berjumlah 32 buah, sementara gigi pada anak-anak berjumlah 28 buah.

Gigi pada manusia terdiri dari 3 jenis:

  • Gigi seri, berguna untuk memotong makanan.
  • Gigi taring, berguna untuk merobek makanan.
  • Gigi geraham, berguna untuk mengunyah dan menghaluskan makanan agar mudah ditelan.

b. Kelenjar air ludah

Kamu tentu akan merasakan manis ketika mengunyah nasi dalam waktu lama. Itu karena air ludah mengandung enzim ptialin yang berfungsi untuk mengubah amilum menjadi gula.

c. Lidah

Lidah berfungsi untuk mengatur letak makanan dikunyah, membantu untuk menelan makanan, dan untuk mengecap rasa makanan.

2. Kerongkongan

Kerongkongan merupakan saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Kerongkongan terdiri dari otot-otot yang lentur. Otot dinding kerongkongan melakukan gerakan peristaltik, yaitu gerakan mendorong makanan sehingga masuk ke dalam lambung.

3. Lambung

Lambung merupakan tempat penyimpanan makanan sementara. Dinding lambung menghasilkan getah lambung yang di dalamnya mengandung:

  • Asam lambung/asam klorida (HCI), berguna membunuh kuman yang masuk bersama makanan dan mengatur pengeluaran makanan dari lambung ke usus 12 jari.
  • Enzim pepsin, mengubah protein menjadi pepton.
  • Enzim renin, mengendapkan susu menjadi kasein.
  • Enzim lipase, memecah lemak menjadi asam lemak gliserol.

4. Usus halus

Salah satu Alat Pencernaan Manusia yaitu Usus

Usus halus berfungsi menyerap sari-sari makanan lalu diedarkan oleh pembuluh darah ke seluruh tubuh.

Bagian-bagian dalam usus halus dibagi menjadi:

a. Usus dua belas jari

Terdapat dua saluran pada usus dua belas jari, yaitu:

Saluran empedu, yang menghubungkan kantung empedu dan usus dua belas jari untuk menyalurkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak.

Saluran dari pankreas yang berfungsi untuk menyalurkan enzim-enzim yang dihasilkan pankreas dan disekresikan di dalam usus dua belas jari, sebagai berikut:

  • Tripsin, berfungsi memecah pepton (protein) menjadi asam amino.
  • Amilase, berguna untuk memecah amilum menjadi glukosa.
  • Enzim Lipase berguna memecah zat lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

b. Usus kosong (jejenum)

Usus kosong memiliki panjang antara 1,5 sampai 1,75 m. Pada usus kosong ini, makanan akan diurai proteinnya (pepton menjadi asam amino) oleh enzim erepsin, sementara karbohidrat yang terkandung pada makanan akan diuraikan oleh enzim maltase, laktase, dan sukrase.

c. Usus penyerap (ileum)

Usus penyerapan memiliki panjang antara 0,75 sampai 3,5 m. Pada usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang mengandung pembuluh darah yang melakukan penyerapan sari-sari makanan untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

5. Usus besar

Usus besar merupakan tempat sisa makanan yang sudah dicerna. Disini terjadi penyerapan air dan garam mineral.

Bagian-bagian usus besar:

a. Usus tebal

Berfungsi untuk menyerap air, sisa makanan dan tempat pembusukan sisa-sisa makanan.

b. Poros usus

Merupakan bagian paling akhir dan usus besar yang bermuara ke anus. Disini adalah tempat pembusukan makanan oleh bakteri dan dibuang ke anus.

Bahan makanan yang berada pada usus besar dianggap sebagai zat sisa. Zat sisa tersebut berada di dalam usus besar selama 1-4 hari. Zat sisa tersebut terdiri atas sejumlah besar air dan bahan makanan yang tidak dapat tercerna misalnya selulosa.

6. Anus

Anus merupakan tempat pembuangan feses dari tubuh. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sfinkter rektum. Otot ini terdiri atas 2 jenis otot, yaitu otot polos dan otot lurik. Oleh sebab itu, proses buang air besar (defekasi) terjadi secara sadar.

Organ Pencernaan Tambahan

Organ sistem pencernaan makanan terdiri dari saluran pencernaan makanan dan organ pencernaan tambahan yang berperan sebagai kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan membantu mencerna makanan dengan menghasilkan enzim-enzim yang digunakan dalam pencernaan makanan secara kimiawi.

1. Hati

Hati terletak di bagian rongga perut sebelah kanan di bawah diafragma. Hati berperan dalam proses detoksifikasi. Ketika darah mengandung beberapa zat yang bersifat racun dan berbahaya, maka hati akan menetralisir racun tersebut sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Sel-sel hati akan mengeluarkan getah yang mengandung kolesterol, asam kolik, garam empedu, lesitin, bilirubin, dan elektrolit yang keseluruhannya disebut getah empedu.

2. Kantung empedu

Empedu melekat pada organ hati yang berfungsi untuk menyimpan cairan empedu. Getah empedu mengandung pigmen bilirubin. Getah empedu akan dikeluarkan ke usus halus dan berperan dalam mengemulsi lemak. Lemak akan dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga mudah dicerna oleh enzim pencernaan dan diserap oleh tubuh.

3. Pankreas

Pankreas adalah kelenjar yang melekat pada organ lambung. Pankreas menghasilkan sejumlah enzim dan getah lambung yang mengandung sodium bikarbonat yang berperan dalam pemecahan karbohidrat, protein, serta lemak. Pankreas juga menghasilkan hormon insulin yang berperan dalam mengatur kadar gula dalam darah.

Gangguan Pencernaan pada Manusia

1. Karies Gigi

Karies gigi merupakan kerusakan gigi akibat infeksi bakteri yang merusak lapisan gigi. Karies gigi disebut juga sebagai gigi berlubang. Bakteri normal yang hidup di rongga mulut berperan dalam mengolah gula menjadi asam. Zat asam ini dapat merusak lapisan gigi.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi minimal dua kali sehari, menggunakan obat kumur dan membersihkan lidah dengan pembersih lidah dapat mengurangi populasi bakteri yang merugikan, serta juga menjaga kesegaran mulut. Mengurangi makanan manis, minuman bersoda, dan kopi juga dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut.

2. Mag (Gastritis)

Sakit mag atau Gastritis

Gastritis atau sakit mag merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Penyakit mag dapat disebabkan oleh meningkatnya asam lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori, stres, makan tidak teratur, mengonsumsi makanan terlalu pedas atau asam.

Mag dapat dicegah dengan menerapkan pola makan teratur, makan secukupnya, menjaga kebersihan misalnya dengan mencuci tangan sebelum makan, mengelola stres dengan baik, menghindari makanan yang memicu asam lambung berlebihan seperti makanan asam, makanan pedas, kopi, dan lain-lain. Jika gastritis disebabkan karena infeksi bakteri maka dapat diatasi dengan antibiotik dengan resep dokter.

3. Hepatitis

Hepatitis

Jika organ hati mengalami peradangan, dapat mengakibatkan terjadinya hepatitis. Hepatitis dibedakan menjadi tiga tipe yakni hepatitis A, B, dan C. Ketiga jenis tersebut disebabkan oleh jenis virus hepatitis yang berbeda.

Penderita hepatitis yang telah akut akan mengalami jaundice atau menguningnya kulit dan hati. Jika penyakit hepatitis tidak segera ditangani, akan berakibat fibrosis (kerusakan hati) dan sirosis (gagal hati kronis). Kondisi sirosis menyebabkan risiko terjadinya kanker hati.

4. Diare

Gangguan pencernaan makanan dan penyebabnya yang paling benar yaitu

Penyakit pada saluran usus besar karena proses penyerapan air tidak maksimal sehingga masih banyak kandungan air pada feses menyebabkan terjadinya diare. Hal ini disebabkan oleh infeksi bakteri dan protozoa seperti Entamoeba coli. Ketika infeksi terjadi, gerakan peristaltik meningkat, dinding usus besar teriritasi, dan air tidak dapat diserap. Penderita diare dapat mengalami dehidrasi karena air dalam usus terus-menerus di dalam usus besar.

Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah diare antara lain menjaga kebersihan tangan, menjaga kebersihan makanan, memasak makanan sampai matang, minum air yang telah masak dan higienis. Penanganan yang dapat dilakukan untuk menangani diare, antara lain dengan meminum oralit untuk menghindari dehidrasi, mengonsumsi obat diare, dan segera ke dokter.

5. Konstipasi

Konstipasi disebut pula sembelit merupkan kondisi sulit buang air besar karena kering atau keras, buang air besar tidak teratur atau sama sekali tidak dapat buang air besar. Penyebab konstipasi antara lain kurang konsumsi serat, kurang minum, perubahan pola makan, mengabaikan keinginan buang air besar, efek samping obat-obatan tertentu.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan konsumsi serat perhari secara bertahap, mengonsumsi lebih banyak air putih, dan sering berolahraga. Apabila perubahan sederhana tersebut belum bisa mengatasi konstipasi, dokter biasanya akan memberikan obat pencahar yang lebih efektif mengatasi konstipasi. Namun, tubuh akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membiasakan proses buang air besar secara rutin.

6. Gejala Kekurangan Vitamin

Gejala kekurangan vitamin disebut avitaminosis. Seseorang yang mengalami kekurangan vitamin akan mengalami beberapa gangguan sebagai berikut.

Vitamin Gejala Kekurangan
A Penglihatan kabur, kerusakan hati, dan tulang serta rambut rontok
B Penyakit beri-beri, gangguan saraf, kehilangan berat badan secara drastis, dan anemia
C Sariawan, daya tahan tubuh menurun, mudah terserang batuk dan flu
D Cacat tulang pada anak, pelunakan tulang pada orang dewasa, gangguan fungsi jantung dan ginjal
E Kerusakan sistem saraf dan otot, kelahiran prematur, gangguan penglihatan pada bayi, dan daya refleks menurun
K Gangguan proses pembekuan darah, penyakit saluran empedu, sirosis hati, pankreatitis akut

7. Gejala kekurangan mineral

Kekurangan mineral pada tubuh juga menyebabkan beberapa gangguan yang berbahaya bagi tubuh bila terjadi secara terus-menerus.

Gejala-gejala kekurangan mineral dalam tubuh, antara lain sebagai berikut.

Mineral Gejala Kekurangan
Seng Kegagalan pertumbuhan, kelainan kulit, kegagalan fungsi reproduksi, dan gangguan sistem kekebalan tubuh
Natrium Nafsu makan menurun dan sering mengalami kram otot
Yodium Pembengkakan kelenjar tiroid atau gondok
Fosfor Menurunkan massa tulang dan otot, merasa mudah lemas, dan kadar kalsium menurun
Zat besi Hemoglobin menurun, anemia, serta sistem imun menurun

Mempelajari mengenai sistem pencernaan manusia, memberi kita banyak wawasan bahwa di dalam tubuh kita terdapat reaksi kompleks yang terjadi dan melibatkan berbagai macam organ pencernaan manusia dan fungsinya. Oleh karena itu, kita sebagai seorang pelajar yang telah memahami materi diatas hendaknya kita selalu bersyukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa adanya sistem pencernaan, tentu metabolisme yang ada di dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Leave a Reply