Tata Cara Shalat Id Lengkap

Saat ini, kita sebagai Muslim telah melaksanakan ibadah puasa hingga hari-hari terkahir bulan Ramadhan. Ini berarti bahwa kita akan segera meraih kemenangan. Setelah itu kita akan melaksanakan shalat Idul Fitri. Kamu tentu perlu tahu dan mengerti bagaimana melaksanakan shalat Id, baik Idul Fitri maupun Idul Adha yang akan dilaksanakan selepas Idul fitri yang jatuh setiap tanggal 10 Dzul hijjah.

Seperti biasanya, shalat Idul Fitri dan Idul Adl-ha dilaksanakan secara berjamaah. Di Indonesia sendiri, pelaksanaan shalat Id umumnya dilakukan di masjid dan di lapangan terbuka yang bisa menampung banyak jamaah.

Shalat Id

Shalat Id/hari raya ada dua, yaitu hari raya Fitrah tanggal 1 Syawal dan pada hari-hari raya Adl-ha tanggal 10 Dzul Hijjah. Waktu shalat ‘id dimulai dari terbit matahari sampai matahari condong. Kedua shalat hari raya tersebut hukumnya sunnah muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir. Sunnah Muakkad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan untuk mengerjakannya. Boleh dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan berjama’ah.

Berikut ini, kami telah rangkum tata cara Sholat Id secara lengkap.

Cara Mengerjakan Shalat Id

1. Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat shubuh dan sesudah kita mandi sunnat Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan Takbir.

2. Setelah sampai di masjid, maka sebelum duduk di sunnatkan mengerjakan shalat Tahiyatul masjid dua rakaat. Jika di tanah lapangan tidak ada tahiyatul masjid, hanya setelah tiba di tanah lapang kita terus duduk dan ikut mengulang ulang bacaan takbir, hingga dimulai shalat ‘id itu.

Niat Shalat Idul Fitri dan Niat Idul Adha

3. Lafazh atau niatnya ialah sebagai berikut:

  • Jika shalat ‘Idul Fitri. Maka niatnya, niat shalat Idul Fitri :
Niat Shalat Idul Fitri

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

USHALLI SUNNATAN LI’IIDHIL FITHRI RAK’ATAINI (MA’MUMAN) LILLAHI TA’AALA’. ALLAHU AKBAR.

Artinya :

” Aku niat shalat Idul Fithri dua raka’at (ma’mum/jadi imam) karena Allah Ta’ala “.

  • Jika shalat ‘Idul Adha. Maka niatnya, niat shalat Idul Adha :
Niat Shalat Idul Adha

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

USHALLI SUNNATAN LI’IIDHIL ADL-HAA RAK’ATAINI (MA’MUMAN) LILLAHI TA’AALA. ALLAHU AKBAR.

Artinya :

” Aku niat shalat ‘Idil Adl-ha dua raka’at (ma’mum/jadi imam) karena Allah Ta’ala “.

4. Pada rakaat yang pertama : Sesudah niat, lalu pertama membaca takbiratul ikhram setelah itu membaca doa iftitah, kemudian takbir 7 kali

Setiap selesai takbir di sunnatkan membaca

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

SUBHANALLAHI WAL HAMDULILLAHI WA LAA ILAAHA ILLALLAH WALLAHU AKBAR.

Artinya :

” Maha suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada tuhan melainkan Allah dan Allah maha besar “.

Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut, kemudian membaca Surat Al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca Qaf atau surat Al-A’la (Sabbihisma Rabbikal a’la).

5. Pada rakaat kedua, sesudah berdiri untuk raka’at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap takbir di sunnatkan membaca tasbih seperti tersebut pada raka’at pertama.

Kemudian baca surat Al-Fatihah dan ditambah dengan surat yang kamu sukai, yang lebih penting untuk membaca surat Al-Ghasyiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring. Imam menyaringkan yakni mengerasakan suaranya pada waktu membaca surat Al-Fatihah dan surat-surat lainnya, sedangkan ma’mum tidak nyaring.

6. Berapa rakaat shalat Idul Fitri maupun Idul Adha? Shalat ini dilakukan sebagaimana shalat shalat yang lain dan dikerjakan dalam dua raka’at.

7. Khuthbah dilaksanakan dua kali setelah shalat Id, yaitu khuthbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khuthbah kedua membaca takbir 7 kali dan bacaan harus berurutan.

Imam sedang Khuthbah di Masjid

8. Dalam khuthbah ‘idul Fitri hendaknya berisi informasi (penerangan) tentang zakat fithrah dan pada hari raya Haji itu hendaknya berisi informasi (penerangan) tentang Ibadah haji dan hukum kurban.

Hal-hal yang dilakukan sebelum Shalat Id

1. Pada hari raya di sunnatkan mandi, dan berhias dengan memakai pakaian yang sebaik-baiknya dan menggunakan wangi-wangian yang dimilikinya.

2. Di sunnatkan makan sebelum pergi shalat pada hari Idul Fitri, tetapi pada hari raya Haji di sunnatkan tidak makan kecuali setelah shalat.

3. Waktu kembali dari shalat ‘Id, di sunnatkan untuk mengambil jalan yang berbeda daripada berangkatnya (yang berbeda dari sebelumnya).

4. Takbiran, pada hari raya Fitrah dan hari raya Haji di sunnatkan membaca takbir diluar waktu shalat dan waktunya sebagai berikut :

  • Pada hari raya Fitrah takbir dimulai dari terbenamnya matahari hingga imam berdiri untuk mengerjakan shalat hari raya.
  • Pada hari raya Haji takbir dimulai dari Shubuh pada hari ‘Arafah (tanggal 9 Dzulhijah) dan pada tiap-tiap shalat fardlu yang lima waktu pada hari-hari tanggal tersebut.
Lafazh Takbiran

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, LAA ILAAHA ILLALLAHU WALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMDU ALLAHU AKBAR KABIIRAA, WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAA, WASUBHAANALILLAHI BUKRATAN WA-ASHIILAA, LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALAA NA’BUDU ILLAA IYYAAHU MUKHLISHIINA LAHUDDIINA WALAU KARIHAL KAAFI RUN. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU SHADAQA WA’DAHU, WANASHARA ‘ABDAHU, WA-A A’ZZA JUNDAHU WAHAZAMAL AHZAABA WAHADAHU. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WALLAAHU AKBAR. ALLAAHU AKBAR WALILLAHIL HAMDU.

Artinya :

” Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar, Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beragama kepadaNya, walaupun orang-orang kafir membenci, Tidak Ada Tuhan melainkan Allah SendiriNya, benar janjiNya, Dia menolong akan hambaNya, Dia mengusir musuh NabiNya dengan sendiriNya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagiNya segala puji “.

Perlu diketahui bahwa pada hari ‘idul Fitri dan Adha, anak-anak besar kecil, tua muda supaya meramaikannya, bahkan bagi wanita-wanita yang sedang haidpun dianjurkan keluar ke lapangan, sekalipun mereka tidak ikut shalat.

Nabi s a w bersabda :

‘An Ummi’ Athiyyah Qaalat : KUNNAA NU’MARU AN NAKHRUJA YAUMAL ‘IIDI HATTA NAKHRUJAL BIKRA MIN KHIDRIHA HATTA NAKHRUJAL HUYYADLA FAYAKUN KHALFAN NAASI, FAYUKABBIRNA BITAKBIIRIHIM WAYAD’UUNA BIDU’ AAIHIM YARJUUNA BARKATAN DZAALIKAL YAUMI WATHUHRATAHU.

Artinya :

Dari Ummi ‘Athiyah katanya : “Kami diperintahkan pergi shalat hari Raya, bahkan anak-anak gadis keluar dari pingitannya. Juga perempuan-perempuan yang sedang haid (datang bulan) tetapi mereka hanya berdiri saja dibelakang orang banyak, dan turut takbir dan berdo’a bersama-sama dan mereka mengharapkan beroleh keberkahan dan kesucian hari itu”.

(H R Bukhari)

Leave a Reply